Fenomena Mental Block di Kalangan Pekerja dan Tips Menghadapinya

Anda pasti sudah sering mendengar istilah mental block. Fenomena ini sering muncul pada kondisi stres atau kondisi mental tidak mendukung karena banyaknya faktor tekanan. Di kalangan pekerja, stres karena tuntutan pekerjaan, konflik di lingkungan kerja, kondisi persaingan, dan adanya masalah keluarga, merupakan fenomena penyebab mental block yang sering terjadi. Akibatnya, fokus karyawan untuk melakukan pekerjaannya menjadi berkurang dan hasilnya kurang optimal. Belum lagi, karyawan yang mengalami mental block akan terganggu dan perilakunya bisa lebih sensitif. Kondisi ini tentu saja tidak sehat karena dapat memengaruhi kondisi psikis dan kesehatan fisik karyawan tersebut, juga mengganggu hubungan organisasional di lingkungan kerja.

Berbicara tentang kondisi lingkungan saat ini, adanya pandemi covid-19 memicu timbulnya mental block. Aneka persoalan ekonomi yang muncul sebagai akibat pandemi berdampak langsung kepada para pekerja. Penurunan pendapatan, perubahan sistem kerja, penerapan protokol kesehatan, hingga sebagian lainnya terancam PHK, menjadi tekanan tersendiri bagi para karyawan. Semua itu mendukung peningkatan fenomena mental block di kalangan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tepat untuk mengatasinya demi kesehatan mental karyawan dan tetap menjaga produktivitas dan efektivitas kinerjanya.

Apa Itu Mental Block?

Menurut seorang filantropi dan business strategist, Tony Robbins, mental block adalah sebuah hambatan psikologis yang ditandai oleh ketidakmampuan seseorang dalam berkonsentrasi ataupun berpikir dengan baik. Hal ini dapat terjadi kapan saja. Umumnya, mental block sering dialami oleh individu yang mendapatkan banyak tuntutan dan pikirannya terbagi ke berbagai hal. Beban tersebut bisa membuat psikisnya tidak kuat dan muncullah kondisi mental block.

Pada awalnya, kondisi mental block ini biasa saja. Akan tetapi, kondisi psikis dan fisik semakin terbebani jika terlalu sering mengalami mental block. Adapun ciri-ciri mental block di antaranya adalah kehilangan gairah/semangat hidup, menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung, selalu tegang, emosi berlebihan, dan tertekan secara psikis. Dilihat dari berbagai ciri-cirinya tersebut, siapa saja bisa berpotensi mengalaminya.

Penyebab Mental Block

Mengingat potensi mental block yang sangat besar yaitu dapat menyerang siapa saja, setiap karyawan perlu memahami penyebabnya. Tujuannya untuk menghindari penyebabnya, sehingga kondisi psikis jauh lebih baik. Untuk pekerja yang sudah mengalami mental block, baik dalam skala ringan, sedang, maupun berat, dapat meminimalisasi penyebab dirinya mengalami mental block.

Proses perenungan sangat penting dilakukan demi mengetahui apa yang sedang dirasakan, dialami, dan dikhawatirkan. Dengan proses tersebut, diketahuilah penyebab mental block dan dapat memulai mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa penyebab mental block yang dilansir dari Monday Productivity. Uraian mengenai penyebab mental block ini juga dapat membantu Anda menganalisis apa sebenarnya penyebab kondisi mental block.

  1. Kekurangan Vitamin B12

Ternyata, salah satu pemicu seseorang mengalami mental block adalah kekurangan asupan vitamin B12. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi lengkap memang tidak jarang diabaikan oleh para pekerja karena kesibukannya. Kondisi ini justru sangat mengkhawatirkan di kemudian hari. Menurut dr. Rajaprabhakaran Rajarethinam, psikiater dari School of Medicine, Wayne State University, menemukan bahwa mereka yang mengalami depresi dan demensia mempunyai kadar vitamin B12 yang rendah.

Penelitian lainnya dari dr. Helga Refsum, pakar nutrisi University of Oslo, menemukan bahwa vitamin B12 berfungsi melindungi bagian otak yang berhubungan dengan perilaku dan memori. Dengan demikian, seseorang yang terlanjur mengalami mental block harus segera memenuhi asupan vitamin B12. Pemenuhan vitamin B12 ini juga akan mengurangi risiko timbulnya mental block di kemudian hari.

  1. Kurang Tidur

Penyebab mental block berikutnya adalah kurang tidur. Kasus ini sering terjadi di kalangan pekerja karena padatnya aktivitas dan tuntutan deadline yang membuatnya kekurangan waktu tidur. Jika berlangsung terus menerus, kondisi psikis akan terganggu karena mengalami stres akibat kurang tidur. Saat kurang tidur, bagian otak yang dinamakan amygdala mengalami peningkatan aktivitas sampai 60%. tingginya aktivitas amygdala tersebut akan memengaruhi kemampuan otak dalam mengendalikan emosi. Kondisi kurang tidur juga memicu depresi karena fungsi tubuh dan otak tidak optimal, sedangkan tuntutan pekerjaan berikutnya tetap ada. Segala kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami tekanan psikis yang disebut mental block.

  1. Decision Fatigue (Kelelahan Keputusan)

Dalam dunia pekerjaan, terdapat banyak hal yang harus dipikirkan. Kondisi lingkungan kerja internal, maupun eksternal, tentu banyak memengaruhi proses pengambilan keputusan. Jika kondisi lingkungan sedang tidak bersahabat, maka tuntutan pengambilan keputusan akan lebih menguras pikiran untuk memperoleh keputusan yang bijaksana untuk semua pihak. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kelelahan keputusan.

Selain itu, pengambilan keputusan dalam jumlah banyak juga akan menyebabkan kelelahan. Pikiran dan tenaga akan terforsir dalam proses pengambilan keputusan yang banyak tersebut. Untuk itu, tidak heran jika seseorang bisa mengalami mental block karena terlalu lelah dalam mengambil keputusan yang jumlahnya banyak atau kompleks. Untuk itu, diperlukan solusi agar daya pikir otak tetap optimal dan pekerja tidak mengalami stres.

  1. Clutter (Kekacauan)

Adanya kekacauan yang disebabkan oleh lingkungan yang berantakan atau tidak stabil, juga menjadi pemicu mental block. Kemampuan seseorang dalam beradaptasi sangat diuji saat menghadapi dinamika lingkungan. Dalam lingkup pekerjaan, setiap karyawan pasti menghadapi berbagai kondisi yang dinamis. Apabila terdapat kondisi lingkungan perusahaan ataupun lingkungan eksternal yang sangat dinamis ataupun kompleks, para pekerja akan mempunyai tuntutan penyesuaian lebih besar. Kenyamanan di tempat kerja juga menuntut adanya adaptasi. Bagi karyawan yang tidak mampu mengatasinya, akan terjadi kekacauan dalam menjalankan pekerjaannya dengan segenap dinamika lingkungan yang pada akhirnya memicu mental block.

  1. Procrastination (Penundaan)

Penundaan adalah hal yang sering terjadi karena kurangnya konsistensi ataupun kurangnya time management. Kegiatan bekerja yang kurang efektif dan tidak konsisten akan memunculkan keputusan penundaan. Apabila terus menerus menunda, pekerjaan tentu akan menumpuk dan membutuhkan lebih banyak effort untuk menyelesaikannya tepat waktu. Tidak terencananya suatu pekerjaan seperti ini pada akhirnya akan memicu mental block akibat tekanan yang dihadapi sebagai efek penundaan pekerjaan itu sendiri.

Berbagai Bentuk Mental Block

Setelah memahami berbagai ciri-ciri mental block dan penyebabnya di atas, terdapat pula berbagai bentuk mental block yang harus diketahui. Memahami berbagai bentuk mental block ini sangat berguna untuk mengetahui secara pasti seperti apa sajakah gangguan kondisi psikis yang dapat dialami. Salah satunya adalah gangguan psikis di dunia kerja.

  1. Self-Doubt

Bentuk mental block yang pertama adalah self-doubt atau keraguan diri. Self-doubt ini membuat Anda merasa tidak berdaya. Tidak peduli seberapa keras seseorang mengembangkan keterampilan, orang tersebut tetap merasa bahwa apa yang dilakukannya tetap mempunyai nilai yang kecil. Bentuk mental block seperti ini akan membuat seseorang sulit berkembang karena tidak percaya diri atas apa yang sudah dilakukannya.

  1. Fixed Mindset

Pola pikir tetap atau fixed mindset juga membatasi pengembangan sudut pandang. Bagi sebagian orang, perspektifnya sejak masa lalu cenderung tidak berkembang karena sikapnya yang menutup diri terhadap sudut pandang baru. Fenomena ini menjadikan seseorang menolak adanya pendapat yang berbeda, sudut pandang baru, dan kebijakan yang tidak sejalan dengannya. Sikap penolakan tersebut adalah salah satu bentuk mental block yang membatasi diri.

  1. Uncertainty

Ketidakpastian atau uncertainty adalah suatu kondisi yang banyak menimbulkan dilema. Seseorang yang sudah mengambil suatu keputusan, justru takut tidak mampu menjalankan keputusan tersebut di kemudian hari. Kondisi seperti ini menjadikan seseorang cemas dengan sendirinya dan terjebak dalam pemikirannya sendiri hingga merasa cemas dan tertekan.

  1. No Limits

Ketiadaan batas adalah kombinasi dari banyak upaya, banyak minat, dan kemampuan yang secara antusias melebih-lebihkan sumber daya dan kemampuannya sendiri. Semuanya dilakukan tanpa adanya ukuran yang sesuai dengan kapasitas diri. Dalam kondisi seperti itu, orang yang bersangkutan hanya menuruti keinginan atau ambisinya tersebut, tanpa peduli orang lain.

  1. Comparison

Perbadingan ini sering kali terjadi. Sikap ini muncul dengan sendirinya yang diawali dari rasa insecure terhadap orang lain. Kecenderungan sikap ini akan membatasi ruang gerak seseorang untuk mencapai impiannya. Lama kelamaan, sikap seperti ini akan menekan kondisi mentalnya.

  1. Tunnel Vision

Visi ini mengurung Anda pada khayalan cara berpikir diri sendiri. Perspektif tersebut belum tentu benar adanya. Dalam bentuk mental block seperti ini, Anda tidak mampu berpikir secara objektif dan menemukan solusinya. Jika larut dalam pemikiran semacam ini, maka berbagai aktivitasnya akan terganggu.

Tips Jitu Menghadapi Mental Block

Kondisi mental block memang sangat serius yang menyebabkan seseorang tidak mampu berpikir jernih. Sudut pandangnya juga sempit dan tidak terbuka dalam menerima hal lainnya. Berikut inilah rangkaian tips jitu dalam menghadapi mental block.

  1. Menata Ulang Cara Berpikir

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi mental block dengan menata ulang cara berpikir. Tujuannya agar lebih fokus pada apa yang direncanakan dan diimpikan. Proses pengembangan pola pikir ini memerlukan waktu yang tidak instan, namun perlu diupayakan secara optimal.

  1. Fokus pada Masa Sekarang

Memastikan titik fokus yang akan dituju merupakan solusi keluar dari persoalan mental block. Bentuk penolakan yang tidak terkendali ataupun ketidakmampuan untuk fokus haruslah dihilangkan. Cara mengatasinya adalah harus fokus dengan masa sekarang.

  1. Menyelesaikan Tugas-Tugas Kecil Terlebih Dahulu

Cara berikutnya untuk mengatasi mental block adalah menyelesaikan tugas-tugas kecil terlebih dahulu. Dengan menyelesaikan tugas kecil tersebut, beban dalam pikiran akan berkurang sedikit demi sedikit, sehingga tekanan akan berkurang. Kondisi psikis juga akan kembali membaik.

  1. Mengubah Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang nyaman merupakan solusi tepat mengembalikan kondisi mental dan membangun mood positif. Kenyamanan tersebut dapat diciptakan dengan menyiapkan ruang kerja yang bersih, rapi, indah dengan hiasan, dan tentunya harum. Pikiran dan hati akan jauh lebih tenang dan mampu mengerjakan pekerjaan dengan optimal.

  1. Free Write (Menulis Bebas)

Teknik ini sangat pas untuk beberapa orang. Sama seperti ketika penulis mengatasi writer’s block, menulis bebas ini dapat meluapkan segala emosi dan beban pikiran yang ada. Seseorang yang sedang mengalami mental block dapat mencurahkan segala yang dirasakan dan dipikirkan melalui tulisan. Tuliskan apapun itu dengan bebas karena mampu mengurangi beban.

  1. Berteman dengan Orang Kreatif

Peran orang kreatif juga akan membantu seseorang keluar dari masalah hidupnya. Beban pikiran akan berkurang jika dikelilingi oleh orang kreatif yang memberikan energi positif. Mereka dapat mendatangkan banyak inspirasi yang memicu untuk kembali bersemangat.

  1. Mempelajari Hal Baru

Saat seseorang mengalami mental block, tentu apa yang dilakukannya menjadi tidak fokus. Gairah hidup yang sempat hilang ini dapat dikembalikan dengan mempelajari hal baru. Dengan cara ini, pandangan akan kehidupan dapat lebih berwarna dan memberikan kepuasan pada diri sendiri.

  1. Mengingat Keberhasilan di Masa Lalu

Mengingat kembali keberhasilan di masa lalu diyakini mampu mengembalikan semangat dan memotivasi diri. Dari keberhasilan yang pernah diraih tersebut, timbullah perasaan bangga, terharu, dan percaya diri yang memudahkan untuk kembali bangkit.

  1. Beristirahat Saat Diperlukan

Istirahat yang cukup ini harus selalu diingat. Jangan sampai lupa istirahat dan justru mengalami kelelahan yang memperparah kondisi mental. Kondisi tubuh yang prima akan membantu seseorang berpikir lebih positif dan lebih bersemangat.

Berbagai penjelasan mengenai mental block di atas dapat menjadi panduan bagi para pekerja dalam menghadapi dunia kerja. Lingkungan yang dinamis juga perlu dihadapi secara positif. Membentuk mental yang kuat dan pikiran yang positif adalah modal utama dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis, sehingga mampu menyembuhkan ataupun mencegah mental block.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Yuan Adelintang Kurniadita
Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah seorang mahasiswi magister Sains Manajemen. Saya mempunyai hobi menulis dan berpengalaman sebagai penulis artikel freelance.

Artikel: 16

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + = 16