STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA DI LINGKUNGAN DADAPAN KEL. TINALAN KOTA KEDIRI

MAKALAH TUGAS PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA

DI LINGKUNGAN DADAPAN KEL. TINALAN KOTA KEDIRI

 

OLEH :
DEDIK SUWANDRIANTO, ST, SH, M.Si, MH

 

 

 

 

 

Abstrak

Keberadaan Kantor Pemerintahan saat ini adalah sebagai salah satu unsur peningkatan pelayanan masyarakat. Kondisi ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk bangunan kantor yang memadai. Demi memenuhi tugas tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri sebagai dinas teknis yang membidangi bangunan gedung negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PU Nomor : 45/PRT/M/2007 pada Tahun Anggaran 2017 telah melaksanakan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri.

Ukuran bangunan gedung adalah 12×22 meter dengan ketinggian gedung 8 meter estimasi membutuhkan waktu penyelesaian 120 hari kalender mulai 28 Juli 2017 s/d 24 Nopember 2017. Menggunakan konstruksi beton dan baja. Direncanakan oleh konsultan perencana CV. Qona’ah Konsultan dan Konsultan Pengawas yang ditunjuk adalah CV. Baarik Konsultan.

Pagu Anggaran Rp. 992.900.000,00, HPS yang ditentukan PPK adalah Rp. 990.513.600,00. Kontraktor Pelaksana pemenang tender adalah CV. Suka Maju dengan penawaran Rp. 861.461.800,00. Setelah diadakan MC0, terjadi addendum penambahan nilai sebesar Rp. 68.078.200,00 sehingga nilai kontrak yang baru senilai Rp. 929.540.000,00.

Pekerjaan telah dilaksanakan dan bangunan terbangun dengan baik dengan penyelesaian lebih cepat 5 hari dari waktu yang ditentukan.

Kata Kunci ; Kota Kediri, Gedung Serba Guna, PPK

Abstract

The current existence of Government Offices is an element of improving community service. This condition must be supported by adequate facilities and infrastructure, including adequate office buildings. In order to fulfill these duties, the Public Works and Spatial Planning Office of Kediri City as a technical service in charge of state buildings as regulated in the Minister of Public Works Regulation Number: 45 / PRT / M / 2007 in the Fiscal Year 2017 has carried out the work of Construction of Multipurpose Buildings in the Dadapan Kel Tinalan, Kediri City.

The size of the building is 12×22 meters with a building height of 8 meters, with an estimated completion time of 120 calendar days from 28 July 2017 to 24 November 2017. Using concrete and steel construction. Planned by the planning consultant CV. Qona’ah Konsultan and Supervisory Consultants who were appointed were CV. Baarik Konsultan.

The budget is Rp. 992,900,000.00, the owner estimate determined by CMO is Rp. 990,513,600.00. The winning tender executing contractor is CV. Suka Maju with an offer of Rp. 861,461,800.00. After Mutual Check 0 was held, there was an additional value addendum of Rp. 68,078,200.00 so that the new contract value is Rp. 929,540,000.00.

The work has been carried out and the building is well built with completion 5 days earlier than the appointed time.

 

Keywords ; Kediri City, Multipurpose Building, CMO

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Akhir ini.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan, sehingga laporan ini dapat selesai tepat waktu. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi penggunanaan bahasa, analisis atau bahasan, serta penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Semoga Laporan Akhir ini dapat bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

Kediri,    Januari 2021

Penulis

Daftar Isi

Abstrak……………………………………………………………………………………………………… 1

Abstract……………………………………………………………………………………………………. 2

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… 3

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………. 4

Daftar Gambar………………………………………………………………………………………… 6

Daftar Tabel…………………………………………………………………………………………….. 7

  1. PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….. 8

1.1        Latar Belakang……………………………………………………………………………… 8

1.2        Tujuan………………………………………………………………………………………….. 10

1.3        Hipotesa………………………………………………………………………………………. 11

  1. METODOLOGI……………………………………………………………………………….. 12

2.1        Rencana Tahapan Pengerjaan dan Jadwal……………………………….. 12

2.2        Acuan Pelaksanaan Pekerjaan………………………………………………….. 14

2.3        Organisasi Team dan Penugasan………………………………………………. 27

2.4        Kualifikasi tenaga ahli……………………………………………………………….. 28

III.   PELAKSANAAN DAN HASIL………………………………………………………… 46

3.1        Hasil Kerja………………………………………………………………………………….. 46

3.2        Kurva S atau Progres pekerjaan………………………………………………. 60

  1. Analisa BIAYA DAN KEUNTUNGAN…………………………………………… 73

4.1        Analisa Biaya……………………………………………………………………………… 73

4.2        Keuntungan yang diperoleh…………………………………………………….. 90

  1. KESIMPULAN……………………………………………………………………………….. 91

REFERENSI…………………………………………………………………………………………… 92

 

 

Daftar Gambar

Gambar 1. 1 Foto kondisi 0%.. 55

Gambar 1. 2 Foto kondisi 50%.. 55

Gambar 1. 3 Foto kondisi 100%.. 55

Gambar 1. 4 Foto pekerjaan galian tanah. 56

Gambar 1. 5 Foto pekerjaan lantai kerja. 56

Gambar 1. 6 Foto pekerjaan pondasi plat 56

Gambar 1. 7 Foto pekerjaan pemadatan tanah. 56

Gambar 1. 8 Foto pekerjaan pembesian. 57

Gambar 1. 9 Foto pekerjaan pembuatan sloof dan kolom.. 57

Gambar 1. 10 Foto pasangan dan beton. 58

Gambar 1. 11 Foto pasang plafond. 58

Gambar 1. 12 Foto pekerjaan pasang lampu dan plafond. 59

Gambar 1. 13 Foto pekerjaan pasang lantai 59

Daftar Tabel

Tabel 1. 1 Work Breakdown Structure. 22

Tabel 1. 2 Activity Sequencing. 23

Tabel 1. 3 Struktur Organisasi 27

Tabel 1. 4 Kualifikasi Tenaga Ahli 28

Tabel 1. 5 Kurva S. 60

Tabel 1. 6 RAB Kontak. 73

Tabel 1. 7 RAB Hasil MC 0. 79

Tabel 1. 8 Lampuiran BA Rapat Tambah Kurang. 84

 

  1. PENDAHULUAN
    • Latar Belakang

            Keberadaan Kantor Pemerintahan saat ini adalah sebagai salah satu unsur peningkatan pelayanan masyarakat. Kondisi ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk bangunan kantor yang memadai.

            Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri sebagai dinas teknis yang membidangi bangunan gedung negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PU Nomor : 45/PRT/M/2007, harus tanggap terhadap permasalahan yang menyebabkan ketidak nyamanan dalam bekerja karena kurangnya sarana dan pasarana fisik di kantor-kantor instansi pemerintah.

            Demi tercapainya kenyamanan yang dimaksud, maka perlu adanya kegiatan pembangunan ataupun rehabilitasi terhadap bangunan gedung negara sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal ini Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri Tahun Anggaran 2017, telah melaksanakan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri. Dengan ukuran bangunan gedung 12×22 meter dan ketinggian gedung 8 meter estimasi membutuhkan waktu penyelesaian 120 hari kalender mulai 28 Juli 2017 s/d 24 Nopember 2017.

            Proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang dilakukan atau yang berlangsung dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu yang dimaksudkan untuk menghasilkan produk (deliverable) yang kriterianya telah digariskan dengan jelas. Manajemen adalah aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan terhadap sumber daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Di dalam birokrasi pemerintahan ketika ada tender proyek maka dibutuhkan pejabat yang bertugas untuk menetapkan dan mengendalikan kontrak, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pejabat Pembuat Komitmen merupakan salah satu  Pejabat Pengelola Keuangan di Satuan Kerja yang peranannya sangat krusial. Dalam  siklus Anggaran (Budget Cycle) akan selalu dijumpai peran serta dari PPK ini disetiap tahapannya, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun pertanggungan jawab anggaran. Karena peranannya yang sangat penting tersebut, maka PPK diharapkan menjalankan tugas dan kewenangannya dengan baik.

Berdasarkan Perpres RI Nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan ke-empat atas  Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan,  yang disebut PPK adalah Pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Barang  dan Jasa. Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PPK adalah  Pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengambil dan atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran Anggaran Belanja Negara.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka PPK adalah pejabat yang berwenang  untuk mengambil keputusan dan tindakan yang berakibat pada pengeluaran anggaran dan bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. Jika kita melihat pencairan Anggaran Belanja Negara, maka peran PPK ada pada mekanisme uang persediaan dan mekanisme langsung. Pada mekanisme Uang Panjar (UP), Peraturan  Menteri Keuangan (PMK) berwenang untuk mengambil tindakan yang berakibat pada  pengeluaran, sedangkan pada mekanisme LS (Lumpsum), PPK bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan.

Dalam laporan ini, yang menunjang keberhasilan kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri terdiri dari 3 faktor yaitu:  Faktor pertama, Tugas Pokok dan wewenang PPK; Faktor kedua, Tugas  Pokok dan wewenang Konsultan; Faktor ketiga, Tugas Pokok dan  wewenang Kontraktor Pelaksana.

  • Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan Laporan Akhir ini adalah:

  1. Mengetahui bagaimana jalannya pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri.
  2. Mengidentifikasi faktor kendala di lapangan dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri.

  • Hipotesa

Dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri, penulis menemukan beberapa hipotesa yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan gedung serba guna, antara lain:

  1. Adanya dugaan pengaruh perencanaan yang tidak lengkap dan tersusun dengan baik sehingga mempengaruhi pembengkakan biaya pelaksanaan.
  2. Adanya dugaan pengaruh metodologi pelaksanaan pekerjaan sehingga menyebabkan pembengkakan biaya pelaksanaan.

Berdasar hipotesa diatas, PPK selaku pemegang kendali proyek memiliki beberapa alternatif solusi yang mungkin bisa dilaksanakan pada saat proyek berlangsung, antara lain:

  1. Mengadakan rapat dengan pihak-pihak terkait, untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan proyek.
  2. Mengambil segala keputusan yang diperlukan dalam keadaan mendesak demi kelancaran keberlangsungan proyek.

  1. METODOLOGI
    • Rencana Tahapan Pengerjaan dan Jadwal
  • Data Umum

Adapun data umum mengenai proyek pembangunan gedung serbaguna adalah sebagai berikut:

Nama Proyek               : Pembangunan Gedung Serba Guna di

 Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan

 Kota Kediri.

Instansi                        : Pemerintah Kota Kediri

Satuan Kerja                : Dinas Pekerjaan Umum

Kategori                      : Pekerjaan Konstruksi

Metode Pengadaan     : e-Lelang Pemilihan Langsung

Metode Kualifikasi     : Pascakualifikasi

Metode Evaluasi         : Sistem Gugur

Anggaran                     : 2017 – APBD

Nilai Pagu Paket          : Rp 990.513.600,00

Lokasi Pekerjaan         : Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan

  Kota Kediri

Konsultan Perencana   : CV. QONA’AH KONSULTAN

Kontraktor Pelaksana  : CV. SUKA MAJU

Konsultan Pengawas   : CV. BAARIK KONSULTAN

Ukuran bangunan        : 12×22 m

Struktur                       : Baja dan Beton.

Kategori dari proyek pembangunan gedung serba guna adalah pekerjaan konstruksi, yaitu seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Metode pengadaannya adalah pemilihan langsung, yaitu pelelangan terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha, kemitraan/KSO yang memenuhi kualifikasi.

