Peran Perempuan di Perekonomian (Permasalahan dan Solusi)

Kondisi perempuan Indonesia saat ini sangat berbeda dengan kondisi di masa lalu. Pada masa lalu, perempuan di Indonesia tidak mudah dalam menempuh pendidikan. Akibatnya, banyak di antara perempuan tersebut yang belum mampu membaca dan menulis. Selain itu, terjadi lonjakan kasus pernikahan dini di kalangan perempuan. Seakan-akan kehidupan perempuan kala itu diliputi kegelapan di dalam hidup mereka.

Berbeda dengan kondisi saat ini, perempuan diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan baik di dalam negeri atau luar negeri. Pemerintah tidak membatasi kuota perempuan dalam menempuh pendidikan di setiap jenjangnya sehingga laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama dalam menempuh pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 rata-rata lama sekolah perempuan di Indonesia selama 8,07 tahun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya selama 7,89 tahun. Rata-rata lama sekolah tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan dengan laki-laki, pada tahun 2019 selama 8,81 tahun dan tahun 2020 selama 8,9 tahun. Apabila dilihat secara lebih rinci, pada tahun 2020 persentase perempuan usia 7 hingga 24 tahun yang masih bersekolah sebesar 71,46 persen. Adapun yang tidak atau belum pernah sekolah sebesar 0,49 persen dan sebesar 28,05 persen tidak bersekolah lagi.

Semakin terbukanya kesempatan bersekolah dan berbekal ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam menduduki posisi yang strategis. Misalnya dalam bidang politik, berdasarkan data BPS pada tahun 1955 menunjukkan bahwa persentase perempuan yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yaitu sebesar 5,88 persen. Pada tahun 1987 telah mencapai sebesar dua digit yaiitu sebesar 11,8 persen sedangkan pada tahun 2019 telah mencapai 20,87 persen. Adapun jumlah perempuan yang terpilih dari hasil Pemilu tahun 2019 yaitu sebanyak 42 jiwa.

Sebagaimana peran perempuan di dalam bidang politik, hal ini menunjukkan bahwa perempuan-perempuan tersebut secara langsung juga turut terlibat di dalam perekonomian. Dalam melihat fakta yang ada, maka peran perempuan di dalam perekonomian telah berkembang baik di negeri ini maupun negara lainnya.

Peran Perempuan di Perekonomian

Dalam dunia kerja saat ini, perempuan dapat melangkah ke dunia kerja di berbagai bidang. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk perempuan berumur 15 tahun ke atas yang bekerja pada tahun 2020 yaitu sebanyak 50.699.158 jiwa.Berbekal pendidikan yang dimiliki sehingga dapat bekerja dan memperoleh penghasilan yang tidak berbeda dengan pihak laki-laki. Hal ini dikarenakan di perusahaan atau instansi tertentu penghasilan bukan dilihat dari gender namun dilihat dari jenjang pendidikan dan pengalaman yang telah dimiliki.

Di perdesaan, perempuan dapat terlibat langsung di kegiatan pertanian. Serangkaian kegiatan pertanian dapat dilakukan pihak perempuan dalam hal seperti menyiapkan bibit, menanam dan merawat tanaman, dan mengurus hasil panen. Potensi perempuan di bidang pertanian sangatlah berpotensi dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.

Lain halnya dalam bidang usaha. Perempuan sering diidentikkan sebagai pihak yang berperan memasak, mencuci, membantu anak dalam membuat karya seni, dan urusan-urusan lainnya di dalam keluarga. Tanpa disadari sebelumnya, kegiatan sehari-hari itu pun dapat dijadikan penghasilan bagi perempuan. Misalnya membuka bisnis rumah makan, laundry, dan homemade. Oleh karena itu, banyak kegiatan keseharian perempuan yang dapat mendukung perekonomian keluarga.

Dorongan perempuan dalam bekerja karena mereka menyadari bahwa apa yang dilakukannya tersebut akan bermanfaat untuk dirinya maupun keluarga, terutama bagi yang tinggal di lapisan masyarakat kelas bawah. Saat ini Indonesia membutuhkan peran perempuan yang menjadi tumpuan harapan dalam mendorong laju dan keberhasilan pembangunan bangsa. Namun, perempuan yang baik pastinya tidak melupakan peran-peran lainnya yaitu seperti mengurus suami, mendidik anak-anak, dan mengurus keperluan rumah tangga.

Peran perempuan di dalam perekonomian menunjukkan semakin meningkatnya kualitas hidup perempuan sehingga memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara keseluruhan. Berdasarkan data Human Development Report UNDP 2020 menyatakan bahwa Human Development Index (HDI) Indonesia pada tahun 2020 sebesar 0,718. Indonesia menduduki peringkat ke-107 dari 189 negara di dunia. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 0,617 dan menduduki peringkat ke-124 dari 187 negara.

Permasalahan dan Solusi

Peren perempuan di dalam perekonomian khususnya di bidang usaha pastinya tidak terlepas dari permasalahan. Salah satu yang menjadi permasalahannya yaitu kurangnya informasi mengenai akses informasi pasar dan penggunaan teknologi. Akibat kurangnya informasi pasar, pengusaha tidak mengetahui kondisi pasar saat ini, seperti kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut karena hanya menghasilkan produk yang tidak dikembangkan. Akibatnya, produk-produk tersebut dikalahkan oleh produk-produk perusahaan lainnya yang telah berkembang sesuai dengan permintaan pasar.

Analisa pasar adalah salah satu langkah untuk mengetahui informasi pasar. Analisa pasar merupakan suatu kegiatan yang penting bahkan dijadikan pondasi pemasaran sehingga dapat menentukan langkah strategi pemasaran selanjutnya. Setelah memilih target pasar, kemudian dilakukan analisis faktor-faktor apa saja yang menyebabkan konsumen memilih produk tersebut dan melakukan analisa terhadap konsumen yang loyal terhadap merek tertentu dan apa yang menjadi penyebabnya sehingga konsumen tersebut menjadi loyal.

Selain itu, kendala yang dialami perempuan di dalam usaha kecilnya seperti kendala di dalam hal pemasaran dan pemodalan. Dalam pemasaran, penggunaan teknologi sangatlah penting. Apabila perusahaan tidak melibatkan peran teknologi maka dikhawatirkan produknya tidak dapat berkembang dan dikenali oleh konsumen secara keseluruhan dalam waktu singkat. Penggunaan teknologi sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan oleh pihak-pihak tertentu dalam memberikan pengembangan usaha yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam hal pemodalan, banyak perempuan yang kesulitan dalam mendapatkan modal baik dari pihak lain maupun dari diri sendiri. Apabila mendapatkan modal dari pihak lain pun banyak persyaratan yang harus dipenuhi sehingga sulit dilakukan. Oleh karena itu, apabila di suatu daerah menerapkan suatu program maka dilakukan pemantapan dukungan politis dan operasional dari stakeholders. Kemudian, dilakukan sosialisasi dan penunjukkan unsur pelaksana yang tepat. Hal ini dikarenakan banyak program yang keberhasilannya sangat bergantung terhadap unsur pelaksana.

Selain itu adanya otonomi daerah sehingga memudahkan pemerintah daerah untuk fokus terhadap daerahnya. Oleh karena itu, diharapkan akan tumbuh usaha-usaha yang dikelola perempuan di berbagai daerah Indonesia yang mandiri dan bekerja sama dengan pemerintah serta kelembagaan ekonomi yang sudah ada.

Salah satu contoh program yang melibatkan pihak perempuan dalam menggerakkan perekonomian melalui kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah Program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa). Pada program tersebut banyak perempuan yang memperoleh bantuan hibah berupa modal usaha. Pada Program Jatim Puspa, perempuan-perempuan yang terlibat di dalamnya dapat berkreasi dengan cara berjualan makanan, minuman, membuat pakaian, serta aktivitas-aktivitas lainnya. Adanya program tersebut sehingga melatih perempuan-perempuan di Jawa Timur berkreasi sehingga dapat mengembangkan usaha dan menjalankan roda perekonomian Jawa Timur. Selain itu, mereka pun memperoleh penghasilah sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Dyah Makutaning Dewi, S.Tr.Stat.
Dyah Makutaning Dewi, S.Tr.Stat.

Saya memiliki hobi menulis sejak SMA. Semoga karya-karya saya yang dibantu Allah tersebut dapat bermanfaat meskipun saya telah tiada nantinya.

Artikel: 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *