mitigasi bencana banjir

Indonesia Sering Diterpa Bencana, Saatnya Kita Tidak Remehkan Mitigasi Bencana!

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah daerah di Indonesia sedang ditimpa bencana. Salah satu pekerjaan rumah paling penting untuk pemerintah dan masyarakat Indonesia adalah melakukan mitigasi bencana secara serius.

Sudah beberapa pekan terakhir, kita melihat berbagai berita buruk di stasiun televisi mengenai bencana yang dialami saudara kita di berbagai penjuru nusantara.

Mulai dari banjir di Kalimantan, tanah longsor di Sumedang, gempa bumi di Sulawesi Barat, hingga Gunung Semeru yang mengeluarkan erupsi.

Kondisi alam memang tidak dapat diprediksi.

Namun, yang bisa kita lakukan adalah melakukan mitigasi bencana.

Apa itu mitigasi bencana? Yuk kita simak uraian di bawah ini!

Mitigasi Bencana Adalah..

Mitigasi bencana adalah upaya untuk meminimalkan dampak dari sebuah bencana.

Upaya tersebut diwujudkan dengan membangun sarana prasarana serta edukasi pada publik.

Lalu dampak apa saja yang bisa diminimalisasi jika memiliki mitigasi yang baik?

  • Meminimalkan risiko korban jiwa.
  • Memperkecil kerugian ekonomi.
  • Memperkecil potensi kerusakan sumber daya alam.
  • Membuat masyarakat merasa aman dan nyaman.
  • Meningkatkan kepekaan masyarakat akan risiko dan dampak bencana.
  • Membantu pemerintah membuat rencana pembangunan di masa depan.

Jenis Mitigasi Bencana

Secara umum, jenis mitigasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Mitigasi Struktural

Mitigasi struktural adalah upaya memperkecil risiko bencana dengan cara membangun berbagai sarana dan prasarana.

Contohnya adalah membangun kolam retensi untuk mencegah banjir, membangun rumah tahan gempa, membuat sistem peringatan dini ketika gelombang tsunami akan datang, dan lain-lain.

2. Mitigasi Nonstruktural

Mitigasi nonstruktural adalah upaya memperkecil risiko bencana dengan cara membuat kebijakan atau peraturan.

Inisiasi ini tentu harus dimulai pemerintah.

Salah satu contohnya adalah dengan memperbaiki rencana tata ruang kota dan tata wilayah sebuah daerah, sosialisasi kepada warga, dan lain-lain.

Upaya Mitigasi

Upaya mitigasi bisa dibedakan berdasarkan jenis bencananya.

Berikut adalah beberapa contoh upaya mitigasi bencana.

1. Mitigasi Gempa Bumi

ilustrasi gempa bumi
sumber: Freepik.com/brgfx

Sebelum terjadi gempa, berikut adalah upaya yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat:

  • Mendirikan bangunan tahan gempa.
  • Sosialisasi kepada warga bahwa mereka tinggal di daerah rawan gempa bumi.
  • Siapkan berbagai peralatan, semisal senter, P3K, makanan darurat, dan lain-lain di tempat yang ditentukan.
  • Menyimpan nomor-nomor penting di ponsel.
  • Kenali jalur evakuasi.
  • Mengikuti simulasi mitigasi gempa bumi.

Sementara, saat terjadi gempa bumi, lakukanlah hal berikut:

  • Jauhi bangunan yang memiliki kemungkinan roboh.
  • Perhatikan daerah tempat kita berdiri, apakah ada retakan tanah atau tidak.
  • Jauhi pantai.

Setelah gempa bumi terjadi, lakukanlah hal berikut:

  • Keluar dari bangunan.
  • Tolong orang sekitar yang terluka.
  • Jauhi bangunan yang memiliki kemungkinan akan roboh.

2. Mitigasi Tanah Longsor

mitigasi bencana tanah longsor
sumber: AFP via rnz.co.nz

Jika daerah kamu rawan bencana tanah longsor, perhatikanlah beberapa poin berikut:

  • Hindari membangun rumah di tanah dengan tingkat kemiringan ekstrem.
  • Pastikan sistem drainase sudah baik.
  • Penghijauan dengan penanaman tanaman di sekitar perumahan.
  • Pastikan fondasi bangunan kuat.
  • Tutup rekahan di atas lereng untuk mencegah air cepat masuk ke dalam tanah.

3. Mitigasi Banjir

mitigasi bencana banjir di Jakarta
sumber: tempo.co

Sebelum sebuah daerah banjir, berikut hal yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat:

  • Menata daerah aliran sungai.
  • Membangun sistem pemantauan dan peringatan banjir.
  • Hindari membangun rumah di bantaran sungai.
  • Tidak membuang sampah ke sungai.
  • Menanami sekitar hulu sungai dengan beragam jenis tanaman.

Kemudian, saat banjir terjadi, inilah hal yang bisa kamu lakukan:

  • Matikan listrik.
  • Mengungsi ke daerah aman.
  • Hindari berjalan di sekitar saluran air.
  • Hubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB)

Setelah banjir surut, lakukanlah hal berikut:

  • Membersihkan rumah.
  • Hindari menggunakan air yang sudah tercemar dan tercampur air banjir.
  • Siapkan air bersih agar tidak terkena diare.
  • Periksa sekitar rumah, apakah ada ular berkeliaran atau tidak, karena bisa saja ular masuk rumah karena terbawa arus banjir.

4. Mitigasi Erupsi Gunung Berapi

mitigasi bencana gunung berapi
sumber: freepik.com/jcomp

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah melalui BPBD untuk membantu masyarakat melakukan mitigasi, di antaranya adalah:

  • Memantau aktivitas gunung berapi.
  • Memetakan kawasan yang rawan bencana.
  • Mensosialisasikan kondisi wilayah sekitar gunung berapi kepada masyarakat.
  • Membuat rute penyelamatan diri, sehingga masyarakat tahu harus pergi ke mana ketika gunung berapi erupsi.
  • Membuat pos penanggulangan bencana gunung berapi.

***

Itulah sejumlah langkah mitigasi bencana yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya!

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Theofilus Richard
Theofilus Richard

Hai, saya Theofilus Richard. Sebelumnya, saya berpengalaman sebagai Jurnalis selama dua tahun dan Penulis Konten selama satu tahun. Semoga tulisan saya berkenan untuk Anda.

Artikel: 15

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

40 + = 44