Kedewasaan Tidak Selalu Berkaitan dengan Intelegensi

Ilustrasi orang dewasa sedang berpikir sebelum bertindak Photos by Andrea Piacquadio via Pexels

Seiring bertambahnya waktu, kita akan berada di fase yang namanya dewasa. Menjadi dewasa mempunyai arti bahwa kita harus siap menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan dan harapan-harapan sosial yang baru. Namun untuk menjadi dewasa tidak hanya dapat ditentukan oleh angka usia saja, melainkan oleh sikap. Kedewasaan seseorang terletak pada apakah seseorang tersebut dapat berpikir dan bersikap lebih rasional atau tidak, seperti sejauh mana tingkat kematangan mengontrol emosi yang dimilikinya.

Berdasarkan angka usia, seseorang dapat dikatakan dewasa yakni pada usia 18 tahun ke atas dan kurang dari 18 tahun masih dapat dikatakan anak-anak. Perbedaan antara anak-anak dan orang dewasa dapat dilihat dari ciri psikologis, biologis, ekonomi dan sosialnya. Ciri psikologis orang dewasa, seperti tidak selalu bergantung terhadap orang lain, dapat mengarahkan dirinya sendiri, bertanggung jawab, berani mengambil risiko, mampu mengambil keputusan dan lain-lain. Lalu ciri biologis orang dewasa yakni apabila seseorang mengalami atau menunjukkan tanda-tanda kelamin sekunder, seperti perubahan suara, muncul jerawat di sekitar wajah, tumbuh kumis, janggut dan jakun (untuk laki-laki),  payudara berkembang lebih besar (untuk perempuan) dan lain sebagainya. Terakhir, ciri ekonomi dan sosial dari orang dewasa, ditandai dengan kondisi di mana seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan dapat memecahkan atau menangani segala persoalan yang ada dengan kemampuan dirinya sendiri, baik persoalan hubungan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Berdasarkan Daryanto dan Hery Tarno (13:2017) masa dewasa terbagi menjadi 3 periode, yakni masa dewasa awal (early adulthood), masa dewasa madya (middle adulthood) dan masa usia lanjut (later adulthood). Masa dewasa awal dimulai dari umur 21 tahun sampai 40 tahun. Masa ini adalah masa pencarian jati atau kemantapan diri dan merupakan suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, seperti penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Selanjutnya masa dewasa madya atau masa dewasa pertengahan, masa ini dimulai pada umur 40 tahun sampai 60 tahun. Pada masa ini merupakan masa transisi, yakni seseorang baik laki-laki maupun perempuan akan meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilakunya dan memasuki suatu periode masa yang baru. Terakhir, masa usia lanjut dimulai dari 60 tahun sampai meninggal, masa ini merupakan masa penutup dari rentang hidup seseorang di dunia. Pada masa ini, banyak sekali perubahan-perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.

Masih banyak yang beranggapan bahwa kedewasaan seseorang selalu berkaitan dengan tingkat intelegensi, justru pada kenyataannya bahwa dewasa tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Intelegensi atau biasa kita sebut kecerdasan adalah suatu kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk memecahkan berbagai masalah di kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu psikologi, intelegensi merupakan kemampuan seseorang dalam berpikir dan belajar, bagaimana seseorang memecahkan masalah, memproses sesuatu hal dan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Banyak orang yang berkualitas bahkan dapat dikatakan brilian dalam menyerap ilmu pelajaran, pandai di kelas, berprestasi baik di akademik maupun non akademik, tetapi masih seperti kanak-kanak dalam hal penguasaan atau mengontrol emosi/perasaannya. Penguasaan emosi yang masih dikatakan seperti anak-anak yakni bagaimana seseorang tersebut mengontrol emosinya dalam keinginannya untuk meraih perhatian dan cinta dari orang yang ada di sekitarnya, bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain serta bagaimana reaksinya terhadap emosi.