Kontraktor peserta tender harus melewati beberapa tahap hingga akhirnya dapat memenangkan tender. Dalam penyeleksian kontraktor, tender menggunakan metode pascakualifikasi, yaitu proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari kontraktor yang mengikuti tender yang diserahkan setelah masuk pada penawaran.

Sedangkan metode evaluasi yang digunakan adalah sistem gugur. Metode evaluasi sistem gugur merupakan evaluasi penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan kewajaran harga. Terhadap penyedia barang/pekerja konstruksi/jasa yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur.

 

  • Acuan Pelaksanaan Pekerjaan
  1. Lingkup Pekerjaan

Lingkup Pekerjaan yang harus dilakukan kontraktor pelaksana secara garis besar dalam pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna di Lingkungan Dadapan Kel Tinalan adalah :

  1. Pengumpulan dan penyusunan data maupun informasi dasar berupa data pengguna, kebutuhan pengguna, data eksisting lokasi, teknologi pelaksanaan pembangunan, dan data-data pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan
  2. Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna Dilingkungan Dadapan Kel Tinalan
  3. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
  • Persiapan Pelaksanaan, berupa pengumpulan data dan informasi minimal sebagai berikut :
  • Sebelum memulai pelaksanan pekerjaan, kontraktor pelaksana harus mengadakan pemeriksaan/penelitian terhadap gambar-gambar perencanaan, bestek/RKS dan beritaa caraa anwijzing maupun kondisi lokasi pekerjaan secara seksama. Bila ada yang meragukan atau kurang jelas harus segera menanyakan kepada Direksi secara tertulis dan tidak diperkenankan memulai pekerjaan tersebut sebelum ada penyelesaian atau keputusan dari pihak direksi dan bila hal ini tidak diindahkan oleh kontraktor pelaksana, maka segala resiko dari kesalahan yang terjadi adalah tanggung jawab kontraktor pelaksana sepenuhnya
  • Jenis Kegiatan
  • Pelaksanaan Pekerjaan Utama, Penunjang, dan Pelengkap
  1. Pra Rencana pelaksanaan, berupa rencana tapak dan layout plan bangunan serta fasilitas-fasilitas lainnya. Termasuk konsep arsitektur, program, dan konsep ruang, system struktur, serta rencana tahapan pekerjaannya.
  2. Persyaratan bahan bangunan, yaitu bahan bangunan harus memenuhi SNI yang dipersyaratkan, dengan mengupayakan penggunaan bahan produksi dalam negeri termasuk bahan bangunan sebagai bagian dari komponen bangunan system fabrikasi.
  3. Persyaratan Struktur Bangunan

Struktur bangunan harus memenuhi persyaratan keselamatan (safety) dan kelayakan (service ability) serta SNI konstruksi bangunan yang dibuktikan dengan analisis struktur sesuai dengan ketentuan.

  1. Azas Pelaksanaan
  2. Fungsional, efisien, dan menarik
  3. Kreatifitas pelaksanaan ditekankan pada kemampuan mewujudkan fungsi arsitektural dalam fungsi teknik yang tetap.
  4. Keluaran

Keluaran yang dihasilkan oleh kontraktor pelaksana dalam Pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna di Lingkungan Dadapan Kel Tinalan adalah sebagai berikut :

  1. Gambar Rencana (Shop drawing)
  2. Produk bangunan gedung negara sesuai perencanaan
  3. Gambar Detail Pelaksanaan (As Built Drawing), meliputi :
  • Detail Perencanaan Site ( Potongan melintang dan memanjang)
  • Detail Utilitas Site
  • Detail Elemen Penunjang
  • Detail Elemen Estetika
  1. Laporan Perkembangan Pelaksanaan Pekerjaan

  1. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konstruksi

Kontraktor pelaksana wajib menyiapkan peralatan kerja sesuai peralatan yang diperlukan.

  1. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa

Kontraktor Pelaksana mempunyai wewenang sebagaimana Peraturan Menteri PU No. 45/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

  1. Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan
  2. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan Pembangunan Gedung Serbaguna Dilingkungan Dadapan Kel Tinalan diperkirakan adalah 120 (Seratus Dua Puluh) hari kalender sejak diterbitkannya SPMK.
  3. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaan pemeliharaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak dilaksanakannya serah terima pertama (PHO).
  4. Klasifikasi dan Kualifikasi Badan Usaha

Jenis usaha/Sertifikat Badan Usaha yang dipersyaratkan adalah :

Peserta harus berbadan usaha yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Sub Klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Komersial kode BG004 serta memiliki Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) yang masih berlaku.

  • Ruang Lingkup Proyek

Project Scope Management  menguraikan proses yang dilibatkan didalam untuk memastikan bahwa proyek meliputi semua pekerjaan yang diperlukan, dan hanya untuk menyelesaikan proyek dengan sukses. Berikut ini adalah Scope dari proyek Pembangunan Gedung Serbaguna Dilingkungan Dadapan Kel Tinalan disusun berdasarkan SMART.

S          : (specific)

Dibuat sebanyak 1 tingkat dengan 1 ruangan. Gedung memiliki luas bangunan 12  x 22 meter (264 m2).

M         : (measurable)

Target proses pembuatan gedung selama 120 hari dengan membutuhkan tenaga kerja kurang lebih 36 pekerja untuk pembangunannya.

A         : (attainable/achieveable)

–  Tahap Merencanakan Proyek (Planning)

– Tahap Meyakinkan Kelayakan Proyek (Feasibility Study)

– Tahap Menjelaskan (Briefing)

– Tahap Merancang (Design)

– Tahap Menyediakan Material (Procurement)

– Tahap Melaksanakan Proyek (Construction)

– Tahap Memelihara dan Mempersiapkan Penggunaan (Maintenance & Start Up).

R          : (realistic)

Mengerjakan pekerja yang ahli dibidangnya.

T          : (time-imited)

Mulai proyek 28 Juli 2017 dan selesai 19 Nopember 2017.

  • Daftar Kebutuhan Sumber Daya Manusia

Tahap Merencanakan Umum (Planning)

  1. Perencanaan umum: Project Manager, Commercial Manager, Accountant and Administrator
  2. Perencanaan teknik: Engineering Manager

 

Tahap Meyakinkan Kelayakan Proyek (Feasibility Study)

  1. Membuat estimasi biaya (RAB): Bendahara, Quantity Surveyor,
  2. Menyusun rancangan proyek: Architect, Teknik Sipil
  3. Menganalisis kelayakan proyek: HSE Supervisor
  4. Menganalisis dampak lingkungan yang mungkin terjadi: Sarjana Teknik Lingkungan

 

Tahap Menjelaskan (Briefing)

  1. Menyusun rencana kerja: Konsultan Perencana
  2. Menunjuk tenaga kerja: Mandor
  3. Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan, persyaratan mutu: Investigator

 

Tahap Merancang (Design)

  1. Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penyelesaian akhir: Manajer Perencanaan, Manajer Pelaksana
  2. Memeriksa masalah teknis: Engineering Manager
  3. Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek: Manajer Perencanaa, Pembukuan dan Verifikasi
  4. Mempersiapkan rancangan terinci, gambar kerja: Architect, Drafter,
  5. Mempersiapkan spesifikasi dan jadwal, daftar kuantitas, serta taksiran biaya akhir: Schedule & Monitoring, Chief Supervisor, Surveyor

 

Tahap Menyediakan Material (Procurement)

  1. Melaksanakan prakualifikasi: Buyer, Quality Control,
  2. Menyediakan material-material yang dibutuhkan: Buyer

Tahap Melaksanakan Proyek (Construction)

  1. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan: Construction Manager,
  2. Mengkoordinasikan para sub kontraktor: Site Manager, Supervisor Structure, Mandor
  3. Mengawasi jalannya proyek: Schedule & Monitoring, Safety Manager, Chief Supervisor, Welding Inspector, Material Control, Manajer Proyek
  4. Mengerjakan Proyek: Operator alat berat, tukang galian tanah, tukang tegel dan plesteran, tukang baja tulangan, tukang bangunan, tukang besi, tukang batu, tukang kayu, tukang listrik, rigger, welder, pipe fitter, helper

Tahap Memelihara Dan Mempersiapkan Penggunaan (Maintenance & Start Up)

  1. Mempersiapkan data-data pelaksanaan: Pembukuan dan Verifikasi
  2. Meneliti dan memperbaiki kerusakan bangunan: Chie Supervisor,
  3. Memelihara dan memperbaiki kerusakan alat: Chief Temporary Technision.
  4. Mempersiapkan petunjuk operasional/ pelaksanaan serta pedoman pemeliharaan: Mechanical & Electrical (ME)
  5. Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan: Trainer, Kepala Logistik dan Gudang.

  • Work Breakdown Structure

Activity Sequencing (Predecessor & Successor)

 

No Tahapan Pelaksanaan Predecessor Successor No urut di Ms. Project
  MULAI  

1

 
1 Tahap Merencanakan Proyek (Planning)  

1

A Perencanaan umum

1

B

2

B Perencanaan teknik

A

C, D

3

2 Tahap Meyakinkan Kelayakan Proyek (Feasibility Study)    

4

C Menyusun rancangan proyek

B

E

5

D Membuat estimasi biaya (RAB)

B

E

6

E Menyusun analisis kelayakan proyek

C,D

F,G

7

3 Tahap Menjelaskan (Briefing)    

8

F Menyusun rencana kerja

E

H

9

G Menunjuk tenaga kerja

E

H

10

H Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan, persyaratan mutu

F,G

I,K

11

4 Tahap Merancang (Design)    

12

I Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penyelesaian akhir

H

J

13

J Memeriksa masalah teknis

I

L

14

K Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek

I

L,M

15

L Mempersiapkan rancangan terinci, gambar kerja, spesifikasi dan jadwal, daftar kuantitas, serta taksiran biaya akhir

J,K

N

16

5 Tahap Menyediakan Material (Procurement)    

17

M Melaksanakan prakualifikasi

K

N

18

N Menyediakan material-material yang dibutuhkan

M,L

O

19

6 Tahap Melaksanakan Proyek (Construction)  

20

O Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan

N

P

21

P Mengkoordinasikan para sub kontraktor

O

Q,R

22

Q Mengawasi jalannya proyek

P

S

23

R Mengerjakan Proyek

P

S

24

7 Tahap Memelihara dan Mempersiapkan Penggunaan (Maintenance & Start Up)  

25

S

Mempersiapkan data-data pelaksanaan maintenance

Q,R T,U

26

T Meneliti bangunan dan memperbaiki kerusakan

S

V

27

U

Mempersiapkan petunjuk operasional/ pelaksanaan serta pedoman pemeliharaan

S

V

28

V Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan  

T,U

W

29

W Melakukan pemeliharaan dan persiapan penggunaan gedung

V

0

30

0 SELESAI

W

 

 

  • Organisasi Team dan Penugasan
  • Struktur Organisasi

  • Kualifikasi tenaga ahli
Posisi Jumlah Kualifikasi
 

1.      Project Manager

   
1 (satu) orang

 

 

Ber SKA 201 (Teknik Bangunan gedung Muda),  lulusan S-1 Teknik Sipil dan berpengalaman 10 (Sepuluh) tahun
2.      K3 Konstruksi 1 orang SKA 603 ahli K3 Konstruksi lulusan S1 Teknik Sipil pengalaman 10 tahun
 

3.      Pelaksana Lapangan

1 (satu) orang

 

 

 

Ber SKT  TS 022 (pelaksana bangunan gedung/pekerjaan gedung), lulusan SMK atau yang disamakan dan berpengalaman 5 (lima) tahun
4.      Administrasi 1 (satu) orang lulusan SLTA/yang disamakan yang berpengalaman 5 tahun
   
5.      Tukang  Baja 1 (satu) orang SMK / STM  pengalaman 3 tahun SKT TS 020 Tukang Pekerjaan Baja
6.      Operator Komputer Auto Cad/drafter 1 (satu) orang Ber SKT TA. 003 (Juru Gambar berpengalaman 5 tahun

 

7.      Mandor 1 orang SMK gedung ber SKT TL 005 Pengalaman 3 tahun
8.      Estimator 1 orang Smk Gedung ber skt TA 027 (Juru ukur Kuantitas Bangunan Gedung) pengalaman 5 tahun
9.      Tukang cor beton 1 orang SMK Gedung ber skt TS 013 (tukang cor beton) pengalaman 5 tahun
10.  Pelaksana ME 1 Orang SMK listrik/elektro ber skt TE 021 (instalasi penerangan dan daya fase satu) pengalaman 5 tahun

  1. Project Manager

Pengertian Project Manager secara umum adalah orang yang ditunjuk untuk menggerakan proses manajemen yang mengarah pada strategi pengelolaan proyek dimana tujuan utamanya yaitu untuk mencapai tujuan proyek.

