Inspirasi Kopi

Sejak duhulu kopi telah menjadi minuman favorit banyak orang. Budaya meminum kopi, konon bermula dari negeri Ethiopia sejak abad ke-9. Namun budidaya dan perdagangan kopi mulai populer sejak dibawa oleh para pedagang Arab dari Yaman. Pada abad 17 masuklah kopi ke daratan Eropa. Dari sinilah kopi mulai menjadi komoditas dunia dengan memanfaatkan negara-negara jajahan untuk membudidayakannya.

Pada mulanya kopi hanya dijadikan minuman sehari-hari untuk dinikmati dirumah dengan harga yang murah. Seiring waktu, mulailah budaya meminum kopi berpindah dari rumah ke coffee shop atau kedai kopi –dengan harga yang lebih mahal tentunya– dan beberapa varian kopi pun tercipta, mulai dari espresso, latte, cappucino dll.

Bila di Barat ada ada coffee shop, maka di Indonesia kita punya WARKOP atau warung kopi. Tidak seperti di coffee shop, harga kopi di WARKOP sangatlah murah. Mulai dari kopi, terjadilah obrolan. Obrolan di warung kopi memang beragam, mulai dari curhat masalah rumah tangga, sampai bicara soal negara. Saat membicarakannya sembari menyeruput kopi, semua tiba-tiba saja berbicara seperti seorang ahli. Tak jarang, bermula dari obrolan ringan, berujung menjadi sebuah perdebatan sengit bak ajang debat antar politisi kawakan. Efek kopi? Bisa jadi.

Memang khasiat kopi sudah diakui sejak zaman dulu. Secangkir kopi bak minuman ajaib yang membuat orang yang meminumnya seolah mendapatkan transferan energi. Yang tadinya mengantuk, tiba-tiba saja rasa kantuknya hilang. Yang tadinya lesu, berubah jadi semangat yang menggebu-gebu. Seorang penulis yang kehabisan ide pun, tiba-tiba saja mendapat inspirasi untuk bahan tulisan setelah meminum secangkir kopi.

Kopi memang “ajaib”. Maka tak heran bila minuman berwarna hitam dan beraoma khas ini, menjadi minuman paling populer sepanjang sejarah.

Kopi memang bermanfaat, baik dipandang dari zat yang terkandung di dalamnya yang dapat meningkatkan vitalitas dan produktifitas orang yang meminumnya, maupun dipandang dari dampak sosio-ekonomi yang ditimbulkan. Akan tetapi, bila diminum secara berlebihan, sebagaimana minuman olahan lainnya, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Kandungan kafein berlebih yang masuk ke tubuh dapat menimbulkan masalah jantung, berkurangnya nafsu makan dan menyebabkan gangguan tidur atau insomnia.

Oleh karenanya, bijak rasanya jika menjadikan kopi hanya sebagai minuman pelengkap, atau setidak-tidaknya hanya menjadikan kopi sebagai pemulih tenaga dikala tubuh kekurangan energi. Bukan menjadikannya “minuman pokok” yang wajib diminum tiap hari.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Mulyadi Sahaja
Mulyadi Sahaja

Seorang yang hobi menulis dan beropini.

Artikel: 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 81 = 87