Cara Mencegah Kecurangan/ Fraud dalam Perusahaan

Dalam menjalankan suatu bisnis tentu tidak mudah. Terlebih jika berkaitan dengan mengolah laporan keuangan. Fraud atau kecurangan ini biasanya terjadi karena unsur kesengajaan yang dapat membahayakan perusahaan.

Oleh karena itu, perlu adanya langkah untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi. Sebagai bentuk pencegahan, berikut ini 5 cara mencegah kecurangan dalam perusahaan.

1. Pelaksanaan SOP yang Ketat

Pelaksanaan SOP atau Standard Operational Procedure yang ketat menjadi pilihan utama untuk mencegah kecurangan dalam suatu perusahaan. SOP sendiri dibuat untuk menjamin agar proses yang dijalankan oleh perusahaan berjalan sesuai rencana.

Pengabaian SOP yang seringkali hanya dianggap sebagai pelengkap administrasi perusahaan akan mengakibatkan suatu perusahaan menjadi tak terkendali. Tak hanya itu, juga dapat memicu celah terjadinya praktik Fraud atau kecurangan.

Untuk mengatasi Fraud tersebut, perusahaan perlu memperketat SOP untuk para karyawan. Sistem reward dan punishment dapat dilakukan sebagai hasil dari kedisiplinan yang telah dijalankan.

Dengan adanya pantauan ketat pada SOP, kecurangan yang terjadi dapat dideteksi sedini mungkin. Sehingga, dapat segera dilakukan tindakan pencegahan untuk selanjutnya.

2. Melakukan Audit secara Teratur

Suatu bisnis sangat memungkinkan terjadinya tindak kecurangan dalam pelaporan keuangan. Maka dari itu, penting untuk memanfaatkan internal audit dengan sebagaimana mestinya.

Internal auditor dapat dilakukan secara khusus bagi beberapa karyawan yang memang ingin menambah kompetensinya secara lebih luas. Setidaknya saat dilakukan minimal 1-2 bulan sekali.

Pelaksanaan training ini berhubungan dengan tindakan untuk pencegahan masalah Fraud agar dapat diatasi dengan baik. Di lain sisi, karyawan pun dapat bekerja dengan lebih berhati-hati dan jujur.

3. Memperbaiki Kultur Perusahaan

Kekurangpahaman karyawan dalam memahami visi dan misi suatu perusahaan merupakan salah satu faktor terjadinya Fraud. Bahkan, mungkin saja pengaruh kultur tertentu dari luar kantor menjadi salah satu akibatnya.

Untuk mengatasi hal ini, transfer visi dan misi dari atasan harus berlangsung dengan benar. Sehingga, para karyawan bisa mendapatkan nilai yang dituju secara bersama-sama.

Di lain sisi, suatu perusahaan pun sebaiknya mempunyai standar transparasi sendiri demi menutup celah Fraud di kemudian hari.

4. Pemakaian Software yang Accountable

Pemakaian software sudah awam dilakukan oleh perusahaan. Software pun dapat mengatasi masalah berupa pembukuan perusahaan hingga Fraud laporan keuangan. Hal tersebut terjadi akibat software yang dapat bekerja sesuai dengan sistem.

Pemakaian software yang tepat dapat membantu perusahaan dalam membangun akuntabilitas dengan efisien. Selain itu, penggunaan software yang accountable juga dapat meningkatkan efisiensi kerja dan memudahkan pengawasan kerja.

5. Menggunakan Sistem Pengendalian Internal yang Baik

Selain memiliki sistem pengendalian internal, perusahaan juga harus memastikan standar prosedur yang baik. Hal ini guna untuk memudahkan dalam mengatur perilaku karyawan agar berperilaku sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Terdapat berbagai standar umum yang telah digunakan. Di antara lain dalam hal pemisahan tugas, penegakan sistem otorisasi, pengecekan, dan lain sebagainya. Jika hal ini berhasil dilakukan, otomatis tindakan kecurangan dapat diantisipasi.

Itulah ulasan mengenai beberapa cara untuk mencegah Fraud dalam perusahaan. Di antara lain pelaksanaan SOP yang ketat, audit secara teratur, memperbaiki kultur perusahaan, pemakaian software yang accountable, dan sistem pengendalian internal yang baik.

Langkah-langkah tersebut utamanya untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan akibat adanya Fraud dalam perusahaan. Serta yang tak kalah penting, suatu perusahaan ataupun instansi sangat memerlukan kerja sama di antara para pegawainya agar dapat berkembang.

Total dibaca 747 , Hari ini 2 

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Dwi Lukmantoro
Dwi Lukmantoro

Salam Kenal, saya Dwi Lukmantoro. Laki-laki muda asal Ngawi yang gemar menulis. Mari bertukar pemahaman, informasi, saran, dan motivasi.

Artikel: 14

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berapa + 57 = 62