https://simakterus.com/

Memahami Perbedaan Investasi Konvensional Dan Investasi Syariah

Sejauh ini, investasi sudah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan di dunia. Investasi juga banyak dicari dalam bisnis karena yang dapat diinvestasikan tidak hanya dalam segi uang namun juga bisa emas, properti, apartemen dan lain sebagainya untuk dijadikan modal. 

Investasi disepakati menjadi salah satu kunci dalam setiap pembicaraan tentang konsep ekonomi. Wacana pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja baru serta penanggulangan kemiskinan pada akhirnya menempatkan investasi sebagai pendorong utama mengingat perekonomian yang digerakkan oleh konsumsi diakui amat rapuh terutama sejak 1997. Negara berkembang lebih memerlukan investasi terutama asing karena pada umumnya tingkat tabungan domestik yang rendah (Sadli, 2002).

Apa itu Investasi?

Investasi adalah menanamkan atau menempatkan aset baik berupa harta maupun dana pada sesuatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan atau akan meningkatkan nilainya di masa mendatang. Dalam arti lain atau secara sederhananya, investasi berarti mengubah cash flow (aliran uang kas) agar mendapatkan keuntungan atau laba dengan jumlah yang lebih besar di kemudian hari. Beberapa jenisnya yaitu:

  1. Real Asset
  2. Financial Asset
  3. Investasi Autonomus
  4. Investasi Induced
  5. Investasi Modal Asing
  6. Investasi Dalam Negeri
  7. Investasi Portopolio
  8. Investasi Langsung

Manfaat dari Investasi:

  1. Bisa menjadi Potensi penghasilan jangka panjang
  2. Bisa Mengungguli inflasi
  3. Bisa memberikan sebuah penghasilan yang tetap
  4. Dapat menyesuaikan dengan suatu perubahan kebutuhan
  5. Dapat berinvestasi sesuai dengan suatu keadaan keuangan Anda

Nah, lalu dalam pelaksanaannya, sistem investasi ini terbagi menjadi dua yakni berbasis konvensional dan berbasis syariah. Maka dari itu, buat kalian yang belum paham betul mengenai perbedaannya atau ingin memulai investasi tapi masih bingung investasi di mana, simak dengan baik artikel ini. 

Investasi Konvensional

Investasi adalah menanamkan atau menempatkan aset baik berupa harta maupun dana pada sesuatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan atau akan meningkatkan nilainya di masa mendatang. Dalam arti lain atau secara sederhananya, investasi berarti mengubah cash flow (aliran uang kas) agar mendapatkan keuntungan atau laba dengan jumlah yang lebih besar di kemudian hari. 

Tujuannya dalam investasi konvensional adalah dengan kesepakatan antara kedua belah pihak atau lebih, dalam rangka ingin mendapatkan keuntungan yang sebasar-besarnya. Tujuan umum:

  • Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
  • Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
  • Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.
  • Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
  • Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  • Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Investasi Syariah

Investasi syariah yaitu penanaman dana atau penyertaan modal untuk suatu bidang usaha tertentu yang kegiatan usahanya sesuai dengan aturan Islam. Jadi, patokannya juga memakai dasar hukum kitab suci Al-Quran dan Kaidah Fiqih Muamalah lebih tepatnya yakni Fatwa DSN-MUI No. 07 / DSN-MUI / IV / 2000. 

Tujuan dalam investasi syariah yaitu menjaga agama (hifdz al-din), menjaga nyawa (hifdz al-nafs), menjaga pikiran atau akal (hifdz al-aql), dan menjaga harta benda (hifdz al-mal). Dapat disimpulkan tujuan investasi yaitu menanam modal dengan tujuan menambah keuntungan dan mencari kelebihan nikmat Allah karena investasi ini akan merealisasikan tujuan permodalan yang seharusnya berkembang, sekaligus merealisasikan tujuan sosialnya.

Investasi Syariah mempunyai prinsip syariah yaitu halal dari segi tempat dan proses, berkah, profit margin dan realistis.

Penjelasan Singkat

Penjelasan singkat tentang keduanya tentang perbedaan yang sangat menonjol dalam pembahasan kali ini adalah terlihat dari landasan hukum yang dipakai. Investasi syariah yakni bersumber langsung dari Al-quran dan Hadits dan juga hasil dari kesepakatan para ulama’ atau ijma’. Inilah sumber hukum yang berlaku sampai hari kiamat. 

Lalu perkara investasi konvensional beberapa menyebutkan bahwa investasi ini bergerak dalam rana duniawi saja. Sedangkan, investasi syariah menurut pandangan Islam bergerak dalam hal duniawi dan ukhrowi. Maka dari itu banyak masyarakat muslim yang lebih memilih untuk berinvestasi dengan berbasis syariah karena manfaatnya bisa kita dapatkan hingga di akhirat nanti.

Investasi syariah terbebas dari unsur riba, gharar, dan lain sebagainya, riba di sini bisa disebut sebagai bunga. Riba biasanya diberikan ketika melakukan sebuah investasi seperti bank konvensional yang menerapkan deposito dan lain sebagainya. Sedangkan jika kita menggunakan investasi syariah sudah pasti kita akan terbebas dari riba yang sangat diharamkan dalam agama Islam. Dan jika kita berinvestasi dengan cara syariah, hasil dari kita berinvestasi sudah dibersihkan dengan melalui dari pengeluaran zakat yang bisa dilakukan dengan otomatis oleh pihak bank syariah atau bisa juga dengan diri kita sendiri.

Tetapi tentunya meskipun berbasis syariah kamu yang akan berinvestasi perlu juga memperhatikan risiko dalam berinvestasi. Jangan sampai karena kita terlalu ingin berinvestasi syariah kita tidak mempertimbangkan terkait risiko yang akan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. 

Cara mudah untuk membedakan antara investasi syariah dan konvensional ialah terletak pada prosesnya. Kalau investasi syariah di dalamnya tidak mengandung unsur riba atau bunga dalam mendapatkan keuntungan, melainkan menggunakan sistem bagi hasil, hal ini terlihat lebih adil bagi yang ada di dalamnya seperti yang mempunyai modal. Investasi konvensional ditentukan dengan berdasarkan bunga, nah hal inilah yang membedakan dengan jumlah bagi hasil yang ada pada bank syariah.

Jadi bagaimanapun juga, investasi baik itu berbasis syariah atau tidak juga memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Tergantung dari bagaimana cara kita untuk pandai-pandai menelaah dan mempelajari dengan baik sistem dan proses investasi yang kita gunakan agar risiko investasi bisa diatasi dengan baik.

Tergantung dari pribadi masing-masing ingin memilih investasi berbasis apa, karena pada dasarnya semua investasi itu pengertiannya sama. Hanya saja perbedaannya terletak pada sistem dan proses yang digunakan dalam investasi syariah yaitu menurut pada dasar hukum Islam dan kaidah Fiqih.

So, buat kalian yang ingin memulai investasi, yuk kita investasi sekarang. Banyak manfaat yang kalian peroleh nantinya, tapi jangan lupa bagian terpenting sebelum memulai yakni mempelajarinya dahulu. Kalian bisa bebas mau pilih investasi di mana, jenis yang apa, bentuk yang bagaimana. Untuk pemula, saya sarankan yang ringan dahulu seperti reksadana atau emas.

Dengan kalian berinvestasi akan memperoleh keuntungan sesuai dengan jenis investasi yang kalian lakukan masing-masing yang pastinya keuntungan itu akan maksimal jika kalian mengerti alur dan sistem dari investasi itu. Maka dari itu, buat kalian yang masih pemula dianjurkan untuk mengerti bagaimana sistem investasi itu bekerja agar kalian tidak rugi di akhir nanti dan uang yang kalian investasikan nanti juga berlipat ganda.

Yuk jadi manusia yang produktif walaupun ditengah pandemi.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menyikapi banyaknya dari kalangan yang ingin lebih tau tentang investasi. Barangkali ingin menambahkan saran bisa langsung ketik di kolom komentar karena saya juga dalam tahap pembelajaran. Terima kasih sebelumnya. Jangan lupa untuk selalu memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan agar persebaran Covid-19 bisa segera mereda dan kita bisa beraktivitas normal lagi seperti biasanya. 

sumber:

  • Investasi Adalah – Fungsi, Tujuan, Jenis, Manfaat, Para Ahli (gurupendidikan.co.id), 2021
  • Agus saroso, kompasiana.com, 2016
  • Nur Baiti, 2020.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Desiwy
Desiwy

Mahasiswi yang Menyukai Dunia Tulisan :)

Artikel: 18

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + = 13