Mengenal Tokoh Indonesia Melalui Google Doodle

Pada Rabu (17/2) website Google dihiasi gambar seorang wanita berpakaian dokter dilengkapi dengan stetoskop yang dikenakan dilehernya. Selain itu, sosok wanita yang terdapat di gambar tersebut juga sedang menggendong bayi.
Marie Thomas merupakan sosok wanita Indonesia pertama yang berprofesi sebagai seorang dokter yang tampil di halaman awal pencarian di website Google. Atau lebih dikenal sebagai Google Doodle.

Google Doodle merupakan logo sementara yang tampil di halaman awal pencarian dan biasanya disesuaikan dengan hari untuk memperingati tokoh sejarah, peristiwa, liburan, dan sebagainya. Bahkan pihak Google pernah menghadirkan game interaktif populer, misalnya permainan berjudul Coding yang pernah populer pada tahun 2017. Game tersebut dihadirkan agar masyarakat tidak merasa jenuh di rumah akibat dari pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Google Doodle adalah salah satu sarana yang tepat dalam memperkenalkan tokoh-tokoh Indonesia kepada masyarakat Indonesia.

Marie Thomas merupakan sosok wanita Indonesia yang lahir di Likupang, Provinsi Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896. Ayahnya bernama Andriaan Thomas dan ibunya bernama Nicolina Maramis. Ayahnya berprofesi di bidang militer sehingga Marie Thomas sering berpindah rumah mengikuti penempatan kerja ayahnya tersebut. Adapun suaminya bernama Mohammad Joesoef yang juga berprofesi sebagai seorang dokter.

Akibat mengikuti ayahnya, Marie Thomas berkesempatan untuk menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Beliau menempuh pendidikan di sekolah kedokteran yang bernama STOVIA. Awalnya, sekolah tersebut hanya menerima murid laki-laki, namun akhirnya dapat menerima murid perempuan. Selain itu, Marie Thomas juga berkesempatan untuk memperoleh beasiswa selama bersekolah di STOVIA.

Hal yang menakjubkan pada diri Marie Thomas yaitu beliau merupakan sosok dokter spesialis ginekologi dan obstetrics (ahli kebidanan) yang memiliki sifat murah hati. Hal ini dikarenakan beliau sering melakukan pengobatan gratis bagi pasien yang kesulitan untuk membayar biaya pengobatan. Selain itu, beliau juga mendirikan sekolah kebidanan pertama di Pulau Sumatera.

Selain Marie Thomas, masih terdapat tokoh-tokoh Indonesia lainnya yang pernah menjadi Google Doodle, misalnya: Pertama, Minarni Soedarjanto. Beliau merupakan atlet bulu tangkis yang berasal dari Indonesia. Kedua, Dewi Sartika. Beliau merupakan seorang pahlawan nasional yang berjuang di bidang pendidikan untuk kaum perempuan. Ketiga, Maria Walanda Maramis. Beliau merupakan pahlawan yang berjuang pada abad ke-20 untuk memajukan kondisi wanita di Indonesia. Ketiga, RA Kartini. Beliau merupakan sosok pahlawan nasional yang berjuang untuk kebangkitan perempuan Indonesia. Keempat, Ki Hajar Dewantara. Beliau merupakan pahlawan nasional yang telah mendirikan Perguruan Taman Siswa.

Selain tokoh-tokoh yang telah disebutkan, masih terdapat beberapa tokoh-tokoh Indonesia yang pernah menjadi Google Doodle. Tanpa disadari Google Doodle adalah salah satu sarana yang tepat untuk memperkenalkan orang-orang yang berjasa di negeri ini bahkan berdampak di dunia internasional. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia tidak luput mengakses website Google ketika sedang melakukan suatu pencarian, terutama bagi masyarakat yang masih bersekolah maupun sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.

Pada masa pandemi Covid-19 merupakan waktu yang tepat dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan tokoh-tokoh Indonesia. Hal ini dikarenakan biasanya masyarakat dalam sehari mengakses website Google lebih dari satu kali. Oleh karena itu, gambar yang dijadikan Google Doodle memasuki pikiran masyarakat sehingga masyarakat memiliki rasa ingin mengetahui yang lebih siapa sosok tersebut. Hasilnya, masyarakat akan mencari melalui website-website tertentu yang disarankan dari hasil pencarian Google.

Sebagaimana yang telah terjadi bahwa tokoh-tokoh Indonesia yang pernah menjadi Google Doodle tidak semuanya pernah dibahas di Mata Pelajaran Sejarah yang dulu pernah diajarkan ketika duduk di bangku sekolah. Begitu pula yang terjadi di beberapa museum di Indonesia yang belum semua memperkenalkan tokoh-tokoh Indonesia tersebut.

Memperkenalkan tokoh-tokoh Indonesia melalui Google Doodle juga didukung oleh pengguna internet yang semakin meningkat. Berdasarkan hasil survei yang diadakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama dengan Indonesia Survey Center (ISC) bahwa pengguna internet di Indonesia pada periode tahun 2019 hingga kuartal II tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 73,7 persen dari populasi atau setara dengan 196,7 juta pengguna internet. Menurut pihak APJII, kenaikan pengguna internet diantaranya disebabkan beberapa faktor seperti transformasi digital yang semakin masif akibat adanya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan kebijakan Work From Home (WFH), semakin meratanya infrastruktur internet cepat akibat adanya pembangunan Palapa Ring. Menurut penjelasan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi yang berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia dengan panjang 36.000 kilometer. Proyek tersebut terdiri dari tujuh lingkar serat optik yang diperuntukkan wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Maluku serta satu backhaul sebagai penghubungnya. Selain itu, didukung juga adanya program APJII seperti Desa Internet Mandiri.

Oleh karena itu, bukanlah hal yang sulit dalam memperkenalkan tokoh-tokoh Indonesia kepada masyarakat khususnya generasi muda. Melalui peran Google Doodle sehingga masyarakat memiliki rasa ingin mengetahui yang lebih sehingga dapat mengambil manfaat dan meniru perjuangan tokoh-tokoh Indonesia dalam membangun negeri ini. Generasi muda adalah bibit-bibit bangsa yang apabila memiliki karakter positif maka akan berdampak positif pula untuk negeri ini.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Dyah Makutaning Dewi, S.Tr.Stat.
Dyah Makutaning Dewi, S.Tr.Stat.

Saya memiliki hobi menulis sejak SMA. Semoga karya-karya saya yang dibantu Allah tersebut dapat bermanfaat meskipun saya telah tiada nantinya.

Artikel: 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *