Platform Digital (UMKM)

Perkembangan internet dari tahun ke tahun semakin meningkat. Banyak hal hal yang dipermudah pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari mengubah kehidupan manusia. Beberapa kegiatan yang mungkin tidak dibayangkan di masa lalu sudah bisa dilakukan saat ini konferensi video, video Call, bertransaksi berbisnis dll, dimana semua kebutuhan kebutuhan hidup semuanya dapat terpenuhi hanya dengan aplikasi digital marketplace, contohnya: tokopedia, berkembangnya platform-platform aplikasi marketplace untuk berjualan online, pelaku usaha tidak perlu memiliki situs web untuk menjual produk cukup dengan pajang produk tersebut di platform-platform aplikasi digital.

Di era digital ini dan masuknya revolusi industri 4.0, pemerintah harus turut serta dengan kebijakan kebijakan langkah ini dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM untuk mulai bertransformasi ke sistem digital sehingga dapat beradaptasi dan tetap bertahan.

Kehadiran aplikasi digital dianggap sebagai bantuan bagi para pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). e-commerce adalah salah satu bentuk platform digital untuk kegiatan jual beli barang elektronik, pakaian, kebutuhan pokok, dll. Sebuah website/platform aplikasi digital yang menghubungkan seorang penjual dengan pembeli melalui internet, contoh: Shopee Zalora, Bhinneka, Tiket.com, hingga Berrybenka dan Tokopedia.

e-commerce sendiri mulai banyak berubah khususnya dari segi model bisnis, fungsi hingga jenis-jenisnya. Sejarah e-commerce/market place dimana terbentuk pertama kali di negeri paman sam Amerika pada tahun 1995 aplikasi eBay  dan Amazon, kemudian di China, marketplace mulai ramai setelah Jack Ma mendirikan Alibaba. Toko online di Indonesia dimulai pada tahun 1999 yaitu forum jual beli Kaskus, yang mana pada masa itu hanya digunakan untuk melihat jenis-jenis produk dengan pembayaran tetap di lakukan secara langsung.

Sebagai penggerak utama roda perekonomian, UMKM menjadi salah satu sektor unggulan pemerintah untuk tumbuh dan berkembangnya perekonomian nasional menuju revolusi industri 4.0. Pemerintah berharap pelaku UMKM dapat bersaing pada skala besar dengan upaya transformasi digital. Berdasarkan data Kemenkop, sementara ini sudah terdapat 9,4 juta UMKM atau bertambah 1,4 juta UMKM dibandingkan dengan data awal 2020,jumlah UMKM digital mencapai 8 juta, hadirnya aplikasi digital diharapkan dapat membantu para pelaku usaha UMKM diseluruh  indonesia.

Menurut CNBC hanya terdapat 13% UMKM yang terhubung dengan online marketplace dan pasar digital. Masih banyak pelaku usaha yang belum berhasil melakukan digitalisasi pada bisnis mereka, Hal ini tentu saja disayangkan.
Munculnya bentuk bentuk platform aplikasi digital ini disertai berbagai pernawaran fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi jual beli tersebut melalui Iklan iklan yang muncul seperti di facebook instagram dll, pelaku usaha/UMKM dapat langsung memilih sesuai keinginan.

Beberapa fasilitas-fasilitas lain yang dapat membantu pelaku usaha UMKM biasanya terdapat pada platform aplikasi marketplace
@Ada yang gratis ada juga yang berbayar
@Kemudahan dalam memasang iklan produk/jasa
@Terhubung dengan beberapa aplikasi sosmed sehingga dapat dengan mudah membagikannya ke sosmed seperti facebook, whatsapp, dll
@Merupakan pusat informasi atau tempat berbagi informasi bagi pelaku usaha UMKM dengan pelaku usaha UMKM lainnya yang terdapat pada halaman forum dan diskusi

Setelah terdaftar dan memiiki accounte aplikasi langsung dapat digunakan untuk memasarkan produk/jasa, pelaku pelaku usaha/UMKM juga memiliki katalog online sendiri dari produk yang di pasarkan.

Dengan tumbuh dan berkembangnya platform-platform aplikasi digital tersebut marketplace, e-commerce merupakan dukungan dan kontribusi untuk UMKM dan perekonomian digital di Indonesia. UMKM-UMKM pelaku-pelaku wirausaha bukan hanya bisa mendapatkan pelanggan-pelanggan via digital melainkan mendapatkan tender online.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

arsal
arsal

@rsal...Domisili Tangerang Selatan aktif ,Alumni teknik mesin unhas makassar tertarik pada bidang Teknologi Permesinan,Robotika,Football,Teknologi Militer,dll

Artikel: 13

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 29 = 33