Yuk Memahami Apa itu Fasilitator Pelatihan

Pelatihan merupakan bagian dari pendidikan, seperti yang kita ketahui bersama bahwa pendidikan sangat berperan penting bagi manusia, pendidikan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan manusia. Sejumlah potensi atau kemampuan manusia dapat dikembangkan melalui pendidikan, khususnya pelatihan.

Pelatihan sendiri merupakan kegiatan yang disusun untuk meningkatkan sumber daya manusia agar menghasilkan tenaga kerja yang berkemampuan tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 9 UU Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa Pelatihan Kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Dalam pelatihan terdapat perangkat yang terlibat, di antaranya tempat, penyelenggara, narasumber, fasilitator, sarana dan prasarana, media serta peserta pelatihan. Dari beberapa perangkat tersebut, peran fasilitator cukup penting dalam pelatihan dan menarik untuk dibahas. Oleh karena itu, yuk memahami apa itu fasilitator pelatihan?

Photo by fauxels from Pexels via https://www.pexels.com

Fasilitator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang memiliki tanggung jawab dan berperan untuk membantu peserta pelatihan agar dapat mencapai tujuan pelatihan yang telah ditetapkan. Menurut Edi Soeharto (2005: 98) menjelaskan Fasilitator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk membantu peserta pelatihan menjadi mampu menangani tekanan suatu proses pelatihan.

Banyak yang salah kaprah mengenai definisi fasilitator itu sendiri, banyak yang berpikir bahwa fasilitator sama dengan guru, narasumber bahkan pelatih. Masih banyak yang berpendapat bahwa fasilitator merupakan seseorang yang memberikan informasi mengenai isi atau materi pelatihan. Pada kenyataannya fasilitator dalam suatu pelatihan berperan dalam memandu proses pelatihan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara, tetapi fasilitator tidak memiliki kewenangan untuk membuat keputusan atau memberikan kontribusi terhadap diskusi bersama peserta pelatihan. Fasilitator membantu peserta pelatihan atau anggota kelompok memperbaiki cara mereka berkomunikasi dalam diskusi kelompok, seperti bagaimana peserta pelatihan menyelidiki, memecahkan masalah dan membuat keputusan terhadap keputusan bersama dalam kelompok.

Fasilitator yang efektif adalah fasilitator yang memiliki sikap dan kemampuan yang baik. Sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi fasilitator yang efektif di antaranya memiliki keterbukaan, sensitif atau empati, terampil dalam komunikasi dasar, cakap dalam mendiagnosis, dapat mendukung dan mendorong peserta, dapat menentang dan dapat mengelola konflik.

Keterbukaan sangat penting dimiliki oleh fasilitator karena sikap tersebut bermanfaat dalam melihat permasalahan pada peserta pelatihan, bagaimana seorang fasilitator melihat permasalahan dari berbagai sisi dan tidak tertutup terhadap masukan dari berbagai pihak. Selanjutnya sensitif atau empati, sikap ini bermanfaat bagi fasilitator agar fasilitator dapat memahami apa yang dirasakan oleh peserta pelatihan, bagaimana fasilitator melihat dari sudut pandang peserta pelatihan dan juga membayangkan berada pada posisi peserta pelatihan. Lalu, fasilitator dibutuhkan terampil dalam komunikasi dasar agar fasilitator dapat berkomunikasi dengan lancar, baik antar fasilitator lainnya maupun dengan peserta pelatihan, keterampilan tersebut juga berfungsi agar proses pemberian informasi mengenai pelatihan berjalan dengan mudah. Fasilitator juga harus cakap dalam mendiagnosis, kemampuan ini sangat membantu peserta pelatihan kesulitan dalam mengikuti proses pelatihan, pada keadaan tersebutlah fasilitator diharapkan dapat mendiagnosis dan memecahkan permasalahan kesulitan belajar yang dialami oleh peserta pelatihan. Pada saat peserta pelatihan mengalami kesulitan, diharapkan juga fasilitator dapat mendukung dan mendorong peserta agar mereka dapat memecahkan masalahnya dan dapat mengikuti proses pelatihan dengan baik. Terakhir, fasilitator harus memiliki sikap menentang, sikap ini harus dimiliki untuk tidak setuju pada pernyataan atau pendapat peserta pelatihan yang tidak sesuai dengan tujuan pelatihan yang telah ditetapkan di awal, sikap tersebut juga untuk menghentikan satu proses tanpa bersikap kasar dan seorang fasilitator diharapkan dapat mengelola konflik, yakni kemampuan fasilitator dalam menyelesaikan segala konflik melalui negoisasi dan mediasi.

Nah, sekarang sudah paham kan mengenai apa itu fasilitator pelatihan? Menjadi fasilitator sangat asyik loh, dengan kita menjadi fasilitator, kita dapat mengekspresikan diri dengan leluasa dan juga bermanfaat untuk orang banyak, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Muhamad Dika Wahyudi
Muhamad Dika Wahyudi

An Impassioned Content Writer

Artikel: 13

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *