METODE FREE VOLUNTARY READING DAN SELF-SELECTED READING UNTUK MEMPELAJARI SERTA MEMAHAMI BAHASA ASING

Menguasai bahasa asing merupakan sebuah kewajiban, terutama bagi seseorang yang ingin meneruskan studinya ke Negara diamana bahasanya tak sama seperti bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Selain untuk kepentingan studi, menguasai bahasa asing juga wajib bagi seseorang yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan atau seseorang yang berasal dari Negara lain karena berguna untuk berkomunikasi. Sebagian orang bekerja keras agar bisa menguasai bahasa asing tersebut dan alahasil mereka berhasil, tetapi ada juga sebagian orang yang menyerah untuk mempelajarinya karena karena tidak ada hasil yang didapatkannya mungkin salah satu penyebabnya ialah metode yang digunakan tidak cocok. Di Indonesia bahasa asing yang wajib untuk dipelajari ialah bahasa inggris, bahasa asing tersebut dipelajari sejak mereka duduk di bangku taman kanak-kanak hingga menempuh perguran tinggi, bahkan bahasa inggris dimasukkan dalam ujian nasional yang menentukan pantas tidaknya seseorang untuk lulus dan melanjutkan sekolah ditingkat selanjutnya.

Banyak orang yang menganggap bahasa asing itu sulit untuk dipelajari, tetapi banyak juga orang yang menganggap bahasa asing sebagai kebiasaan sehari-hari. Sebenarnya banyak metode untuk belajar bahasa asing yang bisa digunakan yakni mengikuti kursus atau belajar sendiri, tetapi cara lain yang bisa digunakan untuk menguasai bahasa asing ialah dengan cara mendengarkan lagu berbahasa asing. Cara-cara tersebut digunakan oleh banyak orang agar bisa menguasai bahasa asing, tetapi pada kenyataannya banyak orang yang mengikuti kursus bahasa asing hanya sebagai formalitas semata, alhasil masih banyak yang belum memahami bahasa asing tersebut. Banyak juga test yang digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang memahami bahasa asing tersebut missal TOEFL yang merupakan kepanjangan dari Test Of English as a foreign language, test tersebut menguji sejauh mana seseorang mempunyai perbendaharaan kata dari bahasa asing yang mereka kuasai. Banyak orang memperbanyak perbendaharaan bahasa asing mereka dengan cara mendengarkan lagu dengan bahasa asing, cara itu dianggap mujarab oleh sebagian orang. Para guru dikalangan akademik menyuruh agar siswanya banyak-banyak membaca buku yang berbahasa asing disamping mendengarkan lagu, akan tetapi banyak dari mereka yang tidak melakukannya karena tidak sesuai dengan keinginannya.

Banyak sekali cara dan metode yang digunakan agar dapat memahami bahasa asing mulai dari mendengarkan lagu dengan bahasa asing, mengikuti kursus bahasa asing dan lain sebagainya tetapi hal tersebut belum sepenuhnya berhasil bagi setiap orang. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memahami bahasa asing ialah free voluntary reading yang memanfaatkan kegemaran membaca untuk memahami bahasa asing yang kita pelajari. Metode ini dapat digunakan untuk memperbanyak perbendaharaan bahasa asing yang nantinya membantu untuk memahami bahasa asing tersebut.

Free voluntary reading

free voluntary reading menurut krashen ialah membaca, dikarenakan ingin membacanya tanpa harus melaporkan apa yang telah dibaca dan tidak ada pertanyaan di bagian akhir mengenai apa yang mereka baca. Free voluntary reading bersifat tidak memakasa, dimana jika pembaca mulai bosan dengan apa yang dibacanya maka pembaca tidak diharuskan menamatkan bacaannya, akan tetapi free voluntary reading  biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, hal ini dikarenakan free voluntary reading menyesuaikan keinginan dari sang pembaca untuk membaca bahan bacaannya. Free voluntary reading dapat digunakan untuk mempelajari bahasa asing dikarenakan metode ini merupakan meode yang kuat untuk menyusun kemampuan dalam berbahasa asing, dengan menggunakan metode ini seseorang dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki menjadi lebih tinggi sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan, tetapi sebenarnya tanpa metode free voluntary reading ini mungkin seseorang akan menemukan kesulitan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Ada bukti kuat bahwa free voluntary reading efektif untuk mengembangkan literasi, orang-orang yang banyak membaca akan membaca dengan baik, menulis dengan baik, mengeja dengan baik dan mengembangkan tata bahasa serta memperluas kosakata (Krashen and McQuillan 1998).

menurut krashen, ketika seseorang melakukan metode free voluntary reading maka otomatis seseorang tersebut melewati dua proses pembelajaran, yang pertama ialah membangun kemampuan (skill building), hal ini dimaksudkan seseorang yang melaksanakan free voluntary reading skillnya akan terbangun karena ketika membaca buku dengan menggunakan bahasa asing dengan suka rela maka seseorang akan menjumpai kata dengan bahasa asing dan memaknainya, mulai mengejanya sehingga mengetahui arti dan juga cara bagaimana membaca bahasa tersebut setelah mempraktekkannya. Kedua, yakni belajar dari kesalahan (error correction), ketika seseorang membaca dengan sukarela buku berbahasa asing tersebut maka secara otomatis juga akan belajar dari kesalahan  sehingga dapat memperdalam arti dan cara mengejanya.

Penerapan free voluntary reading

Free voluntary reading sesuai namanya yakni membaca buku karena ingin membacanya bukan karena perintah (krashen 2004) karena itu seseorang dapat melakukannya dimanapun dan kapanpun. Anderson, Wilson dan fielding dalam krashen (2004) mengatakan bahwa seorang anak yang menghabiskan waktu diluar sekolah dengan membaca diprediksikan mereka akan mempeoleh manfaat dari membacanya (cara membaca, vocabulary,dan kecepatan membaca). Penerapan free voluntary reading dilakukan dengan bebas dan sesuka hati, karena dimana ada niat membaca atau keinginan untuk membaca dan memulai membaca buku karena terdorong oleh keinginan membaca, maka disitulah free voluntary reading dimulai. Memulai free voluntary reading tidaklah harus dilakukan di sekolah, karena terkadang keinginan membaca tumbuh diluar waktu tersebut, perpustakaan merupakan tempat untuk membaca buku yang pas diwaktu istirahat melakukan pembelajaran, tetapi di perpustakaan tidak hanya buku yang berbau akademik yang harus dibaca, semua bebas memilih bahan bacaannya, hal ini dikarenakan free voluntary reading tidak hanya diwajibkan membaca buku yang berbau akademik, seseorang bebas memilih sesuai apa yang ingin dibacanya. Selain di perpustakaan terkadang rasa ingin membaca tumbuh diwaktu seseorang tidak mengerjakan sesuatu, misalnya ketika sedang menunggu di halte, atau sambil mendengarkan musik.

Hal kedua yang dapat diterapkan ia self-selected reading atau dapat diartikan memilih sendiri bahan bacaan yang diinginkan, Krashen (1993) mengatakan bahwa seseorang akan menambah intensitas membaca mereka jika materi yang mereka baca atau materi yang tersedia itu mudah. Seperti yang sudah dibahas, memahami bahasa asing menggunakan metode free voluntary reading tidak hanya terbatas oleh buku akademik semata, melainkan bebas memilih mana buku yang ingin dibaca sehingga dapat meningkatkan keinginan untuk membacanya. Untuk pemula yang menggunakan metode free voluntary reading untuk memahami bahasa asing biasanya dimulai dengan membaca komik, majalah bahkan novel yang berbahasa asing. Hal tersebut berguna untuk memancing minat akan membaca. Jadi penerapan free voluntary reading dapat dilakukan dengan cara membaca buku yang membuat seseorang tertarik untuk membaca di waktu luang, dan jika seseorang mulai tertarik untuk membaca itu maka akan lebih banyak buku yang akan dibaca maka proses pembelajaran akan terjadi yang akan menambah pemahaman tentang bahasa asing.

Sebuah Pembuktian

Sebuah kasus yang telah dipaparkan oleh krashen dimana Ms Jung Seo yang merupakan orang korea yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa keduanya, mula-mula ia melaporkan bahwa ia tidak senang membaca buku berbahasa inggris, tetapi setelahnya Ms.Jung Seo memulai membaca buku berbahasa inggris dengan sungguh-sungguh sampai empat tahun delapan bulan kedepan, pada waktu itu sejarah tertulis. Ia mengatakan bahwa ia membaca satu jam per hari dan ia menulis 200 buku dalam bahasa inggris sejak ia memulai program membacanya dan ia juga menulis 600 buku anak-anak berbahasa inggris. Dari kasus yang diangkat oleh krashen yang meceritakan kasus ketidak sukaan Ms Jung Seo wanita yang berkebangsaan Korea dengan bahasa inggris sehingga ia tidak senang membaca buku yang berbahasa inggris, tapi perubahan terjadi ketika ms Jung Seo mulai membaca dengan serius buku-buku yang berbahasa inggris selama empat tahun delapan bulan dengan cara membaca satu jam per hari alhasil ia dapat menulis 800 buku berbahasa inggris. Ms Jung Seo terdorong niatnya untuk belajar bahasa ingris dikarenakan, setelah mendapatkan pelajaran bahasa inggris di sekolah Ms. Jung Seo kurang puas dengan kemampuan berbahasa inggrisnya. Ia memulai membaca di perpustakaan lokal bahasa inggris dengan berbagai macam buku ia membaca di  stasiun 20 menit sebelum berangkat kerja dan 20 menit di rumah setiap harinya selain itu Ms. Jung Seo melaporkan bahwa ia juga membaca sebelum tidur, sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar dan juga saat ia liburan. Ia menggunakan metode membaca self-selected reading, ia mulai membaca buku fiksi kesukaannya yang ditulis oleh penulis favoritnya yakni Sidney Sheldon dan sophie Kinsella. Ia sangat suka buku karangan Kinsella dan mengatakan bahwa tidak bisa berhenti membacanya. Dan istimewanya sekarang Ms.Jung Seo tidak kesulitan untuk membaca buku berbahasa inggris, ia mengingat bahwa tahun-tahun lalu ia sangat kesulitan untuk membacanya, Ms.Jung Seo selalu membawa kamus ketika ia membaca, selain itu ia merasa lebih fasih berbicara bahasa inggris dan juga ia lebih percaya diri berbicara dengan ahli bahasa dan sekarang ia bisa paham dengan siaran TV America dan film tanpa subtitle.(Cho and Krashen 2016).

Dari pengalaman yang dialami oleh Ms Jung seo membuktikan bahwa ia adalah seorang berkebangsaan korea yang tidak suka dengan bahasa inggris, tetapi karena ia merasa kemampuan bahasa inggrisnya kurang ia memulai belajarnya denga metode self-selected reading dan melakukannya secara berkala ketika ia mendapat waktu luang selama empat tahun delapan bulan dan hasilnya ia mampu menulis buku berbahasa inggris dan ia juga fasih  berbahasa inggris dan pada saat ini Ms.Jung seo mampu memahami siaran TV America dan juga film tanpa menggunakan subtitle. Hal tersebut dikarenakan metode free voluntary reading dan menggunakan self-selected reading yang dilakukan secara bertahap oleh Ms.Jung Seo yang mempu membawanya memahami bahasa inggris.

Jadi, Free voluntary reading merupakan metode yang dapat digunakan untuk mempelajari dan memahami bahasa asing, free voluntary reading bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun tanpa adanya paksaan, terdapat dua proses pembelajaran di dalam free voluntary reading yakni membangun kemampuan (skill building) lewat membaca untuk memahami makna dari kata asing, memperbanyak perbendaharaan dan mengetahui cara membaca dan juga error correction yakni belajar dari kesalahan dari membaca arti dan mengetahui makna, jadi dapat menjadi bahan evaluasi agar kita tahu bagaimana cara membaca yang benar. Salah satu macam dari self-selected reading yang dapat diterapkan, hal ini akan menarik keinginan seseorang untuk membaca karena memilih bahan bacaannya sendiri untuk dibaca. Jadi, metode Free voluntary reading dapat digunakan sebagai metode untuk memahami bahasa asing terutama untuk seseorang yang memiliki kepentingan menguasai bahasa asing misal untuk orang yang akan melakukan test seperti TOEFL (Test Of English As a Foreign Language) kemampuan berbahasa inggris metode ini disarankan untuk digunakan, dikarenakan free voluntary reading dapat meningkatkan perbandaharaan bahasa asing yang kita miliki sehingga mempermudah untuk menjalani test tersebut. Free voluntary reading juga disarankan bagi para pelajar ataupun mahasiswa yang sedang meneruskan studinya untuk memperlancar setiap materi yang didalami terutama yang menggunakan bahasa asing dan juga metode Free voluntary reading ini bisa dilakukan sembari mengisi waktu luang ditengah-tengah melakukan aktivitas.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Achmad Rizki
Achmad Rizki

Lulusan S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan, memiliki sertifikat sebagai pustakawan yang diterbitkan oleh BNSP. Memiliki pengalaman sebagai pustakawan dan kearsipan serta administrasi.

Artikel: 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 + = 53