Mengenal Karakter 5 Generasi Dalam Lingkup Kehidupan Era 4.0

Era revolusi industri merupakan era dimana perubahan besar terjadi pada dunia yang telah berhasil mengubah gaya hidup dan kerja manusia secara fundamental. Fundamental merupakan sesuatu yang menjadi dasar, asasi atau sangat penting atau merupakan suatu prinsip dan beberapa hal pokok yang dijadikan pedoman atau dasar di dalam hal-hal tertentu. Fundamental ini merupakan sesuatu yang menggambarkan berbagai hal, atau kegiatan dan prinsip yang sangat penting dan mempengaruhi sifat dasar dari hal lain atau merupakan elemen terpenting dalam berbagai bidang (seputarpengetahuan.co.id).

Berbeda dengan revolusi industri yang telah terjadi sebelumnya, revolusi 4.0 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas lagi. Dengan kemajuan teknologi yang baru berhasil mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, pemerintah dan pendidikan.

Dalam dunia pendidikan di era revolusi industri ini memiliki beberapa macam perubahan yang mengarah ke arah yang lebih luas, yakni kehadiran budaya baru. Revolusi ini melahirkan paradigma berpikir baru dan budaya baru untuk kehidupan umat manusia. Era Disrupsi 4.0 ditandai dengan sebagian besar perusahaan telah menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online dan semakin pentingnya kecakapan sosial dalam bekerja. Era literasi 4.0 yang sangat marak dilakukan yang ditandai oleh literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi dalam dunia digital. Literasi teknologi yaitu sebuah kemampuan memahami cara kerja mesin dan aplikasi teknologi. Literasi manusia yaitu tumbuh kembangnya manusia yang humanis, komunikatif dan mampu mendesain.

Dalam hal lain seperti pengembangan kebijakan dalam dunia pendidikan juga perlu dilakukan beberapa hal guna menyelaraskan institusi dan era yaitu dengan merencanakan pendidikan dasar dan menengah yang memiliki paradigma baru yang selaras dengan era industri 4.0 dengan cara merevisi kurikulum. Revisi kurikulum ini ditambah dengan lima kompetensi yang penting di antaranya peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan inovatif, kemampuan dan keterampilan dalam berkomunikasi dengan baik, mampu bekerja sama dan berkolaborasi serta memiliki kepercayaan diri. Cara lain selain merevisi kurikulum yaitu mengreorientasi kurikulum dengan mengembangkan dan mengajarkan literasi baru, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler khususnya dalam hal pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim, mewajibkan semua warga sekolah masuk ke dalam wilayah entrepreneurship dan internship serta menerapkan sistem pengajaran hybrid atau blended learning dan online.

Terlepas dari penjelasan mengenai fasilitas atau sebuah alat yang digunakan dalam dunia pendidikan tersebut, alangkah baiknya jika kita juga mengenal bagaimana perubahan dan perkembangan karakter tiap generasi dalam menghadapi serta menjalani era revolusi industri ini. Dilansir dari liputan6.com, kita mengenal ada 5 generasi sejauh ini yang memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. 

Baby Boomers

Generasi baby boomers lahir antara tahun 1946 sampai 1960. Generasi ini lahir pada masa kemerdekaan dan berbagai perang yang telah berakhir sehingga perlu untuk menata kehidupan dalam bernegara. Generasi ini cenderung hidup mandiri dan memegang teguh adat istiadat dalam ruang lingkup kediaman mereka. Maka dari itu mereka memiliki karakter yang cenderung kolot, tidak suka menerima kritik dan memiliki target uang dan pengakuan dari lingkungan mereka. Walaupun begitu, dalam hal pengambilan keputusan mereka akan memikirkannya dengan sangat matang karena pengalaman hidup mereka yang pernah dilalui. Mereka juga mencari uang untuk keluarga guna mensejahterakan anak keturunan mereka dengan loyalitas dan dedikasi dalam bekerja yang menjadi poin positif dari generasi baby boomers ini. mereka dikenal sangat peduli pada keturunannya karena mereka tidak ingin keturunannya mengalami kesusahan seperti yang dirasakan olehnya saat masa kemerdekaan. Oleh karena itu, mereka cenderung menghabiskan penghasilannya untuk membeli tanah, kendaraan dan sisanya ditabung untuk warisan.

Generasi X 

Generasi x ini mendapatkan pendidikan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya yakni baby boomers. Generasi ini lahir antara tahun 1961 hingga 1980. Pemikiran mereka sedikit lebih maju dan cenderung suka akan resiko dengan keputusan yang matang. Generasi ini terkenal dengan sifat mereka yang terbuka dengan kritik dan saran demi efisiensi dalam menjalani kehidupan mereka. kehidupan mereka cenderung seimbang dalam kehidupan mereka baik dalam hal pekerjaan, kehidupan pribadi atau keluarga karena mereka berpikir ia bekerja untuk hidup bukan sebaliknya sehingga memiliki ketekunan dalam bekerja dan jiwa pengusaha.

Generasi Y

Nama lain dari generasi ini adalah generasi millenial. Generasi ini lahir antara tahun 1981 sampai 1994. Tahun itu merupakan tahun tahun saat teknologi sedang berkembang dengan pesat seperti kehadiran komputer, video game, gadget dan smartphone yang sudah tersambung dengan kecanggihan internet membuat generasi ini mendapatkan informasi secara cepat dan pesat pula. Begitu pula dengan pola pikir mereka yang penuh dengan ide-ide visioner, inovatif untuk melahirkan pengetahuan dan penguasaan terhadap IPTEK. Mereka ini cenderung memiliki ambisi dalam bekerja dan jiwa entrepreneur yang tinggi. Namun, dikarenakan generasi ini lahir dalam era globalisasi membuat generasi ini cenderung memiliki pola pikir yang konsumtif. Mereka banyak menghabiskan uang mereka untuk mengikuti trend dunia atau sekedar travelling. Disisi lain mereka mulai sadar akan pentingnya properti keluarga sehingga banyak dari mereka yang membeli rumah atau apartemen.

Generasi Z

Generasi ini lahir antara tahun 1995 hingga 2010 dan dikenal sudah sangat mengenal dengan teknologi lebih baik dari generasi sebelumnya. Ini membuat mereka cenderung menyukai hal yang serba instan dan praktis. Mereka sudah sangat aktif dalam sosial media dan suka berbelanja secara online. Mereka sudah bisa menghasilkan uang secara instan berkat menjelajahi internet dengan media sosial serta kreatifitas yang mampu mengasah pola pikir mereka. Jadi tak heran jika banyak anak yang walaupun tidak bekerja secara formal sudah bisa berproduktif menghasilkan uang sendiri.

Generasi Alpha

Generasi ini terlahir sejak tahun 2011 hingga sekarang. Usia mereka sangat dini sudah mengenal gadget, smartphone serta kecanggihan teknologi lainnya yang ada. Membuat sebagian besar generasi ini memiliki pola pikir yang terbuka dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Sejauh ini belum diketahui pasti bagaimana watak dan kecenderungan mereka dalam bekerja karena usia paling tua mereka saat ini masih 10 tahun. Namun terkadang generasi ini sudah bisa membantu penghasilan orang tua mereka dengan menjadi sorotan publik atau bintang.

Dalam dunia pendidikan, generasi yang lebih tua dalam memberikan pendidikan terhadap generasi yang lebih muda harus menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan dari peserta didiknya. Peserta didik disini umumnya pada generasi z dan alpha. Dunia mereka saling terhubung tanpa dibatasi ruang dan waktu yang dapat mempengaruhi karakter dan tuntutan kemampuan yang harus dimiliki namun disisi lain dapat menjadi ancaman yang kontra produktif. Dengan perbedaan tantangan inilah terutama untuk generasi terdahulu harus lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi agar dapat mengantisipasi informasi negatif dan perkembangan terhadap mental anak. 

 

Rujukan:

  • PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (swarapendidikan.co.id), diakses 3/11/2021
  • Budi Mulyadi SH., M.H. dan Aan Hasanah, Kesenjangan Karakteristik generasi Dalam Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0, diakses 3/11/2021

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Desiwy
Desiwy

Mahasiswi yang Menyukai Dunia Tulisan :)

Artikel: 18

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *