call to action dalam copywriting

Strategi Manajemen Konflik di Lingkungan Kerja

Konflik adalah hal tidak dapat dihindari ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Tidak hanya dalam hubungan dengan pasangan atau keluarga, konflik pun dapat terjadi dalam hubungan dengan rekan kerja. Anda bisa jadi sudah sangat berhati-hati dalam menyeleksi karyawan untuk mengurangi resiko konflik di lingkungan kerja. Namun mereka yang menjawab pertanyaan, “Bagaimana Anda biasanya menangani konflik?” dengan sempurna saat seleksi wawancara pun tidak menjamin akan kebal terhadap konflik di lingkungan kerja.

Konflik di lingkungan kerja dapat melibatkan siapa saja, antara dua karyawan, antar dua anggota tim, maupun antara atasan dengan tim yang ia kelola. Konflik pun terjadi karena berbagai alasan seperti kepribadian yang bertentangan, ketidaksepakatan ide atau gagasan hingga sikap dan komunikasi yang buruk sehingga berakhir dengan kesalahpahaman.

Konflik di lingkungan pekerjaan ini tentu saja akan berakibat buruk jika tidak ditangani dengan baik. Konflik membuat produktivitas menurun, menghambat kreativitas dan kerja sama tim. Pada tingkat individu, konflik akan berdampak pada stress dan ketidaknyamanan di tempat kerja. Stress akan meluas dan menyebabkan kecemasan bahkan menghambat perkembangan karir individu.

Tidak dapat dipungkiri, menyelesaikan dan mengatasi konflik adalah tantangan yang besar baik bagi karyawan maupun pemimpin organisasi. Beberapa orang mungkin memilih untuk menghindari dan melarikan diri dari konflik untuk meminimalisir rasa tidak nyaman. Namun itu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Kemampuan untuk mengidentifikasi konflik, memahami polanya, dan mampu membawa resolusi yang cepat dan adil untuk konflik akan membantu Anda bekerja lebih nyaman dan produktif.

Meskipun memiliki struktur manajemen konflik itu penting, pelaksanaan manajemen konflik yang efektif pada akhirnya bergantung pada kemampuan semua pihak untuk memahami manfaat manajemen konflik, dan keinginan mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut. Cara-cara berikut akan membantu mencegah dan menangani konflik di tempat kerja dengan lebih efektif:

Pencegahan Konflik di Lingkungan Kerja

Buat kejelasan batasan perilaku dalam Performance Management

Membuat batasan yang jelas mengenai sikap dalam bekerja merupakan langkah awal dalam mengurangi kemungkinan terjadinya konflik di lingkungan kerja. Buat uraian tugas yang jelas sehingga orang paham apa yang diharapkan dari mereka, rantai komando yang dapat dimengerti dengan baik untuk memungkinkan komunikasi yang efektif juga akan membantu menghindari konflik. Sampaikan dengan jelas dan terbuka apa yang akan dan tidak akan ditoleransi. Kejelasan aturan dalam organisasi akan membantu karyawan memahami hak, kewajiban, hingga batasan-batasannya.

Waspadai dan pelajari pola munculnya ketegangan

Orang menangani masalah dan konflik dengan cara yang berbeda. Beberapa orang bisa jadi menunjukkan kekesalan mereka dengan cepat dan terbuka, sementara yang lain yang tampak santai dan toleran di awal tapi kemudian mendapati diri mereka semakin terganggu sampai akhirnya kehilangan kesabaran. Pada kasus kedua ini seringkali masalah kecil dapat memicu konflik jika batasan toleransi mereka sudah tercapai. Penting untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan tim Anda untuk menangani masalah sehingga Anda menyadari masalah sejak dini dan tahu apa yang harus dilakukan. Pahami apa yang penting bagi tim dan ingat bahwa setiap orang pasti berbeda. Setidaknya pahami pemicu stres pribadi mereka dan bagaimana masing-masing dari mereka biasanya menangani konflik.

Usahakan untuk tidak terlibat dalam gosip dan politik di lingkungan kerja

Meskipun gosip di lingkungan kerja pada tingkat tertentu tidak dapat dihindari dan tidak perlu menimbulkan masalah, politik kantor dapat menjadi sumber kesalahpahaman dan ketegangan. Pertahankan objektivitas dan tahan keinginan untuk terlibat di dalalmnya. Hal ini hanya akan menambah bahan bakar ke dalam api. Jika gosip kantor sudah melewati batas wajar dan bersifat jahat, jelaskan kepada mereka yang terlibat bahwa menyebarkan rumor yang tidak berdasar dapat ditafsirkan sebagai intimidasi atau pelecehan yang tidak dapat ditoleransi di lingkungan kerja.

8 Essential Tips to Resolve Conflict in the Workplace

Penanganan dan Penyelesaian Konflik di Lingkungan Kerja

Perhatikan dan rangkul konflik

Saat konflik mulai muncul, perhatikan dan identifikasi. Jangan menghindari konflik atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Seiring berjalannya waktu, ketegangan pasti akan terjadi dan konflik hanya akan menjadi lebih buruk jika dibiarkan. Atasi masalah yang kecil sesegera mungkin sebelum masalah menjadi besar dan perasaan buruk tertanam dalam pekerjaan sehari-hari. Jika konflik terjadi antar karyawan, dorong mereka untuk mencari cara untuk mengatasinya. Jika konflik berkembang antara dua tim, komunikasi antar divisi dapat dilakukan. Jika Anda memiliki konflik dengan salah satu karyawan Anda, atasi secara langsung dan pribadi.

Bicarakan konflik dengan individu yang terlibat secara pribadi

Jika terjadi ketidaksepakatan antar anggota tim atau Anda mencurigai adanya konflik yang berkembang, mulailah dengan melakukan diskusi informal satu lawan satu dengan masing-masing individu terkait. Hal ini akan membantu Anda mengidentifikasi inti masalah sekaligus memberi Anda kesempatan untuk mendengarkan kekhawatiran orang lain dalam kondisi yang aman dan rahasia. Hindari membuat asumsi atas apa yang terjadi. Banyak orang merasa sulit untuk terbuka tentang masalah di tempat kerja karena takut disalahpahami. Tetap berpikiran terbuka dan beri mereka ruang untuk membicarakannya.

Satukan pihak yang berkonflik dan komunikasikan bersama

Setelah mendapatkan pemahaman yang jelas tentang konflik yang terjadi, serta perspektif setiap orang yang berbeda tentang masalah, kumpulkan para pihak dan bertindaklah sebagai fasilitator yang objektif untuk menemukan kesamaan. Kapasitas Anda untuk melakukan ini tidak hanya bergantung pada kemampuan menangani masalah tetapi juga bagaimana Anda mampu membangun dan mempertahankan lingkungan kerja yang terbuka, penuh hormat, baik hati, adil dan konsisten. Hilangkan keberpihakkan dan fokus untuk mendapatkan pemecahan masalah yang konstruktif. Dorong individu untuk mendiskusikan setiap perubahan yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak untuk membantu menemukan solusi.

Pertimbangkan untuk memisahkan mereka yang berkonflik

Pada kasus di mana konflik menjadi sangat memanas dan mungkin tidak dapat dipertahankan memisahkan anggota tim yang berkonflik mungkin diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan anggota tim lain yang tidak berkonflik dan mencegah situasi semakin memanas. Pertimbangkan untuk mentransfer anggota tim yang berkonflik ke tim atau area lain jika hal ini dirasa adil, perlu, dan memungkinkan. Dalam beberapa keadaan, mungkin ada bentrokan kepribadian yang sulit diselesaikan, atau anggota staf tertentu yang terus-menerus menyebabkan konflik. Jika demikian, pertimbangkan apakah akan bermanfaat bagi individu untuk pindah ke peran atau tim yang berbeda, yang mungkin lebih cocok untuk mereka.

Follow-up penanganan konflik

Orang biasanya berharap setelah konflik terselesaikan, masalahnya akan hilang selamanya. Namun, dalam banyak kasus satu pihak atau lainnya bisa jadi masih merasa kesal dan dirugikan. Bagian penting dari penanganan konflik secara efektif adalah menindaklanjuti yang hal yang diperlukan untuk memeriksa bahwa masalah telah diselesaikan dan terus mempertahankan hubungan yang baik dengan anggota tim. Bicarakan manajemen konflik yang telah dilakukan dengan individu yang berkonflik selama evaluasi kinerja misalnya untuk mengetahui apakah konflik benar-benar terselesaikan atau masih ada perasaan tidak nyaman.

Pandang Konflik sebagai Peluang

Di dalam setiap konflik tersembunyi potensi kesempatan belajar yang luar biasa. Di mana ada ketidaksepakatan, pasti akan ada potensi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Jika Anda seorang pemimpin yang tidak memanfaatkan konflik untuk tujuan pembangunan tim dan mengembangkan kepemimpinan, Anda kehilangan peluang besar. Setiap konflik yang ditangani dengan benar dapat memicu inovasi dan pembelajaran dengan cara yang bahkan tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Pemimpin yang baik dapat mencari sisi positif dalam semua pendapat yang berbeda.

 

Sumber:

CIPD. (2021, January). A Guide to dealing with conflict at work. https://www.cipd.co.uk/knowledge/fundamentals/relations/disputes/workplace-conflict-people-manager-guide#gref

Myatt, M. (2012, February 22). 5 keys dealing with workplace conflict. Forbes. Retrieved from: https://www.forbes.com/sites/mikemyatt/2012/02/22/5-keys-to-dealing-with-workplace-conflict/?sh=14a948291e95

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Rach
Rach

Seorang freelance writer yang aktif belajar, melakukan research dan juga menulis berbagai psychological issues.

Artikel: 13

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *