https://simakterus.com/

INVESTASI DI TENGAH PANDEMI? SIAPA TAKUT

Pandemi lagi-lagi semakin hari semakin meningkat. Walaupun pemerintah sudah melakukan sistem PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, namun masih saja banyak masyarakat yang masih suka keluar tanpa mengikuti protokol kesehatan. Alasannya pun beraneka ragam. Mulai dari lupa membawa masker, susah bernafas kalau pakai masker, nanggung karena jarak yang ditempuh ke tempat tujuan dekat, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, sampai tahun 2021 pun pandemi masih terus berlangsung. Work from home atau bekerja dari rumah sudah tidak asing lagi bagi beberapa kalangan termasuk saya. Seiring dengan perkembangan zaman juga, banyak bermunculan pekerjaan online yang bisa dikerjakan dari rumah. Ini bisa membantu mereka yang terdampak covid di tempat kerja mereka memenuhi kebutuhan perekonomian mereka.

Jika muncul pertanyaan, uang itu memangnya bisa berkembang atau beranak pinak? Jawabannya ya pasti bisa dong. Lalu, bagaimana caranya? Caranya, misalnya dengan kalian jadikan uang kalian sebagai modal untuk membuka usaha, seperti membuka online shop. Kalian bisa menyetok barang jualan kalian lalu kalian jual kembali kepada khalayak umum dengan harga yang sudah sepantasnya. Kalian harus pandai-pandai mempromosikan dagangan kalian agar laku. Dengan begitu, uang kalian akan bertambah lebih banyak dari modal kalian.

Apakah ada cara lain? ada dong. Yaitu investasi. Investasi ini sistem sederhananya sebenarnya hampir sama dengan jual beli biasa, namun yang membedakan ialah barang yang dijualbelikan.  Buat kalian yang masih bingung seputar investasi, kalian mengunjungi artikel yang tepat. Simak baik-baik penjelasan di bawah ini ya. Jangan sampai kalian skip oke.

Apa Keuntungan dari Investasi?

Jangan salah kira, kalian yang berinvestasi akan memperoleh keuntungan sesuai dengan jenis investasi yang kalian lakukan masing-masing yang pastinya keuntungan itu akan maksimal jika kalian mengerti alur dan sistem dari investasi itu. Maka dari itu, buat kalian yang masih pemula dianjurkan untuk mengerti bagaimana sistem investasi itu bekerja agar kalian tidak rugi di akhir nanti dan uang yang kalian investasikan nanti juga berlipat ganda. 

Apa itu Investasi?

Nah, sebelum kita memasuki ke penjelasan yang lebih mendalam seputar investasi, ada kalanya kalian mengenal terlebih dahulu apa itu investasi.

Investasi adalah menanamkan atau menempatkan aset baik berupa harta maupun dana pada sesuatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan atau akan meningkatkan nilainya di masa mendatang. Dalam arti lain atau secara sederhananya, investasi berarti mengubah cash flow (aliran uang kas) agar mendapatkan keuntungan atau laba dengan jumlah yang lebih besar di kemudian hari.

Berbeda lagi dengan investasi keuangan. Investasi keuangan adalah menanamkan dana pada surat berharga (financial asset) yang diharapkan akan meningkat di masa yang akan datang. 

Financial asset disini terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:

  1. Fixed Income atau pendapatan tetap. Surat-surat berharga yang dikeluarkan yang memiliki penghasilan tetap seperti deposito dan obligasi. Deposito adalah salah satu produk perbankan yang memberikan layanan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu. Suku bunga deposito ini lebih tinggi jika dibanding dengan suku bunga tabungan biasa. Dalam deposito, Anda akan memilih jangka waktu menyimpan dana: mulai dari tiga bulan, enam bulan, satu tahun dan seterusnya. Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan hutang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang.
  2. Equity atau saham. Yaitu bukti kepemilikan dari sebuah atau beberapa perusahaan, sehingga penting bagi pemilik saham untuk mengetahui informasi tentang perusahaan yang mengeluarkan saham dapat mengetahui nilai klaim dari investasi tersebut.
  3. Instrumen Derivatif. Instrumen yang merupakan turunan dari saham seperti future trading. 
  4. Portofolio merupakan gabungan dari seluruh instrumen-instrumen investasi keuangan seperti reksadana. 

