Sociopreneur

Potensi Pemuda dan Urgensi Sociopreneur di Indonesia

Belakangan ini, semakin canggihnya teknologi banyak masyarakat yang mulai bergeser pola konsumsinya. Hal tersebut bisa ditandai dengan adanya beberapa dari kalangan masyarakat yang memilih untuk beralih ke bahan organik daripada terus menerus mengonsumsi makanan cepat saji. Beberapa diantara meraka, rela merubah gaya hidupnya. Dimulai dari apa yang biasa dikonsumsi demi memenuhi tujuan tertentu, walaupun nyatanya memerlukan biaya yang lebih besar. Misalnya saja mengganti kebiasaan beras putih dengan beras merah.

Fenomena semacam ini mengakibatkan adanya perubahan budaya hingga gaya hidup, terutama dalam hal memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kondisi gaya hidup yang semakin berubah, bisa memunculkan potensi usaha bagi para sociopreneur (pembisnis sosial). Selain muncul dalam rangka mendukung adanya perubahan gaya komsumsi tersebut, sociopreneur juga dianggap peka terhadap berbagai perubahan secara sosial. Dengan begitu, kemungkinan teciptanya suatu relasi kuasa sociopreneur dengan pasar akan semakin terbuka lebar.

Sociopreneur sesuai dengan namanya terdiri dari dua kata yaitu social dan entrepreneur, sehingga istilah tersebut bisa diartikan sebagai seorang pebisnis yang menjalankan kegiatan wirausaha dengan fokus menciptakan dampak sosial bagi masyarakat. Saat ini peminat untuk menjadi sociopreneur semakin tinggi, terutama kaum muda. Potensi dari kapasitas pemuda yang sering digaungkan oleh pemerintah sebagai agen perubahan nyatanya memang tidak hanya sebagai wacana semata. Pemuda dianggap sebagai kelompok masyarakat yang paling produktif, dalam hal ini bisa aktif berkreasi dan berinovasi. Jiwa muda sejatinya memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Terkesan berani melangkah dan menerjang segala rintangan.

Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 2009, Pemuda yaitu individu dalam rentang usia 16-30 tahun, diharapkan memiliki peranan yang signifikan terhadap perkembangan sebuah negara.

Peran pemuda dalam perekonomian Indonesia sangatlah penting. Dimana sebagai kaum muda dituntut untuk bisa berinovasi dengan baik. Pendidikan menjadi sarana terpercaya meningkatkan kualitas anak bangsa agar bisa kreatif dan inovatif. Kelompok pemuda berpendidikan baik, dianggap mampu mendongkrak mobilitas sosial dan membuka kesempatan menjadi pekerja profesional atau bahkan penyedia pekerjaan sebagai pengusaha profesional. Walaupun tidak bisa memukul rata, tingkat pendidikan akan selalu berbanding lurus dengan kesuksesan seseorang, tapi nyatanya mayoritas orang sukses memang berasal dari seseorang yang merasakan pendidikan dengan baik. Pendidikan akan memberikan bekal kepada seseorang untuk menghadapi segala tantangan di dunia luar dalam hal ini ialah dunia kerja.

Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi transformasi jenis pekerjaan yang lebih tidak terlihat formal. Jenis pekerjaan lebih bervariasi dan tidak terpaku pada pakaian formal atau jam kerja yang monoton. Teknologi memang membawa banyak perubahan, diantaranya ialah pekerjaan yang tersedia semakin flexible. Tentu jenis pekerjaan seperti ini yang paling diminati oleh kaum muda, contohnya ialah industri kreatif. Tidak bisa dipungkiri bahwa industri tersebut sudah menjadi tren pekerjaan yang menjamin kehidupan dengan baik. Terutama bagi kaum muda yang kehidupan sehari-harinya sudah tidak asing dengan internet dan dunia maya.

Aktivitas bisnis saat ini sudah beralih ke media online. Sudah banyak berbagai jenis toko online yang menawarkan beragam produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan. Tren membeli barang-barang secara online juga turut mempengaruhi perkembangan dan kebiasaan masyakarakat. Dengan adanya toko online, meningkatkan kesempatan masyarakat untuk mencari barang atau menggunakan suatu jasa dengan harga yang lebih terjangkau. Mereka dengan mudah dapat mencari produk-produk sesuai kebutuhan di internet. Selain praktis, mereka akan lebih muda membandingkan antara produk yang dijual oleh satu toko online dengan toko online lainnya atau toko konvensional.

Kaum muda dan internet menjadi hal yang saling berkaitan. Dua hal tersebut saling berpengaruh untuk merubah peradaban dunia secara cepat. Hal tersebut ditandai dengan munculnya Sociopreneur. Hadir dengan konsep yang diangkat dari membangun bisnis untuk mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sociopreneur dimaknai sebagai aktivitas inovatif yang dapat menyatukan antara nilai sosial dan bisnis. Selain itu, Sociopreneur bisa dilihat sebagai usaha yang memiliki fokus pada misi sosial, sehingga orientasi utamanya pada aktivitas bisnis dan tujuan sosial. Sociopreneur tidak harus selalu dalam bentuk kegiatan amal, tetapi harus selaras dengan niat awal berbisnis yaitu menawarkan suatu produk maupun jasa yang pada akhirnya menghasilkan laba, kemudian bisa diseimbangkan dengan tujuan sosial yang ditentukan sebelumnya. Dengan begitu, akan menciptakan keseimbangan yang produktif.

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan sociopreneur di Indonesia saat ini tidak terlepas dari berdirinya Grameen Bank. Profesor Muhammad Yunus merupakan seorang sociopreneur dari Bangladesh. Beliau mengawali usaha dengan membangun Grameen Bank yang memberikan pinjaman sebesar 27 dollar kepada 42 orang pengrajin bambu di desanya. Prof. Yunus berpendapat bahwa seseorang yang belum meraih kesuksesan dalam pekerjaan, bukan berarti mereka orang yang malas dan bodoh. Mereka berada di tingkat ekonomi yang rendah karena tidak pernah diberi kesempatan oleh lembaga finansial atau bank untuk mengembangkan basis ekonomi mereka. Hal tersebut membuat Prof. Yunus berinovasi membuat suatu bisnis dengan tujuan sosial yang bisa memberdayakan masyarakat di negaranya melalui Grameen Bank.

Indonesia mulai tertarik dengan sociopreneurship karena dengan menerapkan konsep dan nilai-nilai yang terkandung, masalah sosial lama kelamaan akan semakin banyak yang teratasi. Sociopreneur bisa tercipta berawal dari ruang lingkup yang paling dekat, misalnya kondisi masyarakat di lingkungan sekitar yang terjepit dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kehadiran nilai-nilai sosial yang disalurkan oleh sociopreneur di Indonesia melalui Indonesia Mengajar, Dreamdelion, Agradaya, Taman Sungai Mudal, Osiris, dan Banten Farm, menjadi bukti dalam membangun kemandirian kepada para mitra binaan yang diberdayakan. Banyak dari mereka merupakan sociopreneur merupakan seseorang dari kalangan muda. Hal tersebut membuktikan bahwa kaum muda punya potensi besar untuk mengangkat kesejahteraan di lingkungan sekitar melalui inovasi, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Nuranti
Nuranti

Mahasiswa Komunikasi yang gemar menulis berbagai macam tulisan.

Artikel: 8

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 4 =