Kok Bisa Lukisan Bercorak Abstrak Di banderol Harga Sangat Mahal dan Bagaimana Tipsnya

Pandangan orang awam mengenai lukisan yang terlintas di benak pikiran adalah keindahan. Juga banyak orang yang masih menganggap lukisan yang bagus adalah lukisan yang mana hampir sangat mendekati dengan kemiripan objek benda asli yang sedang di lukis. Memang hal yang demikian kemungkinan bisa dibenarkan juga.

Akan tetapi, mungkin teman – teman pernah melihat lukisan abstrak yang gambar nya tidak jelas sama sekali atau mungkin malah lebih terbilang “jelek”. Tidak ada objek suatu benda nyata yang tercermin di lukisan tadi. Lukisan tadi terkesan tidak berbentuk, dan bahkan terkesan sangat jelek. Malahan lukisan atau gambar yang abstrak tadi di patok harga yang terbilang sangat mahal, dan yang terbesit di hati teman – teman adalah tidak pantas dan tidak sebanding gambar atau lukisan yang seperti tadi di patok harga yang sangat fantastis.

Penyebab Harga Lukisan Abstrak Bisa Sangat Mahal

Mengapa hal yang demikian bisa terjadi ? berikut ini adalah beberapa faktor kenapa suatu lukisan atau gambar yang bercorak abstrak bisa diberi harga yang sangat mahal :

1. Usia Lukisan

Faktor usia menjadi salah satu penyebab mahalnya harga suatu lukisan atau gambar. Usia yang semakin tua, maka harga yang di banderol akan semakin mahal dan juga tinggi. Hal yang demikian ini sama dengan barang – barang antik yang ada lainnya. Lukisan atau gambar yang tua, populer di era nya dulu dengan memiliki nilai dan juga makna yang tentunya juga menjadikan penyebab mahal nya suatu lukisan atau gambar.

2. Orang yang Melukisnya Beserta Riwayatnya

Teman – teman semua pasti pernah mendengar dan mengetahui tokoh – tokoh pelukis terkenal zaman dahulu. Yap, tokoh – tokoh tadi memiliki karya sebuah lukisan yang sangat populer di masanya dulu. Hal yang demikian ini menjadi salah satu faktor mahal nya harga yang di banderol untuk satu lukisan atau gambar nya. Bisa dikatakan semakin penting peran tokoh yang melukis pada zaman dahulu, maka semakin mahal pula harga yang diberikan.

Selain itu, riwayat seorang pelukis juga tidak kalah pentingnya, karena dari riwayat seorang seniman kita bisa tau dan mengerti bagaimana asal – usul nya, bagaimana latar belakangnya dan juga bagaimana riwayat pameran yang pernah di ikuti dan juga menjuarai suatu kompetisi pameran seni.
Kemudian juga riwayat karyanya, maksudnya misalkan ada satu seni karya lukis yang dibuat oleh seorang seniman. Kemudian lukisan tadi pernah dimiliki oleh seseorang yang bisa dikatakan tokoh penting, maka bisa dimungkinkan harga suatu karya seni lukis tadi akan semakin tinggi.

3. Kualitas dan juga Ide dari Lukisannya

Faktor yang selanjutnya adalah kualitas dan Ide dari Lukisannya. Seperti yang teman – teman ketahui, bukan sembarang orang bisa melukis dengan baik, dan melukis tentunya juga bukan merupakan hal yang bisa dilakukan oleh semua orang dengan mudah, butuh latihan, teknik dan juga kemampuan untuk membuat suatu lukisan yang berkualitas tinggi.

Tidak hanya kualitas yang menjadi titik berat, tetapi ada hal lain juga yaitu Ide. Ide merupakan suatu gagasan atau pemikiran dari si tokoh pelukis untuk selanjutnya kemudian di lukiskan kepada suatu media lukis. Ketika ide dan juga gagasan dari sang pelukis semakin tinggi, maka bisa jadi harga suatu lukisan juga bisa di banderol semakin tinggi.

4. Media

Mungkin teman – teman banyak yang memiliki persepsi kalau media untuk melukis berharga sangat murah. Hal yang demikian ini adalah tidak benar, karena butuh budget yang cukup tinggi untuk membeli media yang digunakan untuk melukis. Bahkan seorang pelukis membutuhkan lebih dari dua jenis cat warna dan juga kuas yang berjenis berbeda guna membuat suatu lukisan. Harga dari satu buah kanvas bisa mencapai harga lima puluh ribu rupiah sampai lima ratus ribu rupiah, itu tergantung ukuran dan juga kualitas. Belum juga termasuk cat warna dan juga berbagai ukuran kuasnya.

Untuk seharga yang masih segitu yang telah disebutkan di atas, itu merupakan termasuk biaya untuk seniman yang level nya kelas pemula. Hal ini berbeda lagi dengan seniman yang berkelas dunia dan profesional tentunya, memerlukan lebih besar lagi modal untuk bisa melukis suatu karya.

5. Makna yang Terkandung di Dalamnya

Masing – masing lukisan yang dibuat tentunya mempunyai makna atau arti yang terkandung dan dimaksudkan di dalamnya. Ketika seorang pelukis sedang membuat suatu karya lukisannya, ada pesan yang terkandung. Bisa saja pesan yang ingin disampaikan oleh seniman melalui lukisan tadi, atau bisa emosi dan ide gagasan dari sang seniman mengenai kisah tertentu yang di paparkan melalui sebuah karya lukisan. Tentunya ketika orang awam ingin memahami suatu karya lukisan kemungkinan akan agak kesusahan karena rumitnya sebuah lukisan. Jadi perlu pemahaman yang mendalam untuk bisa memahami makna yang disampaikan dari sebuah karya lukisan.

6. Diakui oleh Kolektor

Suatu karya seni lukis apabila pernah dikoleksi dan juga mendapat pengakuan dari seorang kolektor lukisan terkenal juga merupakan menjadi salah satu faktor yang menjadikan penyebab harga suatu karya seni lukisan diberi harga sangat tinggi. Dengan dapatnya pengakuan dari tokoh kolektor karya seni lukis yang terkenal, maka dapat diartikan bahwa suatu karya seni lukisan tadi benar – benar bisa diakui kualitasnya.

Dengan hal yang demikian, lantas ada pertanyaan yang mungkin ada di benak pikiran teman – teman yaitu bagaimana cara bisa mengapresiasi dan menilai karya seni lukisan bercorak abstrak yang baik ? dan bagaimana tips agar lukisan yang kita buat bisa berharga ? Nah selanjutnya kita akan bahas satu per satu.

Cara Menilai Seni Lukisan Abstrak

Berikut bagaimana cara mengapresiasi dan menilai karya seni lukisan bercorak abstrak yang baik yaitu :

1. Tidak mencari bentuk yang Riil

Sebagaimana yang sudah dijelaskan tadi, lukisan bercorak abstrak tidak diambil dari riil dunia nyata, walaupun mungkin ada kemiripan benda dari dunia nyata. Kalau kita mencari kemiripan lukisan dengan benda dari dunia nyata, maka bisa – bisa kegiatan apresiasi seni kita hanya berhenti sampai disini.

2. Cari Tahu Latar Belakang Pelukis

Dengan kita mencari tahu latar belakang seorang pelukis, kita jadi bisa mengetahui emosi dan gagasan apa yang terkandung di dalam suatu karya seni lukis yang telah dibuat oleh seniman. Karena bisa jadi latar belakang dari seniman tadi memengaruhi teknik dan seni melukis dari seniman tadi.3

3. Sadar kalau Keindahan itu bersifat Subjektifitas

Jikalau seandainya ada karya seni lukis abstrak yang kita tidak sukai dan menurut pandangan kita kurang menarik. Maka rasa itu harus kita kesampingkan, karena bisa saja karya seni lukisan abstrak tersebut buka termasuk selera kita.

Tips Membuat Lukisan Kita Berharga

Nah, kemudian bagaimana tips – tips yang bisa memudahkan agar lukisan yang kita buat bisa setidaknya berharga. Berikut adalah tips nya yaitu :

1. Rajin berpartisipasi even atau kompetisi karya seni lukis abstrak baik di daerah lokal, nasional atau internasional.

2. Kirimkan karya seni lukisan abstrak kita ke beberapa lembaga lelang, tidak harus lembaga lelang yang berkelas tinggi, syukur-syukur kalau karya seni lukisan kita dapat diakui oleh lembaga tersebut dan terlebih lagi kalau bisa terjual dengan harga yang lumayan tinggi.

3. Gemar mempublikasikan karya lukisan abstrak kita ke media internet. Agar karya kita bisa dilihat oleh khalayak umum.

4. Di dalam membuat karya seni lukis abstrak kita harus menjadi diri sendiri, mengikuti emosi, gagasan dan juga ide dari dalam pikiran dan hati kita sendiri. Hindari mengikuti tren pasar, sehingga lukisan abstrak yang nantinya kita hasilkan tidak pasaran.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Ahmad Farohi
Ahmad Farohi

Seorang mahasiswa, peneliti, asisten peneliti, sehingga saya semakin tertarik dengan dunia tulis menulis. Dari pengalaman menjadi itu, saya Alhamdulillah saya berhasil menerjunkan tulisan saya di beberapa Jurnal nasional terakreditasi hingga di Google Scholar. Semakin saya terjun lebih dalam saya semakin bersemangat lagi untuk menulis, hingga saat ini saya menjadi Editor di lembaga Penerbit Kampus yaitu di IAIN Kudus Press.

Artikel: 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 5 =