Sedangkan, apabila berbicara definisi Project Manager pada pekerjaan konstruksi, adalah seorang yang bertanggung jawab atas kesuksesan dalam sebuah kegiatan proyek konstruksi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada kompetensi tertentu. Seorang Project Manager yang baik hendaknya mempunyai kemampuan memimpin yang ditentukan berdasarkan karakternya dan kompetensi yang memadai. Pada proyek yang sangat kompleks dan penuh risiko, seorang project manager bahkan harus memiliki kesempurnaan kompetensi.

Dalam suatu proyek konstruksi yang melibatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai sumber daya utama untuk mencapai keberhasilan dalam proyek konstruksi, manajer proyek merupakan ujung tombak pelaksanaan sebuah proyek dan sekaligus menjadi seseorang yang paling berpengaruh dalam keberhasilan proyek tersebut. Project Manager (PM) adalah pemimpin dalam suatu proyek konstruksi dimana Project Management body of Knowledge Guide (PMBOK Guide) mengatakan bahwa manajer proyek adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek.

Tugas dan Fungsi

Project Manager memiliki tugas dalam hal pengelolaan sebuah proyek berupa koordinasi dengan unsur-unsur yang terkait di dalamnya berupa kebutuhan tugas, kebutuhan team, dan kebutuhan individual. Dari pengertian project manager di atas maka prosedur manajemen proyek mengacu pada empat komponen tugas dan fungsi penting seorang manajer proyek, agar perkembangan bisnis dan keberlangsungan hidup perusahaan menjadi semakin lebih strategis yaitu:

  1. Perencanaan

Dalam perencanaan mencakup persiapan sumber daya manusia berserta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek. Perencanaan membahas hal-hal yang terkait dengan strategi dan bagaimana manajer proyek dan teamnya membuat, menjual dan mendistribusikan produknya. Jika perusahaan bergerak pada bidang jasa konstruksi, perencanaan membahas mengenai strategi bagaimana perencanaan proyek konstruksi nantinya agar bisa berjalan dengan baik dan lancar.

  1. Pengorganisasian

Pada komponen ini menyangkut struktur organisasi dalam manajemen proyek dimana seorang project manager berkoordinasi dengan manajer-manajer operasional dalam suatu perusahaan, misalkan seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer IT, dll. Kesemuanya tersebut merupakan unsur dasar yang harus ada dalam sebuah bisnis. Masing-masing bagian memiliki job description yang berbeda dan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing.

  1. Pelaksanaan

Merupakan implementasi dari perencanaan dan strategi yang sudah dibuat. Pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Dalam proses pelaksanaan proyek seorang menajer proyek akan mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai macam permasalahannya. Ada beberapa metode/tools yang bisa digunakan oleh manajer proyek dalam mengelola pelaksanaan proyek, diantaranya yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), dan Network Planning (jaringan kerja).
Dari tahap pelaksanaan ini akan didapat beberapa informasi seperti jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, dan material), dan juga progress waktu untuk menyelesaikan proyek.

  1. Pengendalian dan Pengawasan

Adanya unsur pengendalian dan pengawasan di dalam bidang usaha jasa konstruksi merupakan tahapan yang penting agar hasil akhir dari suatu proyek bisa sesuai dengan harapan. Tujuan utama dari pengendalian yaitu untuk meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek. Jika terjadi penyimpangan terhadap rencana awal, maka akan dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi untuk mendapatkan optimalisasi kinerja, biaya, waktu, mutu dan juga keselamatan kerja.

  1. Tenaga Ahli K3

Kegiatan Konstruksi merupakan unsur penting dalam pembangunan. Dalam melaksanakan Kegiatan konstruksi menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan antara lain yang menyangkut aspek keselamatan kerja dan lingkungan. Untuk itu Kegiatan konstruksi harus dikelola dengan memperhatikan standar dan ketentuan K3 yang berlaku.

Bahaya yang paling sering terjadi di proyek konstruksi adalah : jatuh dari ketinggian, kecelakaan kendaraan bermotor, dan tertimpa benda yang jatuh.

Jatuh dari ketinggian adalah penyebab utama kecelakaan kerja dalam industri konstruksi. Menurut buku OSHA (29 CFR), tindakan perlindungan agar tidak jatuh meliputi : pembuatan landasan untuk berpijak yang kuat, jalan setapak yang cukup lebar, dibuatkan pagar di sisi pinggiran . Perlindungan juga diperlukan ketika karyawan yang berisiko untuk jatuh ke peralatan berbahaya.

Tertimpa benda yang jatuh adalah kejadian kecelakaan kerja yang  ke tiga. Tidak seorangpun diperbolehkan untuk menyeberang di bawah atau berdiri di bawah peralatan loading, semua pekerja seharusnya berada pada jarak yang aman, disamping itu ada ketidak disiplinan dalam pemakaian pelindung kepala.

Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Muda

  1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi.
  2. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi.
  3. Merencanakan dan menyusun program K3.
  4. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3.
  5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3.
  6. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi.
  7. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan.
  8. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat.

  1. Pelaksana Lapangan

Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung (building construction engineer) adalah mampu melaksanakan pekerjaan dilokasi proyek, mencakup pelaksanaan pekerjaan bangunan gedung agar dipenuhinya spesifikasi teknik dan pencapaian standar mutu material, mutu pekerjaan dan keterampilan pekerja yang dikehendaki serta serah terima pekerjaan sesuai dengan standar mutu, waktu yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Adapun tugas pelaksana lapangan gedung adalah:

  1. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan benar selama melakukan pekerjaan yang antara lain adalah memeriksa perlengkapan keselamatan (K3).  Memastikan semua tenaga kerja yang terlibat dalam proyek memakai alat pelindung diri (APD). Menggunakan perlengkapan K3 sesuai prosedur.
  2. Mempelajari dan memahami gambar kerja dan spesifikasi teknis yang antara lain adalah memahami menterjemahkan gambar. Memahami dan menterjemahkan spesifikasi teknis. Serta memahami dan menterjemahkan tahapan kerja , metode kerja dan instruksi kerja.
  3. Membuat kantor dan bedeng kerja serta pagar pengaman proyek yang antara lain adalah membuat rencana kantor bedeng pekerja dan fasilitasnya gudang, workshop peralatan serta pagar pengaman. Melaksanakan pembuatan kantor bedeng pekerja dan fasilitasnya gudang, workshop peralatan serta pagar pengaman. Serta mengatur dan mengawasi penempatan peralatan kerja bahan serta tenaga kerja.
  4. Menghitung kuantitas pekerjaan, kebutuhan peralatan dan jumlah material yang diperlukan untuk proyek yang antara lain adalah menghitung kuantitas pekerjaan lapangan berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis. Menghitung kebutuhan bahan berdasarkan kuantitas pekerjaan lapangan. Menghitung kebutuhan peralatan berdasarkan kuantitas dan metode kerja. Serta menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kuantitas dan metode kerja.
  5. Membuat program kerja harian dan mingguan yang antara lain adalah menyusun jadwal (schedule( penggunaan bahan. Menyusun jadwal pemakaian peralatan. Menyusun jadwal tenaga kerja.
  6. Mengadakan bimbingan teknis pada mitra kerja yang antara lain adalah menyiapkan materi bimbingan teknis sesuai dengan lingkup pekerjaan. Melaksanakan bimbingan teknis sesuai dengan lingkungan pekerjaan. Melakukan pemantauan hasil bimbingan teknis dari mitra kerja.
  7. Melaksanakan persiapan pekerjaan gedung yang antara lain adalah memberi petunjuk kepada petugas laboratorium mengenai bahan yang akan diuji. Memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan telah memenuhi persyaratan mutu pekerjaan. Menentukan mobilisasi dan demobilisasi sumber daya.
  8. Melaksanakan dan mengawasi pekerjaan gedung berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja, instruksi kerja dan gambar kerja. Yang antara lain adalah menguasai metode kerja pelaksanaan dan gambar kerja (shop drawing). Melakukan pengajuan permohonan ijin pekerjaan konstruksi gedung kepada pengguna jasa (owner) dan atau konsultan pengawas berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja, instruksi kerja dan gambar kerja. Melaksanakan pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja, instruksi kerja dan gambar kerja, serta menagwasi pekerjaan konstruksi gedung.
  9. Membuat laporan harian dan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang antara lain adalah membuat laporan harian dan mingguan penggunaan bahan, alat dan tenaga kerja. Membuat laporan kemajuan pekerjaan (progress) pelaksanaan pekerjaan dan kondisi lingkungan serta menyiapkan data hasil pekerjaan untuk pembuatan gambar terpasang (as Bulit Drawing) dan dokumentasi proyek.

  1. Administrasi

Sebuah proyek konstruksi akan berjalan dengan baik jika didukung oleh seorang administrasi dan keuangan proyek dengan berbagai macam tugasnya. Peran administrasi proyek dimulai dari masa persiapan pelaksanaan pembangunan sampai dengan pemeliharaan dan penutupan kontrak kerja. Tugas administrasi dan keuangan proyek bangunan adalah sebagai berikut :

  • Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk pegawai bulanan sampai dengan pekerja harian dengan spesialisai keahlian masing-masing sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
  • Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain.
  • Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek.
  • Melayani tamu – tamu intern perusahaan maupun ekstern dan melakukan tugas umum. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga kerja, menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan pembayaran gaji serta tunjangan karyawan.
  • Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta retribusi.
  • Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor nasional dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat laporan ke kantor pusat serta menyiapkan dokumen untuk permintaan dana ke bagian keuangan pusat.
  • Membantu project manager terutama dalam hal keuangan dan sumber daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik.
  • Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau kepolisian mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
  • Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat-alat proyek dan sejenisnya.
  • Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali kepada kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang dikerjakan.
  • Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta data-data proyek

Tanggung Jawab Admin Proyek

Dalam kesehariannya bekerja, seorang admin proyek memiliki beberapa tanggung jawab yang harus diemban. Antara lain:

  • Memastikan semua data proyek diinput ke komputer
  • Memastikan Dokumentasi dari kegiatan proyek berjalan dengan baik dan lancar
  • Memastikan semua inventory kantor terjaga dengan baik
  • memastikan semua reimburstment / klaim ke kantor pusat terorganisir secara faktual.
  • Memastikan dokumentasi surat jalan berjalan dengan lancar
  • Memastikan laporan absensi dan lembur ada
  • Memastikan kalau laporan bulanan ada
  • Memastikan semua dokumen terduplikasi dan terjaga dengan baik.
  1. Tukang Baja
  • Menerapkan ketentuan UUJK, mengawasi penerapan K3 dan memantau lingkungan selama pelaksanaan pekerjaan baja yang antara lain adalah menerapkan ketentuan UUJK yang terkait dengan Peran Pengawasan Pekerjaan Jembatan, Mengawasi Penerapan K3 yang Terkait dengan pelaksanaan pekerjaan jembatan, dan memantau lingkungan yang terkait dengan pelasanaan pekerjaan jembatan.
  • Membuat Jadwal Pelaksanaan Pemasangan Rangka Baja. Antara lain adalah membuat jadwal kerja pelaksanaan pekerjaan harian dan mingguan, menghitung kebutuhan material dan peralatan sesuai jadwal kerja, menghitung kebutuhan tenaga kerja sesuai jadwal kerja.
  • Membuat Rincian Kebutuhan komponen Rangka Baja, alat, bahan-bahan dan tenaga kerja yang diperlukan antara lain mengidentifikasi jenis jumlah kebutuhan komponen rangka baja yang akan dipasang, menyiapkan kebutuhan peralatan yang diperlukan, menyiapkan kebutuhan bahan bahan lain yang diperlukan, dan menghitung kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.
  • Merencanakan pemasangan rangka baja pada pekerjaan rangka sesuai spesifikasi teknik, manual pemasangan, gambar kerja pelaksanaan, instruksi kerja (work Instruction) Jadwal Waktu Pelaksanaan antara lain adalah : menjelaskan manual pemasangan spesifikasi teknik dan gambar kerja pelaksanaan, menjelaskan jenis komponen sesuai kebutuhan dalam jadwal pelaksanaan, menjelaskan jenis peralatan dan bahan lain yang dibutuhkan sesuai jadwal pelaksanaan dan menjelaskan ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai jadawal pelaksanaan.
  • Melakukan Koordinasi Dan Mengawasi pelaksanaan pemasangan rangka baja antara lain mengkoordinasikan tenaga kerja untuk masing-masing kelompok tugas. Mengkoordinasikan pemakaian peralatan dan pemasangan komponen rangka baja. Mengawasi pelaksanaan pemasangan rangka baja sesuai dengan spesifikasi.
  • Melaporkan Hasil pelaksanaan pemasangan rangka baja kepada pelaksana lapangan (atasan langsung) yang antara lain adalah mencatat hasil pemasangan rangka baja secara harian dan melaporkan hasil pemasangan rangka baja.
  1. Operator Komputer Auto Cad/drafter

Adapun tugas operator komputer Auto Cad/drafter adalah:

  • Membuat Gambar Perencanaan atau Softdrawing

gambar soft drawing adalah gambar detail yang disertai ukuran dan bentuk detail sebagai acuan pelaksanaan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan dilapangan sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

  • Menyesuaikan Gambar Perencana Dengan Kondisi nyata Dilapangan

sering kali apa yang sudah direncanakan perencana tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dilapangan karena kondisi kenyaatan yang berbda atau bisa jadi telah ada perubahan bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan selanjutnya harus berubah. disinilah tugas drafter untuk membuat gambar kerja yang dapat dilaksanakan.

  • Menjelaskan Kepada Pelaksana Lapangan/Surveyor

gambar softdrawing yang sudah dibuat adakalanya sudah difahami oleh pelaksana lapangan baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran detail bangunan sehingga diperlukan kondisi yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan strutur bangunan dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

  • Membuat Gambar Akhir Perkerjaan/Asbuilt Drawings

gambar asbuilt drawing adalah gambar laporan hasil peleksanaan yang sudah dibuat dilapangan untuk dijadikan pertanggungjawaban kepada pemilik proyek/owner, gambar abuilt drawing dibuat setelah pekerjaan selesai dan tidak ada perubahan dilapangan.

  1. Mandor

Mandor adalah selaku manajer pada line terdepan yang akan menetukan dalam pencapaian hasil akhir dari suatu kegiatan. Bagian terbesar masalah-masalah produktivitas dan efisiensi pekerjaan konstruksi yang harus diperhatikan dan dikendalikan terdapat pada jenjang ini. Sehingga untuk dapat mengwujudkan cakupan fungsi dan tugas yang semakin luas tersebut, wawasan dan kualifikasi mandor harus ditingkatkan pula. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat profesional dalam rangka meningkatkan hasil karya yang lebih sangkil.

Mandor bertugas mendatangkan sejumlah tenaga kerja sesuai kualifikasi yang diperlukan seperti kelompok tukang kayu, batu, besi dan sebagainya, dan sekaligus memimpin dan mengawasi pekerjaan mereka.

Adapun tugas mandor yaitu:

  • Membaca memahami gambar kerja dan menerjemahkannya ke dalam langkah – langkah operasional.
  • Menghitung perkiraan volume pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, bahan dan alat.
  • Menghitung harga satuan ongkos kerja.
  • Merundingkan harga borongan pekerjaan.
  • Membuat jadwal dan rencana kerja.
  • Menyiapkan dan mengatur pembagian tugas para tukang dan pekerja.
  • Mengawasi kegiatan para tukang dan pekerja dalam melakukan pekerjaan.
  • Mengawasi kegiatan para tukang dan pekerja dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Mengukur dan menghitung hasil kerja/opname.
  • Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan pekerjaan dan menagih pembayaran.
  • Membayar upah para tukang dan pekerja.
  1. Estimator

Secara umum tugas-tugas seorang estimator adalah sebagai berikut:

  • Menganalisis pekerjaan
  • Menetapkan proses produksi
  • Memilih alat dan bahan sesuai spesifikasi pekerjaan
  • Menetapkan spesifikasi pekerjaan yang diterima
  • Mencari informasi perkembangan harga bahan
  • Menetapkan harga pokok
  • Memberikan alternatif harga kepada pimpinan

Selain itu, berikut ini adalah tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan oleh estimator:

  • Menerima dokumen/drawing/spec dari atasan, klien atau divisi lain. kemudian melakukan penghitungan / calculation kebutuhan jumlah, spec dan harga material, scope of work, subkontraktor, man hours untuk keperluan biding (tender) berdasarkan dokumen tersebut.
  • Melakukan penghitungan MTO (material take off) dan Bill of Quantity (BoQ) untuk keperluan proyek.
  • Estimator membantu membuat surat penawaran (quotation) atau dokumen proposal lain untuk keperluan tender.
  • Menjalin hubungan/jaringan kerja kepada supplier/pabrik untuk mendapatkan informasi update harga, spesifikasi material yang nantinya digunakan untuk keperluan estimasi proposal tender.
  • Melakukan pengadministrasian dokumen-dokumen / surat-surat / drawing berkaitan dengan hasil estimasi proyek yang sudah dikerjakandalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai dokumen arsip jika suatu saat nanti diperlukan.
  • Menjaga dan memelihara aset milik perusahaan, baik yang digunakan untuk dan /atau berkaitan dengan bidang tugas pekerjaannya maupun yang langsung berada di bawah tanggung jawabnya.
  • Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain sesuai penugasan untuk kepentingan perusahaan secara menyeluruh.
  1. Tukang Cor Beton

Tugas dari tukang cor beton antara lain:

  • Mampu menerapkan Prosedur SMK3L.
  • Melakukan Pekerjaan Persiapan Pengecoran Beton.
  • Melaksanakan Pekerjaan Pengecoran Beton.
  • Melakukan Komunikasi.
  • Melakukan Perawatan Beton.
  • Mempelajari Keterangan Gambar.
  1. Pelaksana ME

Uraian tugas pelaksana lapangan pekerjaan Mekanikal Elektrikal Bangunan Gedung Bertingkat Tinggi.

  • Mempelajari dokumen teknis kontrak pelaksanaan proyek sesuai bidangnya.
  • Mempelajari gambar kerja (shop drawing).
  • Memberi masukan untuk membuat rencana pelaksanaan pekerjaan
  • Melakukan persiapan pelaksanaan pekerjaan.
  • Mengatur pelaksanaan pekerjaan.
  • Mengawasi memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor.
  • Koordinasi dengan bidang terkait (struktur dan arsitektur).
  • Mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar berjalan efisien dan efektif.
  • Memeriksa hasil pelaksanaan pekerjaan pada bidangnya sesuai shop drawing spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dan manajemen mutu yang diharapkan.
  • Mengukur hasil pekerjaan dilapangan meliputi kualitas, kuantitas dan waktu testing.
  • Menyiapkan data untuk pembuatan gambar yang telah dilaksanakan (as built drawing).
  • Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan secara berkala.
  • Menyiapkan bahan pedoman operasi dan pemeliharaan berikut pelatihannya.

  • PELAKSANAAN DAN HASIL
    • Hasil Kerja
  • Pra-konstruksi

Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri telah dilaksanakan oleh Konsultan Perencana CV. Qona’ah Konsultan. Adapun Pekerjaan fisik dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV. Suka Maju, berdasar Surat Perintah Mulai Kerja Nomor 600/3.08/FSK.CK5/419.101/2017 tanggal 28 Juli 2017. Dan PPK menunjuk CV. Baarik Konsultan sebagai pengawas supervisi proyek tersebut.

Pagu anggaran senilai Rp.  992.900.000,00, dan PPK berdasarkan survey harga di lapangan membuat HPS senilai Rp.  990.513.600,00. Kontraktor pelaksana melakukan penawaran terhadap HPS tersebut, setelah nego disepakati nilai pekerjaan Rp. 861.461.800,00, turun 13,03% dari nilai HPS.

Sebelum pekerjaan dimulai, diadakan PCM/rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung serba guna lingkungan Dadapan bertempat di ruang rapat Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat Kota Kediri untuk menyamakan persepsi seluruh dokumen kontrak yang telah ditandatangani serta membahas kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan terjadi selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

Rapat PCM ini dibuka oleh PPK Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Kediri, Dedik Suwandrianto, ST., M.Si. Dalam pembukaannya PPK menekankan kepada pemenang tender CV. Suka Maju, Konsultan Pengawas CV. Baarik Konsultan, serta konsultan perencana CV. Qona’ah Konsultan agar bekerja semaksimal mungkin sehingga proyek pembangunan gedung serbaguna lingkungan Dadapan dapat terlaksana dengan baik.

Pada saat pemaparan dari Sunawan, BE. selaku direktur CV Suka Maju, disampaikan beberapa hal mengenai metodologi pelaksanaan proyek pembangunan ini, diantaranya struktur organisasi proyek, peralatan dan bahan, keselamatan kerja (K3), time schedule dan lain-lain. Pada saat pemaparan, diadakan diskusi langsung yang intinya untuk memperbaiki metodologi pelaksananaan kontraktor pelaksana dan untuk segera melakukan mutual check (MC0) agar pekerjaan segera dapat dilaksanakan.

Dari hasil diskusi dan masukan dari peserta rapat dapat dijabarkan hal-hal yang harus ditekankan, diantaranya; berita acara, foto dokumentasi, pembuatan laporan progres pekerjaan, time schedule mengenai pengiriman bahan dan alat, pengawasan yang kontinyu serta personil-personil yang harus tetap ada di lokasi proyek pembangunan gedung serbaguna Lingkungan Dadapan.