Ciri-ciri atau karakteristik dari pemikiran seseorang yang dapat dikatakan dewasa seperti yang telah dijelaskan di atas, yakni dapat dilihat dari kematangan emosionalnya. Seseorang yang dianggap dewasa sadar bahwa kematangan bukan suatu keadaan tetapi sebuah proses berkelanjutan, menganggap bahwa kematangan diri dapat diperoleh beriringan dengan proses pembelajaran sepanjang hayatnya dan selalu berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Orang yang dapat dikatakan dewasa juga, memiliki kemampuan mengelola dirinya sendiri, seperti kemampuan mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain, mampu menilai pencapaian diri sendiri dari kesan, pesan dan kritikan yang disampaikan oleh orang lain. Selain itu, orang dewasa dapat mengelola kesabarannya dari perasaan cemburu dan iri hati serta dapat menjaga perasaan orang lain.

Beberapa tanda seseorang berkualitas dalam kematangan emosionalnya, yakni dapat menerima diri sendiri, dapat menghargai orang lain, dapat menerima tanggung jawab, dapat membuat keputusan-keputusan, memiliki prinsip yang kuat, dan sebagainya. Dapat menerima diri sendiri merupakan sikap yang paling penting, dengan sikap tersebut seseorang akan dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri dengan melihat dan menilai dirinya sendiri secara obyektif dan realistis. Sikap tersebut juga akan sangat bermanfaat pada penggunaan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri secara efektif dan akan terbebas dari frustrasi-frustrasi yang biasa timbul karena keinginan untuk mencapai sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh diri seseorang. Lalu dapat menghargai orang lain, sikap ini yakni sadar bahwa seseorang dapat menerima keadaan orang lain yang tentunya berbeda-beda. Orang yang dewasa akan menerima hal itu, menghargai dan tidak egois berusaha orang lain harus sama dengan dirinya sendiri, baik pendapat, cara pandang maupun hal lainnya. Orang yang dapat menghargai orang lain yakni dapat menghormati orang lain dengan tidak memperalat dan memanipulasi orang lain.

Selanjutnya dapat menerima tanggung jawab,  orang yang dewasa akan berlapang dada dan menerima nasib buruknya, sedangkan orang yang tidak dewasa akan menyesali nasib buruknya, bahkan beranggapan bahwa nasib buruknya disebabkan oleh orang lain. Orang yang dapat dikatakan dewasa akan bertanggung jawab dari segala risiko yang ia dapat dalam hidupnya, sembari berbenah diri dan meningkatkan kualitas hidupnya. Lalu orang dewasa dapat membuat keputusan-keputusan, sikap tersebut memiliki makna bahwa seseorang dapat mengambil keputusan atas memecahkan persoalan-persoalan yang ada pada hidupnya. Orang dewasa akan sadar mengenai betapa pentingnya mengambil tindakan atau keputusan berdasarkan keyakinan dirinya sendiri demi terpecahnya segala masalah yang sedang ia hadapi. Terakhir, orang dewasa tentunya memiliki prinsip-prinsip yang kuat dalam hidupnya. Dengan prinsip, seseorang akan memiliki arah hidup yang jelas dan terarah, dapat mengecilkan kemungkinan dari kegagalan dan dapat menumbuhkan semangat daya juang hidup yang tinggi. Seseorang yang dewasa tidak akan mudah menyerah dalam memegang teguh prinsip-prinsip hidupnya, namun ia akan luwes jika itu bukan untuk kepentingan pribadinya dan saat menghadapi situasi perdebatan, seseorang yang dewasa akan melepaskan kacamata prinsipnya.

Meskipun kedewasaan seseorang tidak selalu berkaitan dengan intelegensinya, keunggulan orang yang memiliki intelegensi yang tinggi adalah mereka cenderung mempunyai perkembangan emosi yang lebih baik dan mempunyai kemampuan menyesuaikan diri atau kematangan sosial yang lebih baik dibanding dengan orang-orang yang memiliki intelegensi yang standar atau rendah. Namun, perlu ditekankan lagi bahwa kedewasaan seseorang tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Kedewasaan berkaitan dengan kematangan dalam berpikir, bersikap dan bertindak dalam mengambil suatu keputusan dalam hidupnya dengan bijaksana.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Muhamad Dika Wahyudi
Muhamad Dika Wahyudi

An Impassioned Content Writer

Artikel: 13

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

37 + = 46