Financial Asset ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

  1. Liquid. Makna dari liquid adalah mudah dibeli dan mudah pula untuk dijual kembali.
  2. Mudah untuk dibagi atau divisibility. Perumpamaannya, jika kita memiliki tanah seluas 1 hektar untuk menjual seperempat hektar akan membutuhkan banyak biaya lagi seperti biaya notaris, pembagian surat tanah, dan lain-lain. Berbeda lagi jika kita memiliki tabungan maka kita mengalokasikan sebagiannya ke reksadana. 
  3. Biaya Transaksi Kecil. Biaya transaksi kecil yang paling besar adalah spread. Spread adalah selisih antara bids dan ask atau harga jual dan harga beli, dari nilai spread inilah perusahaan pialang mendapatkan profit. Semakin tidak likuid suatu instrumen investasi, semakin besar pula spread-nya yang diartikan sebagai ongkos dari suatu transaksi.
  4. Kemudahan dalam penggabungan berbagai aset atau pool of fund. Diverifikasikan dalam membagi portofolio hanya mungkin jika menggunakan financial asset. 

Apakah Investasi di Masa Pandemi Seperti Ini Menguntungkan?

Jawaban yang tepat adalah bisa menguntungkan bisa juga tidak. Tergantung dari masing-masing individu. Namun, jika dilihat secara garis besarnya, investasi di era seperti ini bisa dibilang menguntungkan untuk beberapa jenis investasi saja. Dilansir dari gobear.com, ada beberapa jenis investasi yang menguntungkan di masa pandemi yaitu:

1. Obligasi Negara Ritel Seri ORI 17

Bagi kamu yang belum tahu, ORI17 adalah ORI (obligasi negara ritel) seri terbaru yang dikeluarkan pemerintah. Investasi ORI ini cocok sebagai instrumen investasi kala pandemi karena terbilang aman, mudah, dan terjangkau. 

2. Deposito

Menempatkan dana di deposito pun bisa jadi keputusan bijak di tengah pandemi. Apalagi, kini tersedia deposito dengan tenor pendek mulai dari satu bulan, dengan penempatan dana mulai dari Rp 1 juta. 

3. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang bisa dibilang adalah jenis reksadana yang paling minim resiko, tapi return atau imbal hasilnya tetap lebih tinggi dari tabungan. Potensi return reksadana pasar uang berkisar antara 5-7 persen, tergantung kenaikan bunga penyusunnya (deposito, SBI dan obligasi perusahaan). 

4. Saham

Meski banyak saham yang babak belur, beberapa industri justru sedang panen. Lagipula, jangan lupa bahwa investasi saham sebaiknya menggunakan mindset investasi jangka panjang. Jadi, meski sekarang sedang merangkak, peluang bisa cuan kembali beberapa tahun ke depan tetaplah ada. Jika ingin “aman”, kamu bisa memilih sektor-sektor yang tetap aman atau malah bertambah saat pandemi. Misalnya, customer goods, kesehatan, atau teknologi. 

Buat kalian para pemula untuk berinvestasi termasuk saya, bisa nih mencoba untuk berinvestasi reksa dana yang disediakan oleh Tokopedia mulai dari Rp10.000. Untuk info lengkapnya bisa kalian baca di syarat dan ketentuan yang tertera di aplikasi tersebut.

Kalian jangan ragu untuk berinvestasi. Karena disisi lain, kalian juga membantu perkembangan ekonomi negara lho. Dilansir dari situs akseleran.com, terdapat beberapa pengaruh investasi sebagai pembangunan ekonomi dalam suatu negara yaitu:

  1. Realisasi dalam Penanaman Modal
  2. Tantangan dalam Menghadapi Masa Depan

Semoga dengan artikel ini, bisa membantu kalian dan bermanfaat buat semuanya, Semangat dan jangan lupa selalu pakai masker. Semoga pandemi ini segera mereda.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Desiwy
Desiwy

Mahasiswi yang Menyukai Dunia Tulisan :)

Artikel: 18

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 88 = 91