  • Masa Pelaksanaan Pekerjaan

Selama masa pelaksanaan pekerjaan setiap minggu diadakan rapat untuk membahas hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dan membahas rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan ke depan. Rapat ini di hadiri PPK, tim teknis dari Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Kediri, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, serta konsultan perencana yang masih dalam masa pengawasan berkala untuk memeriksa apakah pekerjaan sesuai dengan desain yang telah direncanakan.

Setelah diadakan rapat, selanjutnya melakukan tinjauan  ke lapangan untuk memeriksa kondisi riil lapangan. Biasanya dalam kunjungan PPK menemukan beberapa kendala seperti progres yang terlambat, ketersediaan bahan bangunan di lapangan yang tidak mencukupi pekerjaan atau kendala teknis lainnya.

Apabila ada kendala di lapangan, maka PPK memerintahkan kepada konsultan pengawas untuk segera berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana segera menyelesaikan situasai tersebut, berdasar dari hasil-hasil rapat yang telah diadakan antara PPK, konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.

  • Tahap Akhir

Setelah mencapai tahap akhir pelaksanaan pekerjaan, maka diadakan rapat pra-PPHP di hadiri tim PPHP, PPK, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas. Untuk mendiskusikan hasil pekerjaan yang telah dicapai, dan memeriksa kesiapan atau kekurangan pekerjaan di lapangan.

Setelah diadakan rapat, dilanjutkan dengan memeriksa pekerjaan di lokasi, bertujuan sebelum masa pelaksanaan berakhir akan diperiksa pekerjaan apa saja yang belum terlaksana atau yang belum memenuhi standar yang ditetapkan, dan melakukan mutual check (MC100). Hasil dari pemeriksaan tersebut disampaikan kepada kontraktor untuk segera dilakukan pembenahan. Apabila masa pelaksanaan pekerjaan sudah berakhir, dan diadakan pemeriksanaan penerimaan hasil pekerjaan, pekerjaan di lapangan sudah benar-benar selesai.

Pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri berlangsung selama 115 hari, mengalami percepatan dari jadwal yang telah direncanakan selama 120 hari kalender dengan perubahan pada biaya pelaksanaan.

  • Opname Pekerjaan (Pemeriksaan Pekerjaan di Lapangan)
  1. Kuantitatif

Opname kuantitatif adalah opnam volume yang dikerjakan di lapangan (realisasi). Hal-hal yang diperlukan dalam opnam kuantitatif adalah: Dokumen Kontrak, Dokumen Perubahan, RAB Awal, RAB Perubahan, Gambar Rencana, Gambar Perubahan, dan Gambar As Built Drawing. Namun yang utama dalam opnam kuantitatif adalah bahwa volume harus sesuai dengan RAB terakhir yang telah disepakati. Bila kontrak unit price, maka harga akan menjadi acuan utama. Harga tidak boleh berubah walaupun volume terjadi perubahan. Tapi bila kontrak lunsum, maka volume akan menjadi acuan dan tidak boleh berubah.

  1. Kualitatif

Opname kualitatif adalah pemeriksaan mutu (kualitas) suatu pekerjaan. Hal-hal yang diperlukan dalam opnam kualitatif adalah antara lain: Dokumen Kontrak, Dokumen Perubahan, Spesifikasi Teknis, Rencana Mutu Kontrak, Sertifikasi-sertifikasi yang Dipakai sebagai Standarisasi, Uji Laboratorium, Uji (test) Lapangan, Mutu Pekerjaan di lapangan, Estetika, dan hal-hal yang terkait dengan kualitas pekerjaan.

  1. Pembenahan (Revisi)

Hal-hal yang ditemukan baik berkaitan dengan kuantitas maupun kualitas pekerjaan, dituangkan dalam Dokumen Pembenahan (Revisi). Dokumen Pembenahan harus dikerjakan sesuai kesepakatan para pihak, karena hal ini terkait dengan Pengakuan suatu pekerjaan. Bila pekerjaan belum tuntas direvisi, maka akan berpengaruh terhadap penagihan pekerjaan.

  1. Pengakuan pasca Pembenahan

Apabila pekerjaan sudah sesuai dengan kuantitas dan kualitas maka laporan-laporan harian, mingguan, bulanan, dan dokumen-dokumen, perlu disetujui oleh para pihak sesuai tingkatan jabatan di pekerjaan, yang dituangkan dalam tanda tangan dan stempel instansi. Hal ini akan dipakai untuk proses penagihan.

  • Penagihan Prestasi Pekerjaan:

     Penagihan mengacu pada dokumen kontrak apakah menggunakan Termjn atau Monthly Certificate (MC). Dalam tulisan ini, tidak dibahas tentang kedua hal ini, namun yang akan dibahas adalah pembuatan laporan prestasi pekerjaan:

  1. Penagihan 0% (biasa disebut MC-0 atau Termjn 0)

Diajukan setelah atau berbarengan ketika Kontraktor Mengajukan Uang Muka sebagai lampirannya. Bentuk laporan harian, mingguan, bulanan, dan Kurva S telah dibahas pada awal tulisan ini. Dokumen lain biasanya diikutkan dalam MC-0/Termjn 0 ini adalah Foto Proyek 0, gambar rencana kerja (setelah perubahan) dan Rencana Mutu Kontrak (Metodologi Pekerjaan).

  1. Penagihan 50% (biasa disebut MC-50 atau Termjn 50)

Penagihan 50% ini dilakukan ketika prestasi pekerjaan di lapangan harus sudah mencapai minimal 60%. Syarat-syarat yang diperlukan dalam tagihan 50% ini adalah Laporan Harian, Mingguan, Bulanan, dan Kurva S harus menunjukkan lebih besar dari 50% (minimal 60%). Lampiran-lampirannya adalah Foto Proyek 50%, As Built Drawing 50%, Dokumen Perubahan, dan Dokumen-dokumen lain yang dibutuhkan. Tagihan yang dibayarkan dikurangi DP yang telah diminta oleh Kontraktor Pelaksana.

  1. Penagihan 100% (biasa disebut MC-100 atau Termjin 100)

Tagihan 100% dilakukan ketika pekerjaan di lapangan telah mencapai prestasi 100%. Syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh Kontraktor Pelaksana adalah antara lain Laporan Harian, Mingguan, Bulanan, dan Kurva S 100%.

  1. Dokumen-dokumen lampiran untuk Penagihan:
  • Foto Proyek
  • Gambar Kerja
  • As Bulit Drawing
  • Spesifikasi
  • Sertifikasi Acuan
  • Uji Laboratorium
  • Uji Lapangan
  • Dokumen Perubahan (CCO/Addendum)
  • Dokumen Mutu Kontrak
  • Dokumen-dokumen lain yang terkait
  • Komunikasi antar Pihak di Lapangan

     Komunikasi antar Pihak di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga koordinasi, konsolidasi, dan sinergi antar pihak. Hal ini semata-mata untuk mengendalikan suatu pekerjaan agar tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, dan tepat anggaran. Kompleksitas komunikasi disesuaikan dengan tingkat besaran pekerjaan (kualifikasi pekerjaan). Namun ada dua alat yang biasa diperlukan dalam komunikasi, yaitu: Direksi Kits dan Alat Komunikasi (Radio HT, HP, LAN, dan Online).

     Direksi Kits merupakan bukti otentik yang berupa catatan-catatan para pihak terhadap penyelesaian (proses) pekerjaan. Variasi direksi kits, disesuaikan dengan kualifikasi pekerjaan. Catatan-catatan yang dituangkan dalam buku direksi misalnya digunakan sebagai catatan resmi yang harus ditindaklanjuti oleh para pihak.

  • Serah Terima Pekerjaan Awal (PHO)

      Serah terima pekerjaan awal (PHO) adalah serah terima yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana ketika sudah selesai mengerjakan 100%. Syarat-syarat yang harus dilakukan adalah Kontraktor Pelaksana mengajukan surat permohonan pemeriksaan pekerjaan 100% yang sudah disetujui oleh Konsultan Supervisi dan PPTK (Pejabat Teknis yang ditunjuk oleh PPK) kepada PPK. PPK akan membuat surat balasan untuk memeriksa pekerjaan baik di lapangan maupun administrasi (dokumen-dokumen) pendukungnya dengan membentuk Tim Pemeriksa tambahan atau cukup dengan petugas-petugas yang sudah ada. Setelah pekerjaan diperiksa, PPK membuat surat hasil pemeriksaan pekerjaan yang biasa dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Awal (PHO). Setelah semuanya terpenuhi, Kontraktor Pelaksana menagihkan pekerjaan 95%, sisanya 5% ditagihkan setelah masa pemeliharaan selesai atau ditagihkan dengan mengganti jaminan pemeliharaan.

  • Pemeliharaan

     Pemeliharaan adalah tahap di mana Kontraktor Pelaksana melaksanakan pemeliharaan terhadap hasil pekerjaan selama waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak. Pemeliharaan dimaksudkan untuk menjaga hasil pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi, kualitas, dan kuantitas selama waktu pemeliharaan khususnya, dan menjamin hingga umur rencana tercapai dengan memperkirakan hasil deteksi selama masa pemeliharaan.

  • Serah Terima Pekerjaan Akhir (FHO)

    Tahapan serah terima pekerjaan akhir (FHO) hampir sama dengan PHO, dimulai dari surat serah terima pemeriksaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana kepada PPK. Lampiran-lampiran yang diserahkan antara lain berupa catatan-catatan, analisis, uji lapangan, dan laboratorium paska pemeliharaan, dan prediksi hasil pekerjaan terhadap umur rencana. Setelah diperiksa oleh para pihak, PPK membuat Berita Acara Serah Terima Akhir (FHO) guna mengambil Uang Retensi 5%.

 

 

 

Gambar 1.1. Foto kondisi 0%

 

Gambar 1.2. Foto kondisi 50%

 

Gambar 1.3. Foto kondisi 100%

 

Gambar 1.4. Pekerjaan galian

 

Gambar 1.5. Pekerjaan lantai kerja

 

Gambar 1.6. Pekerjaan pondasi plat

 

Gambar 1.7. Pemadatan tanah urug

 

Gambar 1.8. Pekerjaan Pembesian

 

Gambar 1.9. Pekerjaan pasang sloof dan kolom

 

Gambar 1.10. Pekerjaan pasangan dan beton

 

Gambar 1.11. Pekerjaan pasang plafond

 

Gambar 1.12. Pekerjaan lampu dan plafond

 

Gambar 1.13. Pekerjaan lantai

  • Kurva S atau Progres pekerjaan
  • Kurva S

  • Progres Pelaksanaan Pekerjaan

Masa pelaksanaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri adalah 120 hari kalender. Berdasar Surat Perintah Mulai Kerja Nomor 600/3.08/FSK.CK5/419.101/2017 maka pekerjaan dimulai tanggal 27 Juli 2017 dan berakhir pada 24 Nopember 2017.

Berikut adalah progres pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri:

  1. Minggu ke-1 (28 Juli s/d 6 Agustus 2017)
  • Rencana time schedule : 0,75 %
  • Realisasi di lapangan : 2,03 %
  • Percepatan : 1,27 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Pengukuran dan pemasangan bowplank = 10 m2
  • Menggali tanah untuk pondasi = 107,73 m3
  • Urugan pasir bawah pondasi = 20,16 m3
  • Pasang aansatamping = 23,46 m3
  • Perakitan tulangan pondasi strouss = 264,17 kg

Pada minggu pertama ini kontraktor pelaksana bersama PPK dan konsultan pengawas telah melakukan pengukuran bersama untuk mutual check 0, yang mana ditemukan selisih volume dalam perencanaan dengan volume rencana di lapangan.

