https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=NpusP1%2b%2b&id=F586D6B4329F81BAAECD336A5D0FD7189715686E&thid=OIP.NpusP1--0uGFfVIwIVLReQHaE_&mediaurl=https%3a%2f%2fwww.ius.org.uk%2fstuff%2fuploads%2framadhan-mubarak.jpg&exph=506&expw=750&q=RAMADHAN&simid=608054634884918398&ck=82E7FF18883BF1B72A99B62038A74660&selectedIndex=14&FORM=IRPRST&ajaxhist=0

8 Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan Islam yang paling ditunggu oleh kaum muslim. Bagaimana tidak, puasa pada bulan Radhan dapat menghapus kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Asalkan puasa dilakukan dengan hati yang ikhlas dan semata-mata niat hanya untuk mencari ridlo Allah swt.

Telah diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah swt. maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Puasa Ramadhan dilakukan selama antara 29 sampai 30 hari. Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan keberkahan. Semua amal kebaikan akan dihitung dan mendapat balasan yang dilipatgandakan. Berikut beberapa amalan yang disunnahkan pada bulan Ramdhan :

Menyegerakan buka puasa

Waktu berbuka puasa merupakan waktu yang paling ditunggu oleh umat Muslim. Waktu berbuka ditandai dengan terbenamnya matahari dan berkumandangnya adzan maghrib. Menyegerakan berbuka puasa hukumnya sunnah. Seperti hadits Rasulullah sallahu’alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori no. 1957 dan Imam Muslim no. 1098; “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”

Dalam berbuka puasa juga disunnahkan menggunakan makanan yang manis. Rasulullah SAW. berpesan : “Apabila salah seorang diantara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah. Apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Mengakhirkan sahur

Amalan sunnah pada bulan Ramadhan yang kedua ialah mengakhirkan sahur. Para ulama menyebutkan bahwa di dalam sahur memiliki terdapat suatu keberkahan. Seperti sabda Rasulullah SAW. “makan sahurlah, karena sahur itu barokah.” (HR. Bukhori 1923 dan Muslim 1095) Namun begitu, apabila tidak sahur juga tidak masalah.

Ada beberapa manfaat mengakhirkan sahur, diantaranya; tetap fokus dalam menjalani aktivitas, mempersingkat waktu menahan haus dan lapar, dapat melaksanakan sholat subuh tepat waktu dan baik untuk kesehatan.

Memberi makan orang yang berbuka puasa

Memberi makan orang yang berbuka puasa juga merupakan amalan sunnah pada bulan Ramadhan. Hal ini sesuai hadits nabi Muhammad SAW. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi No. 807, Ahmad No. 21676, An Nasai dalam As Sunan Al Kubra No. 3332, Al Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 3952).

Bersedekah

Seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. bersedekah bisa dimulai dari orang terdekat, mulai dari mentraktir saudara dan keluarga, berbagi takjil kepada tetangga  serta memperbanyak sodaqoh dengan sesama.

Rasulullah bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan di bulan Ramadan. “Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan,’ (HR At-Tirmidzi).

Adapun keutamaan-keutamaan bersedekah pada bulan Ramadhan, diantaranya; membiasakan diri untuk saling berbagi, pahala dilipat gandakan oleh Allah swt. “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia hendaki, Dan Allah maha Luasa, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Selain itu, sedekah juga dapat menjadikan pribadi untuk lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki, dengan perantara sedekah doa mudah dikabulkan, sebagai penghapus dosa serta dapat terhindar dari bala dan musibah. Seperti yang telah diriwayatkan oleh Thabrani :

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).”

Bertadarus dan mengkhatamkan Al-Quran

Bertadarus Al-Quran merupakan amalan sunnah lainnya pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda; Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Bukhari). Oleh sebab itu, seseorang akan sangat merugi apabila tidak mengamalkannya.

Selain mendapat pahala yang dilipat gandakan, bertadarus pada bulan Ramadhan juga memiliki keutamaan, diantaranya; dapat menenangkan hati, dapat memberi syafaat di hari kiamat, meningkatkan keimanan, mendekatkan diri dengan Sang Pencipta dan jiwa menjadi lebih damai dan tentram.

Qiyam Ramadhan

Bulan Ramadhan menjadi salah satu ajang umat muslim untu berlomba-lomba dalam kebaikan, bagaimana tidak. Segala amal kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya. Salah satunya yakni dengan cara qiyam Ramadhan. Seperti sholat witir, sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud dan shalat tarawih.

Shalat tarawih hukumnya sunnah bagi laki-laki maupun perempuan. Shalat tarawih dilakukan sesudah shalat isya’. Shalat tarawih dapat mendatangkan ampunan dan dapat menggugurkan dosa yang telah lampau. Namun tentunya dengan ketentuan-ketentuan tertentu, yakni; dilakukan dengan iman dan hanya mengharap ridho Allah swt., dilakukan dengan hati ikhlas dan berserah hanya kepada Allah swt., tidak bermaksud riya’ dan semata-mata lillahita’ala.

Seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “barangsiapa yang melakukan qiyam (lail) Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.”

Menahan diri

Amalan sunnah lainnya yakni menahan diri, mulai dari menahan lapar, menahan haus,menahan berbuat dosa, menahan diri dari maksiat dan menahan diri dari syahwat. Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya Allah telah menuliskan bagi anak-anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti akan mendapatkanya. Zinanya mata memandang yang diharamkan, zinanya lisan membicarakannya, zinanya jiwa mengharap dan membayangkannya sedangkan kemaluannya akan membenarkan hal tersebut atau mendustakannya.” (HR Tirmidzy).

Adapun doa untuk menahan nafsu syahwat yakni “Allohumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa.” Yang mana artinya “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek).” (HR Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan) (HR Tirmidzi, no. 3591.

Memperbanyak doa dan istighfar

Bulan Ramadhan juga merupakan kesempatan besar untuk memperbanyak doa dan istighfar. Hal ini dikarenakan, pada bulan Ramadhan doa-doa yang dipanjatkan akan terkabulkan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. bahwa “ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak : pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga waktu berbuka dan doa orang-orang yang teraniaya atau terdzalimi, Allah akan mengangkat di atas awan pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Adapun waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa ialah pada waktu sahur, waktu berpuasa dan saat berbuka. Ketiga waktu ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Selain dianjurkan untuk memperbanyak doa, pada bulan Ramadhan juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah swt. akan dosa-dosa yang telah dilaluinya. Juga harus disertai komitmen untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat dan tidak akan mengulanginya lagi.

Hal ini sesuai firman Allah swt. “sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan yang mensucikan diri”.(QS. Al-baqarah : 222)

Demikian amalan-amalan sunnah pada bulan Ramadhan, semoga kita dapat mengamalkannya dan menjadikan Ramadhan kita penuh berkah dan menjadi lading pahala untuk bekal di akhirat kelak. Semoga bermanfaat.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Abidah Ulma
Abidah Ulma

Sebagai salah satu mahasiswa PTN di Jawa Timur. Menyukai dunia tulis menulis sejak SD. Berkecimpung dalam dunia tulis menulis sejak kelas 1 SMP.

Artikel: 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

48 + = 56