Bagaimana Bisa Ada Alergi Olahraga dan Bagaimana Solusinya

Kesehatan adalah suatu hal yang mungkin di pandangan teman – teman semua dianggap sangat penting, bahkan menjadi hal yang nomor satu dan wajib bagi tiap – tiap manusia di bumi ini. Memang anggapan yang demikian itu benar dan sah – sah saja. Karena secara logika kalau badan atau tubuh kita dalam kondisi tidak sehat, maka bisa jadi semua pekerjaan ataupun kegiatan aktivitas kita sehari – hari menjadi tidak terlaksana secara maksimal. Namun sebaliknya jika badan atau tubuh kita dalam kondisi yang sehat, maka bisa jadi semua aktivitas dan kegiatan kita bisa terlaksana dengan lancar.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang belum ada tanda – tanda selesai mulai dari tahun 2020. Dan pandemi ini menjadi salah satu permasalahan besar bagi kesehatan semua warga dan masyarakat, karena kesehatan setiap manusia menjadi terancam. Banyak orang sakit berjatuhan dan membuat rumah sakit menjadi penuh sesak di isi oleh pasien.

Di dalam kondisi yang seperti telah dijelaskan di atas, maka kesehatan setiap warga dan masyarakat menjadi sangat penting dan darurat untuk diselamatkan agar tidak terjangkit virus yang sangat mematikan tersebut. Kesehatan warga dan masyarakat bisa dicapai dengan cara melakukan olahraga rutin setiap hari. Karena selain tetap mematuhi protokoler kesehatan yang sangat penting untuk dilakukan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ada juga yaitu dengan cara berolahraga untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan imunitas diri kita dari serangan virus Covid-19.

Kita bisa melakukan olahraga setiap hari di luar rumah untuk mendapatkan pancaran sinar Matahari pagi ke tubuh kita. Karena dengan adanya sinar Matahari pagi yang terpancar ke tubuh, kita bisa mendapatkan vitamin D secara gratis melalui proses reaksi fotosintesis yang disebabkan oleh sinar Matahari pagi tersebut. Dengan adanya vitamin D, kita bisa merasakan manfaat untuk antioksidan yang mana berguna untuk meningkatkan dan menguatkan tingkat kualitas imunitas tubuh kita.

Selain itu, karena dengan berolahraga di luar ruah kita bisa sedikit me refresh diri dari kebosanan dan rasa suntuk akibat dari bekerja dari rumah (work from home) atau sekolah dari rumah. Cara berolahraga di luar rumah ini bisa teman – teman semua lakukan dengan catatan tidak berkerumun di tempat – tempat yang ramai. Tetapi untuk teman – teman semua yang apabila khawatir ketika sedang berolahraga di luar ruang akan menimbulkan dampak atau kemungkinan tertular virus Covid-19, maka disarankan teman – teman untuk tetap melakukan olahraga di rumah dengan aman dan nyaman tentunya.

Bentuk Olahraga Yang Kelihatan Aman

Kemudian di pikiran teman – teman semua, pastinya muncul kira – kira apa olahraga yang aman dan efektif tentunya ketika dilakukan di dalam ruang yaitu sebagai berikut :

1.Lompat Tali

Lompat tali bisa dilaksanakan dengan cara tetap berada di rumah, karena olahraga lompat tali tentunya tidak memerlukan tempat yang luas dan lebar.

2.Jalan – jalan kecil

Ya, jalan – jalan kecil bisa dilakukan dengan tanpa harus pergi ke tempat atau lokasi olahraga yang jauh dari rumah. Bisa dilakukan dengan mengitari rumah secara berputar beberapa kali.

3.Yoga

Yang selanjutnya yaitu Yoga, yoga bisa dilakukan di rumah. Dengan melakukan yoga rutin setiap hari, kita bisa menangkan diri stres akibat pekerjaan atau akibat kelamaan di rumah akibat dari pandemi, selain itu juga dengan yoga kita bisa menguatkan tulang.

4.Kardio

Ya, olahraga kardio sangat bermanfaat untuk pembakaran lemak dan untuk mengeluarkan keringat. Lebih – lebih jikalau teman – teman memiliki treadmill pasti akan sangat bermanfaat sekali.

5.Senam

Jikalau teman – teman tidak punya treadmill di rumah, maka teman – teman yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan senam. Senam ini teman – teman bisa menggunakan tutorial senam dari berbagai video yang tersedia di internet.

Penyakit Alergi Obat (EIA)

Dari banyaknya manfaat dan kebaikan yang bisa kita ambil dari berbagai macam dan jenis olahraga di atas, ada beberapa orang yang malah terjadi dan menyebabkan kondisi yang sebaliknya, yaitu malah bisa menimbulkan rasa sakit yaitu alergi olahraga. Ya, mungkin dari teman – teman semua masih ada yang asing dengan alergi jenis ini. Penyakit alergi olahraga atau yang biasa dikenal dengan EIA (exercise induced anaphylaxis) merupakan salah satu fenomena langka yang bisa terjadi pada diri manusia.

Identifikasi Penyakit EIA

Alergi olahraga ini bisa di identifikasi dengan adanya beberapa hal berikut ini yaitu sebagai berikut :

1.Gejala

Gejala orang yang sedang mengalami alergi olahraga bisa memunculkan dari keluhan ringan hingga berat. Bisa terjadi dengan cepat, atau bisa juga terjadi dengan cukup lambat. Yaitu beberapa gejala seperti batuk, kram, sakit kepala, diare, gatal – gatal, mual hingga kesuiltan dalam mengambil nafas.

2.Bisa jadi disebabkan oleh makanan

Alergi olahraga bisa jadi disebabkan oleh makanan tertentu yang menimbulkan terjadinya alergi. Jenis alergi ini bisa terjadi mana seseorang akibat dari mengkombinasikan antara makanan sebagai penyebab alergi dan kemudian di tambah dengan aktivitas fisik yang mengakibatkan anafilaksis. Pada kondisi yang demikian biasa disebut dengan food dependent exercise induced anaphylaxis (FDEIA). Jenis alergi ini bisa saja tidak terjadi jika penderita EIA tidak melakukan olahraga. Untuk jenis makanan secara spesifik apa yang bisa memicu terjadinya FDEIA belum bisa diketahui secara pasti, akan tetapi secara umumnya FDEIA disebabkan oleh jenis makanan seperti makanan dari lingkungan alam laut, gandum, kerang, jenis kacang – kacangan, sereal, produk susu, kemudian juga seledri.

3.Tidak Hanya Disebabkan oleh Olahraga yang Berat saja

Mungkin dari sebagian teman – teman banyak yang mengira bahwa alergi olahraga bisa terjadi dan disebabkan oleh olahraga berat saja, padahal tidaklah demikian. Bisa saja alergi olahraga terjadi karena ketika teman – teman sedang melakukan aktivitas di dalam rumah seperti menyapu dan menari. Akan tetapi pada umumnya alergi olahraga tidak disebabkan oleh satu faktor penyebab, akan tetapi banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi, seperti contoh yaitu kondisi cuaca, makanan dan juga obat – obatan.

4. Lebih Banyak Disebabkan oleh Lari – Lari Kecil atau Jogging

Penyakit EIA ini biasanya terjadi di saat olahraga dengan intensitas menengah, dan paling sering ditemukan adalah kasus yang disebabkan oleh olahraga jogging. Tetapi tetap ada beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab baik internal seperti kondisi tubuh, dan juga bisa jadi makanan, atau dari faktor eksternal yaitu seperti kelembapan dan suhu di lingkungan sekitar yang bisa menyebabkan alergi olahraga ini.

Cara Mengatasi Alergi Olahraga

Kemudian yang selanjutnya ketika kita semua mengalami alergi olahraga, hal – hal yang bisa kita lakukan adalah yaitu ketika kita ingin melakukan olahraga maka lakukanlah dengan intensitas yang rendah, menghindari olahraga di lingkungan yang bersuhu panas dan juga dingin dan kering. Melakukan olahraga kira – kira empat hingga enam jam setelah makan.

Untuk perempuan juga ketika sedang mengalami menstruasi di sarankan tidak melakukan olahraga terlebih dahulu. Sebelum melakukan olahraga selalu melaksanakan pemanasan dengan melatih pernafasan kurang lebih lakukan selama sepuluh hingga lima belas menit.

Jika teman – teman sudah merasa lelah, maka beristirahatlah dan mengatur pernafasan. Jika teman – teman sudah merasakan alergi akibat dari olahraga, maka teman – teman bisa beristirahat sekitar lima hingga sepuluh menit agar tidak semakin memperparah. Jika dipandang perlu teman – teman boleh meminum obat anti alergi yang tentunya sesuai dengan resep dokter.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Ahmad Farohi
Ahmad Farohi

Seorang mahasiswa, peneliti, asisten peneliti, sehingga saya semakin tertarik dengan dunia tulis menulis. Dari pengalaman menjadi itu, saya Alhamdulillah saya berhasil menerjunkan tulisan saya di beberapa Jurnal nasional terakreditasi hingga di Google Scholar. Semakin saya terjun lebih dalam saya semakin bersemangat lagi untuk menulis, hingga saat ini saya menjadi Editor di lembaga Penerbit Kampus yaitu di IAIN Kudus Press.

Artikel: 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 7 =