Maka diadakan rapat, dihadiri PPK, Konsultan Pengawas dan Kontraktor Pelaksana serta Konsultan Perencana. Kontraktor Pelaksana mengajukan addendum kontrak agar tidak mengalami kerugian akibat ditemukannya volume-volume yang kurang dalam perencanaan. Maka PPK dengan persetujuan dari Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas menetapkan untuk melakukan addemdum kontrak untuk memasukkan kekurangan volume yang tidak masuk dalam perencanaan. Sehingga nilai kontrak Rp. 861.461.800,00 setelah dilakukan addendum kontrak berubah menjadi Rp. 929.540.000,00.

 

  1. Minggu ke-2 (7 s/d 13 Agustus 2017)
  • Rencana time schedule : 1,97 %
  • Realisasi di lapangan : 8,45 %
  • Percepatan : 6,48 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Galian tanah pondasi = 19,82 m3
  • Pasang pondasi batu kali = 90,57 m3
  • Cor pondasi strouss = 2,54 m3
  • Perakitan besi pondasi plat = 472,86 kg

  1. Minggu ke-3 (14 s/d 20 Agustus 2017)
  • Rencana time schedule : 6,24 %
  • Realisasi di lapangan : 13,24 %
  • Percepatan : 7,01 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Galian tanah pondasi = 34,32 m3
  • Urugan Pasir = 6,54 m3
  • Urugan tanah = 151,20 m3
  • Pasang pondasi batu kali = 30,00 m3
  • Pasang aanstamping = 13,08 m3
  • Cor pondasi plat = 3,07 m3
  • Pasang bekisting pondasi plat = 15,36 m2
  • Perakitan tulangan kolom = 388,27 kg
  • Perakitan tulangan sloof = 657,87 kg

  1. Minggu ke-4 (21 s/d 27 Agustus 2017)
  • Rencana time schedule : 10,81 %
  • Realisasi di lapangan : 88,34 %
  • Percepatan : 7,53 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Galian tanah pondasi = 6,84 m3
  • Urugan Pasir = 2,28 m3
  • Urugan tanah = 68,88 m3
  • Pasang pondasi batu kali = 40,16 m3
  • Pasang aanstamping = 1,02 m3
  • Perakitan tulangan kolom 30×40 = 1659,34 kg
  • Perakitan tulangan kolom 20×30 = 66,41 kg
  • Cor sloof = 0.96 m3
  • Pasang bekisting sloof = 10,88 m2

  1. Minggu ke-5 (28 Agustus s/d 3 September 2017)
  • Rencana time schedule : 16,14 %
  • Realisasi di lapangan : 22,24 %
  • Percepatan : 6,10 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Urugan tanah = 110,00 m3
  • Pasang pondasi batu kali = 17,00 m3
  • Cor kolom 30×40 = 1,44 kg
  • Pasang Bekisting kolom 30×40 = 3,36 m2
  • Cor sloof 20×40= 3,83 m3
  • Pasang bekisting sloof = 43,52 m2
  • Membuat sloof 15×20 = 2,34 m3

  1. Minggu ke-6 (4 s/d 10 September 2017)
  • Rencana time schedule : 21,93 %
  • Realisasi di lapangan : 27,77 %
  • Percepatan : 5,83 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Urugan tanah = 52,32 m3
  • Pasang dinding trasram = 4,44 m2
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 128,38 m2
  • Cor kolom 30×40 = 4,61 m3
  • Perakitan tulangan kolom 30×40 = 1659,34 kg
  • Pasang Bekisting kolom 30×40 = 53,76 m2
  • Perakitan tulangan kolom 15×25 = 388,27 kg
  • Perakitan tulangan kolom 20×30 = 66,41 kg
  • Cor sloof 20×40= 4,79 m3
  • Perakitan tulangan sloof 20×40= 657,87 kg
  • Pasang bekisting sloof = 54,40 m2

  1. Minggu ke-7 (11 s/d 17 September 2017)
  • Rencana time schedule : 29,72 %
  • Realisasi di lapangan : 32,34 %
  • Percepatan : 2,62 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Urugan tanah = 55,00 m3
  • Pasang dinding trasram = 2,82 m2
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 128,38 m2
  • Cor kolom 30×40 = 4,61 m3
  • Pasang Bekisting kolom 30×40 = 62,00 m2
  • Cor kolom 15×25 = 0,49 m3
  • Perakitan tulangan kolom 15×25 = 76,79 kg
  • Pasang Bekisting kolom 15×25 = 10,40 m2
  • Cor kolom 20×30 = 0,84 m3
  • Pasang Bekisting kolom 20×30 = 14,00 m2
  • Pasang kolom praktis = 8 m
  • Perakitan tulang ringbalk 15×30 = 686,66 kg
  • Pasang bekisting ringbalk = 30,60 m2
  1. Minggu ke-8 (18 s/d 24 September 2017)
  • Rencana time schedule : 37,19 %
  • Realisasi di lapangan : 39,92 %
  • Percepatan : 2,73 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Urugan tanah = 23,89 m3
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 112,00 m2
  • Cor kolom 30×40 = 2,75 m3
  • Pasang Bekisting kolom 30×40 = 74,00 m2
  • Cor kolom 15×25 = 0,59 m3
  • Pasang Bekisting kolom 15×25 = 12,28 m2
  • Pasang kolom praktis = 5 m
  • Cor ringbalk 15×30 = 7,34 m3
  • Perakitan tulang ringbalk 15×30 = 686,66 kg
  • Pasang bekisting ringbalk = 91,80 m2
  • Pasang bekisting plat dak teras = 52,07 m2
  • Perakitan tulangan dak = 428,13 kg

  1. Minggu ke-9 (25 September s/d 1 Oktober 2017)
  • Rencana time schedule : 44,85 %
  • Realisasi di lapangan : 46,41 %
  • Percepatan : 1,55 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 98,00 m2
  • Cor kolom 30×40 = 7,35 m3
  • Pasang Bekisting kolom 30×40 = 53,28 m2
  • Cor kolom 15×25 = 0,87 m3
  • Pasang Bekisting kolom 15×25 = 18,72 m2
  • Pasang kolom praktis = 5,6 m
  • Memasang rangka kuda-kuda baja IWF + plat simpul plendes = 335,23 kg
  • Pasang Plat baja t= 10 mm = 267,95 kg
  • Pasang Plat baja t= 8 mm = 69,90 kg
  • Memasang Gording Besi CNP 150x50x20x3,2 mm = 766,08 kg
  • Pengelasan dan perakitan
  • Memasang 1 m’ pipa PVC Ø 4″ = 30,20 m
  • Pengeboran sumur 1 titik

  1. Minggu ke-10 (2 s/d 8 Oktober 2017)
  • Rencana time schedule : 54,90 %
  • Realisasi di lapangan : 58,42 %
  • Percepatan : 3,52 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 99,13 m2
  • Plesteran = 120 m2
  • Acian = 119,00 m2
  • Pasang balok latay
  • Cor deck
  • Cor balok
  • Memasang rangka kuda-kuda baja IWF + plat simpul plendes = 782,00 kg
  • Pasang Plat baja t= 10 mm = 625,22 kg
  • Pasang Plat baja t= 8 mm = 163,30 kg
  • Plat baja t= 6 mm ( tumpuan gording & rib ) = 305,81 kg
  • Angker dia. 16 mm ; L= 40 cm – U.40 = 36 bh
  • Murbaut dia. 16 mm A325 = 160,00 bh
  • Memasang Gording Besi CNP 150x50x20x3,2 mm = 1532,16 kg
  • Pengelasan dan perakitan

  1. Minggu ke-11 (9 s/d 15 Oktober 2017)
  • Rencana time schedule : 66,09 %
  • Realisasi di lapangan : 66,54 %
  • Percepatan : 0,45 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Pasang dinding bata 1pc;6ps = 76,00 m2
  • Plesteran = 341,03 m2
  • Acian = 341,03 m2
  • Benangan = 86,00 m
  • Memasang Gording Besi CNP 150x50x20x3,2 mm = 255,36 kg
  • Pengelasan dan perakitan
  • Trekstang dia. 12 mm & mur = 127,80 kg
  • Ikatan angin dia 16 mm – incl. plat & jarum keras = 208,83 kg
  • Pasang atap Spandek Zincalum tebal 0,5 mm = 384,00 m2
  • Pasang bubungan Zincalum = 24 m’
  • Pasang Dinding Keramik KM (20 x 25) cm = 19,20 m2
  • Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW Ø 3/4″ = 42,00 m’

  1. Minggu ke-12 (16 s/d 22 Oktober 2017)
  • Rencana time schedule : 78,73 %
  • Realisasi di lapangan : 74,59 %
  • Keterlambatan : -4,14 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Plesteran = 392,00 m2
  • Acian = 341,03 m2
  • Benangan = 145,00 m
  • Lantai kerja = 20,21 m3
  • Memasang closed Jongkok = 2,00 bh
  • Pasang lantai Keramik KM (20 x 20) cm = 6,00 m2
  • Pasang Plafond Rangka Hollow + Gypsum Board 9mm = 92,48 m2
  • Septictank kap. 1,5 m3 = 1,00 bh
  • Resapan Buis Beton = 1,00 bh
  • Memasang 1 titik instalasi listrik = 12 titik
  • Mengecat bidang tembok baru = 532,01 m2

  1. Minggu ke-13 (23 s/d 29 Oktober 2017)
  • Rencana time schedule : 85,61 %
  • Realisasi di lapangan : 80,33 %
  • Keterlambatan : -5,28 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Plesteran = 406,00 m2
  • Acian = 338,00 m2
  • Benangan = 189,16 m
  • Pasang Plafond Rangka Hollow + Gypsum Board 9mm = 103,00 m2
  • Pasang List Gypsum = 123,40 m’
  • Memasang 1 titik instalasi listrik = 21 titik
  • Pasang panel box = 1,00 bh
  • Mengecat bidang tembok baru = 357,00 m2

  1. Minggu ke-14 (30 Oktober s/d 5 Nopember 2017)
  • Rencana time schedule : 89,86 %
  • Realisasi di lapangan : 93,01 %
  • Percepatan                        : 3,16 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Plesteran = 265,00 m2
  • Acian = 261,00 m2
  • Benangan = 158,00 m
  • Pasang lantai keramik uk. (40 x 40) cm = 177,96 m2
  • Pasang Keramik dinding (60 x 60) cm = 19,05 m2
  • Memasang kusen pintu/jendela aluminium =280,42 m’
  • Memasang pintu kaca rangka aluminium = 5,19 m2
  • Memasang jendela kaca rangka aluminium = 6,91 m2
  • Pasang Plafond Rangka Hollow + Gypsum Board 9mm = 93,51 m2
  • Pasang MCB
  • Pasang Pompa Air
  • Pasang tandon
  • Mengecat bidang tembok baru = 439,00 m2

  1. Minggu ke-15 (6 s/d 12 Nopember 2017)
  • Rencana time schedule : 95,17 %
  • Realisasi di lapangan : 98,96 %
  • Percepatan                        : 3,79 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Plesteran = 181,10 m2
  • Acian = 305,80 m2
  • Benangan = 158,00 m
  • Pasang lantai keramik uk. (40 x 40) cm = 118,64 m2
  • Pasang Keramik dinding (60 x 60) cm = 12,70 m2
  • Memasang pintu kaca rangka aluminium = 5,19 m2
  • Memasang jendela kaca rangka aluminium = 10,37 m2
  • Mengecat bidang tembok baru = 482,00 m2
  1. Minggu ke-16 13 s/d 19 Nopember 2017)
  • Rencana time schedule : 98,11 %
  • Realisasi di lapangan : 100,00 %
  • Percepatan                        : 1,89 %
  • Pekerjaan di lapangan yang telah dilaksanakan:
  • Mengecat bidang tembok baru = 318,02 m2
  • Pasang listrik
  • Pasang sanitair
  • Pembersihan lokasi.

  1. Analisa BIAYA DAN KEUNTUNGAN
    • Analisa Biaya

Dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri perusahaan menghitung biaya-biaya yang perlu dikeluarkan dan alat serta bahan apa saja yang harus digunakan. Selain itu sumber daya manusia yang dibutuhkan juga diperhitungkan. Hal-hal tersebut tercantum dalam rincian RAB (Rencana Anggaran Biaya). Adapun RAB dari proyek tersebut adalah sebagai berikut :

NO. U R A I A N SAT. HARGA VOLUME JUMLAH
SATUAN
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN        
1 Pengukuran dan pasang bouwplank m’                 84.761,00             10,00                         847.610,00
                               847.610,00
II. PEKERJAAN TANAH        
1 Menggali tanah biasa sedalam 1 m m3                 43.575,00           131,23                      5.718.260,10
2 Urugan pasir m3               128.940,00             27,30                      3.520.062,00
3 Urugan tanah m3                 61.530,00           374,89                    23.066.858,64
                         32.305.180,74
III. PEKERJAAN PASANGAN        
1 Pasang pondasi batu belah,  1 PC : 6 PP m3               520.159,00           194,35                  101.092.218,94
2 Pasang batu kosong (aanstamping) m3               282.158,00             39,83                    11.237.224,51
3 Pasang dinding bata merah 1 bata 1 PC :2 PP m2               179.221,00               6,30                      1.129.092,30
4 Pasang dinding bata merah t:1/2 bata, 1 PC : 6 PP m2                 74.833,00           590,06                    44.155.585,82
5 Pasang plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm m2                 39.345,00        1.180,11                    46.431.427,95
6 Memasang acian m2                 23.894,00        1.180,11                    28.197.548,34
7 Benangan m3                   7.550,00           421,11                      3.179.380,50
8 Lantai kerja beton  1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00             19,03                    15.883.559,60
9 Strous Ø 30 cm                                              –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               3,82                      3.184.353,33
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           224,48                      2.000.812,92
10 Foot Plat 80 x 80 x 20 cm                                              –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               3,65                      3.044.879,81
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           477,61                      4.256.981,43
  Pasang bekisting m2                 83.052,00             18,24                      1.514.868,48
11 Kolom 30 x 40 cm                                              –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00             20,16                    16.826.967,36
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00        2.605,41                    23.222.030,03
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00           235,20                    27.990.916,80
12 KOLOM  15 x 25 cm                                              –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               1,58                      1.314.606,83
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           538,29                      4.797.734,70
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00             33,60                      3.998.702,40
13 KOLOM  20 x 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               0,84                         701.123,64
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           136,25                      1.214.438,32
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00             14,00                      1.666.126,00
14 Kolom Praktis m1                 60.186,00             18,60                      1.119.459,60
15 SLOOF 20 X 40 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               5,44                      4.540.610,24
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           729,15                      6.498.886,14
  Pasang bekisting untuk SLOOF 4 x Pakai m2                 83.052,00             68,00                      5.647.536,00
16 SLOOF 15 X 20 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               2,34                      1.950.626,13
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           516,11                      4.600.110,07
  Pasang bekisting untuk SLOOF 4 x Pakai m2                 83.052,00             31,16                      2.587.900,32
17 BALOK LATAI 12 x 15 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               2,20                      1.832.937,52
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           474,14                      4.226.034,35
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               109.165,00             36,60                      3.995.439,00
18 BALOK B1 20 x 40 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               2,49                      2.080.667,87
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           319,66                      2.849.100,43
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               120.978,00             17,45                      2.111.017,71
19 BALOK B2 15 x 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               0,76                         634.767,30
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           190,04                      1.693.824,95
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               120.978,00               6,76                         817.811,28
20 RING BALOK 15 X 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               7,44                      6.213.958,66
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00        1.374,88                    12.254.268,76
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2                 85.071,00           124,08                    10.555.609,68
21 PLAT DAK TERAS TEBAL 12 CM        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               2,95                      2.463.948,79
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           128,70                      1.147.107,91
  Pasang bekisting untuk Plat DAK 2 x Pakai m2               325.794,00             26,10                      8.501.594,43
22 PLAT DAK TERAS TEBAL 10 CM        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00               1,23                      1.026.645,33
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00           107,32                         956.546,01
  Pasang bekisting untuk Plat DAK 2 x Pakai m2               325.794,00             21,76                      7.089.277,44
23 Memasang closed Jongkok bh               320.512,00               2,00                         641.024,00
24 Pasang lantai Keramik KM (20 x 20) cm m2               150.491,00               6,00                         902.946,00
25 Pasang Dinding Keramik KM (20 x 25) cm m2               186.932,00             18,30                      3.420.855,60
26 Pasang lantai keramik uk. (40 x 40) cm m2               116.448,00           292,94                    34.112.568,24
27 Pasang Keramik dinding (60 x 60) cm m3               113.394,00             31,75                      3.600.486,29
                       487.114.146,04
IV. PEKERJAAN ATAP DAN KUSEN ALUMUNIUM        
1 Memasang Gording Besi CNP 150x50x20x3,2 mm kg                 19.083,00        2.553,60                    48.730.348,80
2 Memasang rangka kuda-kuda baja IWF + plat simpul  plendes kg                 19.929,00        1.117,42                    22.269.113,80
3 Mengerjakan pengelasan dengan las listrik cm                   7.913,00        2.160,00                    17.092.080,00
4 Plat baja t= 10 mm kg                   7.500,00           893,17                      6.698.750,00
5 Plat baja t= 8 mm kg                   7.500,00           233,00                      1.747.500,00
6 Plat baja t= 6 mm ( tumpuan gording & rib ) kg                   7.500,00           305,81                      2.293.593,75
7 Angker dia. 16 mm ; L=  40 cm – U.40 bh                 30.000,00             36,00                      1.080.000,00
8 Murbaut dia. 16 mm A325 bh                   5.500,00           160,00                         880.000,00
9 Trekstang dia. 12 mm & mur kg                 13.500,00           122,16                      1.649.102,98
10 Ikatan angin dia 16 mm – incl. plat & jarum keras kg                 13.500,00           117,47                      1.585.823,44
11 Pasang atap Spandek Zincalum tebal 0,5 mm m1                 64.337,00           384,00                    24.705.408,00
12 Pasang  bubungan Zincalum m1                 99.362,00             26,00                      2.583.412,00
13 Memasang kusen pintu/jendela aluminium m’               113.576,00           280,42                    31.848.981,92
14 Memasang pintu kaca rangka aluminium m2               509.053,00             10,38                      5.286.006,35
15 Memasang jendela kaca rangka aluminium m2               620.458,00             17,28                    10.721.514,24
16 Pasang Kunci Pintu Slot bh                 95.954,00               4,00                         383.816,00
17 Pasang Engsel Pintu bh                 19.142,00               4,00                           76.568,00
18 Pasang Engsel Jendela bh                 13.563,00             18,00                         244.134,00
19 Pasang Grendel Pintu bh                 14.573,00               4,00                           58.292,00
20 Pasang Grendel Jendela bh                 14.573,00             18,00                         262.314,00
21 Pasang Kait Angin bh                 16.897,00             18,00                         304.146,00
22 Pasang pintu KM/ WC Unit               300.000,00               2,00                         600.000,00
23 Pasang Kaca mati  5 mm m2               126.777,00             15,84                      2.008.147,68
24 Pasang Plafond Rangka Hollow + Gypsum Board 9mm m’               122.441,00           273,96                    33.543.630,26
25 Pasang List Gypsum m’                 16.529,00             86,50                      1.429.758,50
                       218.082.441,72
V. PEKERJAAN CAT        
1 Mengecat bidang tembok baru m2                 15.209,00        1.454,07                    22.114.912,61
                         22.114.912,61
VI. PEKERJAAN INSTALASI Dll.        
1 Memasang 1 m’ pipa PVC Ø 4″ m’                 69.712,00             20,00                      1.394.240,00
2 Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW Ø 3/4″ m’                 15.012,00             25,00                         375.300,00
3 Memasang 1 bh kran Ø 3/4 atau 1/2″ bh                 54.713,00               3,00                         164.139,00
4 Pas. Tandon Air Fiber 500 ltr Unit               750.000,00               2,00                      1.500.000,00
5 Pas. Septictank kap. 1,5 m3 Unit            3.591.735,00               1,00                      3.591.735,00
6 Pas. Resapan Buis Beton Unit               350.000,00               1,00                         350.000,00
7 Memasang 1 bh floor drain bh                 30.135,00               2,00                           60.270,00
8 Memasang 1 titik instalasi listrik titik               128.316,00             33,00                      4.234.428,00
9 Memasang 1 bh skakelar tunggal bh                 22.075,00               5,00                         110.375,00
10 Memasang 1 bh skakelar ganda bh                 25.802,00               4,00                         103.208,00
11 Memasang 1 bh stop kontak bh                 26.275,00             10,00                         262.750,00
12 Pengeboran Sumber Air unit               650.000,00               1,00                         650.000,00
13 Pompa air bh               700.000,00               1,00                         700.000,00
14 Lampu SL 23 watt (Phillips) bh                 32.000,00               8,00                         256.000,00
15 Pas. Lampu RMI 2×36 watt bh               370.691,00             15,00                      5.560.365,00
16 Panel box  MCB unit               250.000,00               1,00                         250.000,00
17 Pasang MCB unit                 60.000,00               2,00                         120.000,00
18 Pasang Jaringan Listrik  3500 watt paket            3.000.000,00               1,00                      3.000.000,00
                         22.682.810,00
  JUMLAH TOTAL                   783.147.101,10
  PPN 10 %                 78.314.710,11
  JUMLAH TOTAL + PPN 10 %              861.461.811,21
   DIBULATKAN                    861.461.800,00

Adapun RAB Perubahan setelah pengukuran mutual check 0 % adalah sebagai berikut :

NO. U R A I A N SAT. HARGA SATUAN VOLUME JUMLAH
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN        
1 Pengukuran dan pasang bouwplank m’                 84.761,00              10,00                           847.610,00
                                847.610,00
II. PEKERJAAN TANAH        
1 Menggali tanah biasa sedalam 1 m m3                 43.575,00            168,71                        7.351.686,41
2 Urugan pasir m3               128.940,00              28,98                        3.736.460,71
3 Urugan tanah m3                 61.530,00            461,29                      28.383.244,46
                           39.471.391,58
III. PEKERJAAN PASANGAN        
1 Pasang pondasi batu belah,  1 PC : 6 PP m3               520.159,00            170,73                      88.808.813,70
2 Pasang batu kosong (aanstamping) m3               282.158,00              37,56                      10.596.500,12
3 Pasang dinding bata merah 1 bata 1 PC :2 PP m2               179.221,00                7,26                        1.301.144,46
4 Pasang dinding bata merah t:1/2 bata, 1 PC : 6 PP m2                 74.833,00            641,88                      48.033.431,88
5 Pasang plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm m2                 39.345,00         1.705,13                      67.088.300,51
6 Memasang acian m2                 23.894,00         1.705,13                      40.742.352,33
7 Benangan m3                   7.550,00            739,16                        5.580.658,00
8 Lantai kerja beton  1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00              20,21                      16.870.526,75
9 Strous Ø 30 cm                                               –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                2,54                        2.122.902,22
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            264,17                        2.354.517,62
10 Foot Plat 80 x 80 x 20 cm                                               –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                3,07                        2.564.109,31
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            472,86                        4.214.601,18
  Pasang bekisting m2                 83.052,00              15,36                        1.275.678,72
11 Kolom 30 x 40 cm                                               –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00              20,76                      17.327.769,96
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00         3.318,67                      29.579.329,60
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00            246,40                      29.323.817,60
12 KOLOM  15 x 25 cm                                               –
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                1,95                        1.627.608,45
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            465,05                        4.145.020,36
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00              41,60                        4.950.774,40
13 KOLOM  20 x 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                0,84                           701.123,64
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            132,81                        1.183.776,80
  Pasang bekisting untuk KOLOM  4 x pakai m2               119.009,00              14,00                        1.666.126,00
14 Kolom Praktis m1                 60.186,00              18,60                        1.119.459,60
15 SLOOF 20 X 40 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                4,79                        3.999.743,43
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            657,87                        5.863.614,90
  Pasang bekisting untuk SLOOF 4 x Pakai m2                 83.052,00              54,40                        4.518.028,80
16 SLOOF 15 X 20 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                2,34                        1.950.626,13
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            495,86                        4.419.622,08
  Pasang bekisting untuk SLOOF 4 x Pakai m2                 83.052,00              31,16                        2.587.900,32
17 BALOK LATAI 12 x 15 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                1,22                        1.021.637,30
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            246,52                        2.197.256,53
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               109.165,00              17,45                        1.904.885,58
18 BALOK B1 20 x 40 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                1,84                        1.539.801,06
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            422,11                        3.762.303,27
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               120.978,00              17,45                        2.111.017,71
19 BALOK B2 15 x 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                0,38                           313.252,03
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            174,91                        1.558.967,19
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2               120.978,00                4,56                           552.022,61
20 RING BALOK 15 X 30 cm        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                7,34                        6.129.823,82
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00         1.373,33                      12.240.472,46
  Pasang bekisting 4 x Pakai m2                 85.071,00            122,40                      10.412.690,40
21 PLAT DAK TERAS TEBAL 12 CM        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                6,25                        5.215.358,28
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            428,13                        3.815.932,59
  Pasang bekisting untuk Plat DAK 2 x Pakai m2               325.794,00              52,07                      16.964.093,58
22 PLAT DAK TERAS TEBAL 10 CM        
  Membuat 1 m3 beton bertulang 1PC : 2PS : 3KR m3               834.671,00                1,40                        1.168.539,40
  Pembesian per 1 kg besi polos/ulir kg                   8.913,00            122,80                        1.094.546,11
  Pasang bekisting untuk Plat DAK 2 x Pakai m2               325.794,00              14,00                        4.561.116,00
23 Memasang closed Jongkok bh               320.512,00                2,00                           641.024,00
24 Pasang lantai Keramik KM (20 x 20) cm m2               150.491,00                6,00                           902.946,00
25 Pasang Dinding Keramik KM (20 x 25) cm m2               186.932,00              19,20                        3.589.094,40
26 Pasang lantai keramik uk. (40 x 40) cm m2               116.448,00            296,61                      34.539.396,74
27 Pasang Keramik dinding (60 x 60) cm m3               113.394,00              31,75                        3.600.486,29
                        526.354.542,21
IV. PEKERJAAN ATAP DAN KUSEN ALUMUNIUM        
1 Memasang Gording Besi CNP 150x50x20x3,2 mm kg                 19.083,00         2.553,60                      48.730.348,80
2 Memasang rangka kuda-kuda baja IWF + plat simpul  plendes kg                 19.929,00         1.117,42                      22.269.113,80
3 Mengerjakan pengelasan dengan las listrik cm                   7.913,00         2.160,00                      17.092.080,00
4 Plat baja t= 10 mm kg                   7.500,00            893,17                        6.698.750,00
5 Plat baja t= 8 mm kg                   7.500,00            233,00                        1.747.500,00
6 Plat baja t= 6 mm ( tumpuan gording & rib ) kg                   7.500,00            305,81                        2.293.593,75
7 Angker dia. 16 mm ; L=  40 cm – U.40 bh                 30.000,00              36,00                        1.080.000,00
8 Murbaut dia. 16 mm A325 bh                   5.500,00            160,00                           880.000,00
9 Trekstang dia. 12 mm & mur kg                 13.500,00            127,80                        1.725.300,00
10 Ikatan angin dia 16 mm – incl. plat & jarum keras kg                 13.500,00            208,83                        2.819.241,68
11 Pasang atap Spandek Zincalum tebal 0,5 mm m1                 64.337,00            384,00                      24.705.408,00
12 Pasang  bubungan Zincalum m1                 99.362,00              24,00                        2.384.688,00
13 Memasang kusen pintu/jendela aluminium m’               113.576,00            280,42                      31.848.981,92
14 Memasang pintu kaca rangka aluminium m2               509.053,00              10,38                        5.286.006,35
15 Memasang jendela kaca rangka aluminium m2               620.458,00              17,28                      10.721.514,24
16 Pasang Kunci Pintu Slot bh                 95.954,00                5,00                           479.770,00
17 Pasang Engsel Pintu bh                 19.142,00                8,00                           153.136,00
18 Pasang Engsel Jendela bh                 13.563,00              36,00                           488.268,00
19 Pasang Grendel Pintu bh                 14.573,00                5,00                             72.865,00
20 Pasang Grendel Jendela bh                 14.573,00              18,00                           262.314,00
21 Pasang Kait Angin bh                 16.897,00              36,00                           608.292,00
22 Pasang pintu KM/ WC Unit               300.000,00                2,00                           600.000,00
23 Pasang Kaca mati  5 mm m2               126.777,00              15,84                        2.008.147,68
24 Pasang Plafond Rangka Hollow + Gypsum Board 9mm m’               122.441,00            288,99                      35.384.530,69
25 Pasang List Gypsum m’                 16.529,00            123,40                        2.039.678,60
                        222.379.528,51
V. PEKERJAAN CAT        
1 Mengecat bidang tembok baru m2                 15.209,00         2.128,03                      32.365.231,08
                           32.365.231,08
VI. PEKERJAAN INSTALASI Dll.        
1 Memasang 1 m’ pipa PVC Ø 4″ m’                 69.712,00              30,20                        2.105.302,40
2 Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW Ø 3/4″ m’                 15.012,00              42,00                           630.504,00
3 Memasang 1 bh kran Ø 3/4 atau 1/2″ bh                 54.713,00                3,00                           164.139,00
4 Pas. Tandon Air Fiber 500 ltr Unit               750.000,00                2,00                        1.500.000,00
5 Pas. Septictank kap. 1,5 m3 Unit            3.591.735,00                1,00                        3.591.735,00
6 Pas. Resapan Buis Beton Unit               350.000,00                1,00                           350.000,00
7 Memasang 1 bh floor drain bh                 30.135,00                2,00                             60.270,00
8 Memasang 1 titik instalasi listrik titik               128.316,00              33,00                        4.234.428,00
9 Memasang 1 bh skakelar tunggal bh                 22.075,00                6,00                           132.450,00
10 Memasang 1 bh skakelar ganda bh                 25.802,00                2,00                             51.604,00
11 Memasang 1 bh stop kontak bh                 26.275,00              10,00                           262.750,00
12 Pengeboran Sumber Air unit               650.000,00                1,00                           650.000,00
13 Pompa air bh               700.000,00                1,00                           700.000,00
14 Lampu SL 23 watt (Phillips) bh                 32.000,00                8,00                           256.000,00
15 Pas. Lampu RMI 2×36 watt bh               370.691,00              15,00                        5.560.365,00
16 Panel box  MCB unit               250.000,00                1,00                           250.000,00
17 Pasang MCB unit                 60.000,00                2,00                           120.000,00
18 Pasang Jaringan Listrik  3500 watt paket            3.000.000,00                1,00                        3.000.000,00
                           23.619.547,40
  JUMLAH TOTAL                       845.037.850,78
  PPN 10 %                  84.503.785,08
  JUMLAH TOTAL + PPN 10 %                929.541.635,86
   DIBULATKAN                      929.540.000,00

 

Setelah terjadi perubahan, ada penambahan selisih biaya sebesar  Rp.68.078.200,00, ini terjadi karena beberapa item pekerjaan volume yang terhitung tidak mencukupi untuk diterapkan di lapangan.

PPK selaku pengendali proyek, atas pengajuan dari kontaktor pelaksana CV. Suka Maju, dan persetujuan dari konsultan pengawas CV. Baarik Konsultan dan konsultan Perencana CV. Qona’ah Konsultan membuat addendum kontrak  untuk menambah biaya pelaksanaan sebesar Rp. 68.078.200,00 sehingga kontrak awal dari Rp. 861.461.800,00 bertambah menjadi Rp. 929.540.000,00.

 

Berikut adalah berita acara penambahan pekerjaan:

  • Keuntungan yang diperoleh

Adapun keuntungan dalam Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri yang diperoleh sebagai PPK adalah:

  1. Terpenuhinya kewajiban untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kota Kediri dalam bentuk meningkatkan sarana dan prasarana berupa pembangunan gedung serba guna.
  2. Bisa berkontribusi secara aktif dalam pembangunan negara, karena sebagai PPK diberi wewenang lebih untuk bisa mengambil keputusan dan tanggung jawab.
  3. Menambah/memberikan ilmu pengetahuan atau sudut pandang baru dalam dunia birokrasi.
  4. Berkontribusi secara nyata dalam pengabdian pada masyarakat.

 

  1. KESIMPULAN

Dari hasil analisa penulis dalam pelaksanaan Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pembangunan Gedung Serba Guna di Lingkungan Dadapan Kel. Tinalan Kota Kediri berjalan lancar dan sesuai dengan RKS yang telah ditetapkan. PPK, kontaktor pelaksana, konsultan perencana maupun konsultan pengawas telah bekerja dengan maksimal dalam menjalankan tugas untuk mencapai hasil terbaik.
  2. Faktor-faktor yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan yaitu:
  • Dari konsultan perencana; apabila perencanaan kurang lengkap dan matang, akan mempengaruhi keseluruhan pekerjaan. Sehingga harus diadakan addendum.
  • Dari kontraktor pelaksana; apabila keliru dalam menentukan metodologi dalam pelaksanaan, akan berpengaruh menghambat jalannya proyek. Menyebabkan pembengkakan biaya pelaksanaan dikarenakan bongkar kembali pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Tim LPKN
Tim LPKN

LPKN Merupakan Lembaga Pelatihan SDM dengan pengalaman lebih dari 15 Tahun. Telah mendapatkan akreditasi A dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Pemegang rekor MURI atas jumlah peserta seminar online (Webinar) terbanyak Tahun 2020

Artikel: 583

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *