Mengupas Tuntas Writerpreneur, Profesi Menjanjikan di Era Digital

Digitalisasi era merupakan fenomena modern dari perkembangan teknologi. manfaatnya sangat besar dalam mengoptimalkan komunikasi dan pertukaran informasi. Proses digitalisasi era ini memang bertahap dan saat ini sudah semakin berkembang meluas. Di era industri 4.0, teknologi semakin canggih dan membantu interaksi jarak jauh. Dengan demikian, segala kebutuhan di berbagai bidang dapat terpenuhi secara real time dan efisien. Salah satu hal yang menjadi bukti digitalisasi era adalah digital content yang menjembatani pertukaran informasi di berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, bisnis digital content semakin terdepan.

Bisnis tersebut merujuk pada profesi writerpreneur. Berbagai konten digital yang diperlukan untuk berbagai hal, seperti digital marketing, sosialisasi online, penyediaan online information, dan sebagainya, menciptakan suatu kebutuhan terhadap jasa kepenulisan. Dengan demikian, muncullah profesi yang sangat strategis yaitu writerpreneur. Konten digital dalam bentuk tulisan yang diperoleh dari writerpreneur ini sangat berkualitas dan mampu mempercepat penyebaran informasi ataupun melancarkan kegiatan pemasaran. Saat ini, sudah berkembang berbagai agensi ataupun komunitas pembuat konten yang menawarkan jasa pembuatan tulisan.

Apa Itu Writerpreneur?

Writerpreneur adalah sebuah istilah yang merupakan gabungan dua kata yaitu “writer” dan “entrepreneur.” Kata “writer” berarti penulis dan kata “entrepreneur” artinya pebisnis. Dengan demikian, arti writerpreneur itu sendiri adalah penulis yang berbisnis dengan menjual karyanya sendiri berupa tulisan. Menarik, bukan?

Dalam dunia kepenulisan konten ini, semua pihak yang berprofesi sebagai writerpreneur bersedia menyajikan berbagai jenis tulisan sesuai keinginan klien. Spesifikasi tulisan juga akan disepakati antara kedua belah pihak. Sudah pasti pihak penulis akan menyusun panduan kepenulisan sesuai permintaan klien dan tidak lupa mengonfirmasikan hal-hal terkait konten agar klien merasa puas. Dalam perkembangannya, pihak agensi ataupun penulis secara pribadi tetap melakukan promosi mengenai jasa pembuatan konten tulisan agar lebih banyak pihak yang tertarik.

Seberapa Besar Peluang Menjadi Writerpreneur?

Profesi yang satu ini sudah mulai menjamur karena permintaan yang melejit. Banyak sektor yang membutuhkan digital content berupa tulisan, terlebih untuk keperluan promosi dan penyampaian informasi di platform online. Berdasarkan besarnya permintaan tersebut diiringi dengan digitalisasi era, peluang menjadi writerpreneur juga sangat besar.

Menyadari betapa besarnya peluang menjadi writerpreneur tersebut, sangat penting untuk mengoptimalkannya dengan mencoba menjadi writerpreneur. Bagi Anda yang mempunyai bakat ataupun minat dalam dunia kepenulisan, bisa mengasah kemampuan menulisnya dan memanfaatkan prospek writerpreneur ini. Bahkan, kemampuan pembuatan konten berupa tulisan, seperti artikel, review, caption, dan sebagainya, dapat dipelajari sedikit demi sedikit. Uniknya, profesi writerpreneur ini dapat dijadikan pekerjaan sampingan. Anda bisa mencoba sistem freelance yang sistem kerjanya online. Kemungkinan ini bisa menjadi angin segar bagi Anda yang sudah mempunyai pekerjaan utama, namun ingin memanfaatkan prospek penulis konten sekaligus membagikan wawasannya.

Rekomendasi Profesi untuk Writerpreneur

Dengan menulis, semua hal dapat diabadikan untuk orang banyak. Terlebih lagi, dunia digital sangat menjamin penyampaian wawasan secara real time dan mendukung penyimpanan data secara aman untuk dilihat berulang kali di kemudian hari. Fasilitas ini sangat mendukung kemajuan profesi writerpreneur. Perlu diketahui pula, profesi writerpreneur ini sangat banyak jenisnya. Inilah beberapa rekomendasinya untuk Anda.

  1. Content Writer

Salah satu bentuk writerpreneur adalah menjadi content writer atau penulis konten. Pekerjaan ini ada yang bersifat tetap di suatu agensi dan ada yang menggunakan sistem freelance atau pekerja lepas. Anda dapat memilih yang sesuai kebutuhan. Bahkan, Anda yang sudah mempunyai banyak relasi dapat membuka jasa pembuatan konten sendiri dan memungkinkan mempunyai karyawan.

Deskripsi pekerjaan content writer ini adalah menulis konten berupa artikel yang informatif sesuai permintaan klien. Artikel tersebut diperlukan untuk mengisi blog atau website milik klien. Umumnya, klien yang membutuhkan konten tersebut adalah organisasi bisnis untuk pengenalan perusahaan dan promosi produk. Adapula berbagai pihak yang memesan artikel review product yang berguna untuk memudahkan konsumennya mendapatkan informasi produk.

  1. Copy Writer

jenis pekerjaan writerpreneur berikutnya adalah copy writer. Profesi ini memang berbeda dengan content writer. Copy writer ini bertugas menulis konten yang lebih singkat dibandingkan content writer. Tugasnya menulis headline dan tagline dalam kalimat singkat. Meskipun demikian, ada tuntutan lebih untuk seorang copy writer yaitu kreativitas. Pembuatan headline dan tagline ini harus semenarik mungkin dan diusahakan tertanam di benak pembaca. Deskripsi singkat dari suatu produk, layanan, dan kegiatan juga menjadi tugas copy writer.

  1. Blogger

Apakah Anda sudah mempunyai blog pribadi? Menjadi seorang blogger ternyata juga bisa menghasilkan uang. Istilahnya adalah monetisasi blog. Selain melakukan hobi dan mengisi waktu luang, menulis konten di blog juga ada yang berbayar. Jika blog Anda sudah mempunyai banyak pengunjung dan penggemar, maka semakin besar kemungkinannya untuk menuliskan konten periklanan. Anda bisa menerima kerja sama dari suatu organisasi bisnis untuk mengiklankan produknya secara digital di blog pribadi. Nantinya, organisasi tersebut akan membayar jasa pembuatan konten sekaligus jasa posting di blog Anda.

  1. Ghost Writer

Terdapat istilah unik dalam dunia writerpreneur yaitu ghost writer. Tidak menyeramkan seperti namanya, ghost writer ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penulis yang namanya dirahasiakan atau tidak dimuat dalam tulisan yang dibuatnya. Dalam kerja samanya, tidak mencantumkan nama dalam tulisan yang di-posting ini sudah merupakan perjanjian. Sistem kerja seperti ini bertujuan agar tulisan yang dibuat bersifat netral dan tidak mengandung unsur subjektif.

  1. Penulis Tamu

Pasti Anda pernah mengetahui sebuah tawaran di koran, majalah, atau buletin, untuk mengirimkan tulisan. Penawaran tersebut cukup menarik karena disertakan informasi bahwa tulisan yang berhasil dimuat akan mendapatkan honorarium alias fee. Penulis yang lolos kurasi dan tulisannya dimuat itulah yang disebut penulis tamu. Dari sistem kerjanya tersebut, profesi ini memang tidak tetap dan menghasilkan karena tergantung pada lolos atau tidaknya tulisannya. Untuk itu, pekerjaan ini cocok untuk sampingan. Jika sering berlatih dan memahami tipe tulisan yang dimuat, maka tidak menutup kemungkinan tulisan Anda akan sering dimuat.

Jurus Jitu Berkarir sebagai Writerpreneur

Mengenal dunia writerpreneur ternyata mengasyikkan, bukan? Digitalisasi era telah membawa kita semua pada perubahan. Kesempatan memperoleh penghasilan melalui kegiatan menulis ternyata sangat menjanjikan di masa modern ini, terlebih sekarang masih berada di masa pandemi. Guna mengoptimalkan peluangnya tersebut, pelajari dan terapkanlah berbagai jurus jitu untuk berkarir sebagai writerpreneur ini.

  1. Update

Jika ingin memasuki dunia writerpreneur, maka diperlukan kemauan untuk selalu update informasi. Menulis konten ini berarti menulis tulisan non fiksi atau berdasarkan fakta. Dengan demikian, penulis harus kaya informasi aktual dan kaya wawasan. Dengan modal tersebut, penulis mampu menyajikan tulisan yang berbobot dan berbasis fakta. Untuk itu, perlu ditanamkan cinta membaca dalam diri penulis secara bertahap karena sejatinya semua hal dalam hidup ini adalah sebuah proses.

  1. Bersikap Terbuka

Bersikap terbuka adalah kunci menjadi penulis yang sukses. Mengapa? Sikap terbuka ini mengarahkan seseorang untuk menghargai pendapat orang lain, menerima berbagai sudut pandang yang berbeda, dan bersikap objektif. Berbagai penerimaan tersebut menjadikan seseorang sebagai penulis yang penuh ide, bijaksana, dan netral. Tulisan yang dibuat memang harus objektif dan tidak mengandung unsur SARA.

  1. Menyukai Observasi

Poin berikutnya adalah menyukai observasi. Menjadi seorang penulis sudah secara otomatis menjadi seorang observator atau pengamat. Hal ini merupakan kunci sukses penulis karena dengan mengamati lingkungan sekitar atau isu terkini, Anda memperoleh fakta akurat, aktual, dan pastinya memperkaya bahan tulisan. Kualitasnya akan lebih terjamin.

  1. Selalu Mempelajari Hal Baru

Mengembangkan kualitas tulisan tentu menjadi sebuah keharusan bagi seorang penulis. Oleh karena itu, mempelajari hal baru adalah solusi untuk membantu meningkatkan kualitas tulisan dengan kemampuan menulis yang terus berkembang. Seorang penulis harus mau terus belajar untuk menyajikan konten yang informatif, menarik, dan komunikatif. Belajar hal baru ini meliputi berbagai aspek, seperti gaya penulisan, mengintegrasikan kosakata, menyusun kalimat agar mudah dipahami dan menarik, dan sebagainya. Hal ini sangat diperlukan agar tulisan tidak monoton.

  1. Pantang Menyerah

Pantang menyerah sudah pasti menjadi kunci sukses setiap orang dalam berbagai aspek kehidupan di semua profesi. Dalam menulis, seringkali mengalami kendala berupa writer’s block, bad mood, konsentrasi menurun, bosan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, upayakan untuk selalu bersemangat dan jangan mudah menyerah hanya karena kerikil kecil. Ingatlah tujuan awal Anda.

  1. Komitmen dan Konsisten

Memutuskan menjadi writerpreneur haruslah benar-benar berasal dari kemauan diri sendiri. Setiap hal yang dilakukan atas dasar senang dan kemauan, pasti akan menghasilkan sesuatu yang optimal dan berkelanjutan. Untuk itu, komitmen sebagai writerpreneur harus ditanamkan dalam diri dan harus dijalani dengan konsisten. Teguhlah dengan prinsip Anda, maka kesuksesan karir sebagai writerpreneur akan mengikuti.

  1. Menerapkan Time Management yang Efektif

Time management yang efektif banyak menyelamatkan berbagai impian dan tujuan hidup. Kemampuan dalam memanfaatkan waktu sebaik mungkin memang perlu disertai dengan keteguhan prinsip. Anda perlu belajar untuk terus konsisten menulis dan jangan pernah bosan meningkatkan kemampuan diri. Ingatlah untuk memberikan jangka waktu di setiap kegiatan dan fokuslah pada target agar semakin produktif.

Itulah kupas tuntas seputar dunia writerpreneur yang semakin banyak diminati karena prospeknya yang luar biasa. Kesempatan menjadi penulis berbayar ini memang tak boleh disia-siakan begitu saja. Apabila tertarik dalam dunia kepenulisan, langsung saja mencobanya. Berbagai panduan di atas akan memudahkan Anda.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Yuan Adelintang Kurniadita
Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah seorang mahasiswi magister Sains Manajemen. Saya mempunyai hobi menulis dan berpengalaman sebagai penulis artikel freelance.

Artikel: 16

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 40 = 49