Mengenal Inside the Box : Teknik Untuk Menciptakan Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas dan inovasi merupakan kebutuhan setiap orang dan tidak terikat dengan pekerjaan apapun. Namun, kreativitas dan inovasi itu sendiri dicap sebagai sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak baku, sehingga tidak ada metode untuk mencapai kreativitas dan inovasi secara konkret.

Pernah mendengar kalimat out of the box thinking? Kalimat ini dapat diartikan sebagai sebuah kerja dengan menghasilkan pemikiran yang tidak biasa.

Bagaimana dengan inside the box? Selain out of the box terdapat cara berfikir lain dalam mengembangkan konsep kreativitas dan inovasi. Inside the box diartikan memecahkan suatu permasalahan hanya bergantung pada apa yang kita miliki saat itu. Dengan fokus pada apa yang kita miliki, kita bahkan “dipaksa” untuk melihat fungsi lain dari suatu benda yang kita miliki agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan.

Konsep ini adalah cara pengembangan pemikiran yang kontra dengan konsep out of the box yang selama ini familiar digunakan.

Sumber: Pixabay

Dalam teknik inside the box ini dapat dipelajari enam teknik untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi yaitu teknik pengurangan, pemisahan, penggandaan, penyatuan tugas, ketergantungan sifat, dan kontradiksi.

Menciptakan inovasi baru dengan teknik pengurangan

Kebanyakan seseorang akan berfikir bahwa meningkatkan suatu fungsi dan kapasitas adalah suatu metode untuk menciptakan inovasi baru. Namun metode ini membantah metode tersebut.

Teknik ini bukannya menambah fitur atau kapasitas melainkan malah menguranginya. Seringkali produk dari teknik ini dianggap sebagai kemunduran karena menghilangkan beberapa fungsi yang esensial.

Cara menggunakan teknik ini adalah dengan membuat list setiap komponen dari suatu produk. Kemudian menghilangkan beberapa bagian yang bersifat esensial. Esensial adalah bagian penting, namun jika itu dihilangkan tidak akan menghilangkan fungsi utama dari suatu produk.

Jika dibandingkan dengan prinsip utama pada inside the box yaitu konsep dunia tertutup, maka teknik pengurangan akan membuat fokus pada setiap unsur dari produk yang akan diinovasikan. Teknik ini sangat mengandalkan fokus pada setiap komponen dari suatu produk.

Teknik pengurangan telah berhasil digunakan oleh berbagai perusahaan besar di dunia. Salah satu inovasi yang paling terkenal menggunakan teknik ini adalah Sony Walkman.

Sony berani mengurangi salah satu fitur yang paling esensial dari sebuah music player yaitu speaker. Namun, dari pengurangan tersebut Sony berhasil membuat sebuah produk yang ternyata mampu menjawab kebutuhan pelanggan yaitu, fleksibilitas mendengar musik.

Perlu dicatat bahwa teknik pengurangan tidak berfokus menghilangkan komponen yang bermasalah, melainkan pada komponen yang esensial saja. Jika berfokus pada komponen yang bermasalah, teknik ini tidak akan berhasil sebagai metode inovasi melainkan hanya sabagai problem solver saja.

Ciptakan inovasi dengan memisahkan dan menyusun ulang fungsi!

Pada teknik berikut ini akan belajar tentang mengurai dan memisahkan suatu komponen yang berguna untuk meningkatkan nilainya.

Kunci pada teknik ini adalah memisahkan komponen yang ada di suatu produk kemudian menyusun ulang kembali komponennya. Merekayasa ulang komponen sehingga menghasilkan konsep baru yang inovatif, namun tetap fokus pada konsep dunia tertutup.

Salah satu perusahaan besar yang telah sukses menerapkan teknik ini adalah General Electric, produk pendingin makanan. Mereka memisahkan kompresor pada kulkas, kemudian menempatkannya di luar rumah.

Meskipun pada awalnya terlihat aneh, namun ternyata produk dengan konsep baru ini memiliki keuntungan baru seperti, servis yang lebih mudah dan kapasitas yang lebih besar.

Untuk lebih memahami teknik pemisahan: Pertama, pemisahan fungsional, dimana memisahkan fungsi spesifik dari suatu komponen ke tempat lain. Contohnya adalah, pemisahan tombol kendali pada barang-barang elektronik dalam bentuk remot.

Kedua, pemisahan fisik, dimana memotong suatu produk barang atau jasa menjadi bagian-bagian yang acak. Contoh aplikasinya adalah, kapal selam yang diberi sekat pada bagian lambung, agar ketika satu bagian mengalami kebocoran, bagian lain tetap bisa digunakan.

Ketiga, pemisahan utuh. Pada metode ini  memisahkan produk menjadi versi-versi kecil dari produk itu sendiri. Contohnya adalah, pemisahan data penyimpanan dari PC atau laptop dengan menggunakan data USB, sehingga lebih praktis dan bisa di bawa kemana-mana.

Agar teknik ini bisa diterapkan secara efisien, menghindari kesalahan pada proses penyusunan ulang dari komponen yang dibuat, hindari perasaan kekakuan struktural dan fungsional dalam proses penulisan daftar, dan ketika berada pada titik jenuh, maka coba cari perspektif yang lebih luas.

Menggandakan fungsi dan komponen untuk menciptakan produk yang kreatif

Teknik penggandaan mencoba ‘membesarkan’ suatu produk untuk menciptakan inovasi. Teknik penggandaan seringkali dianggap sebagai metode yang melawan nalar kreativitas itu sendiri.

Cara menggunakan teknik ini diawali dengan membuat daftar yang berisi atribut dari sebuah produk. Atribut disini adalah komponen yang dapat diubah seperti warna, lokasi, gaya, suhu, dan variabel lainnya.

Produk inovatif yang menggunakan teknik ini dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah, teknik fotografi panorama yang ditemukan pada tahun 1859 oleh Thomas Sutton.

Teknik panorama adalah penggandaan dari proses pengambilan foto yang kemudian digabungkan dan menghasilkan foto dengan cakupan yang lebar, sehingga sangat cocok untuk fotografi landscape.

Penerapan teknik penggandaan lain yang sederhana, selotip dua sisi. 3M Corporation menggandakan sisi rekat pada selotip, sehingga bisa menempelkan suatu benda menjadi satu.

Untuk memaksimalkan penggunaan teknik ini, harus berhati-hati dalam menambahkan sesuatu yang baru pada produk yang ada, dan jangan sampai lupa untuk mengubah bentuk dari produk yang diberi sebuah penambahan.

Menciptakan inovasi dengan menyatukan fungsi dan komponen dalam satu produk

Teknik penyatuan tugas merupakan solusi untuk menciptakan inovasi pada produk-produk lama. Dengan teknik ini bisa menyatukan, baik komponen atau fungsi dari suatu produk.

Salah satu produk yang tercipta dengan menggunakan teknik ini adalah, Nike+ dari Nike. Nike+ adalah alat yang berfungsi untuk mencatat langkah kaki. Alat ini ditempelkan pada sepatu Nike dan terhubung dengan IPod.

Bagi pengguna Nike+, alat ini sangat membantu mereka untuk menghitung kalori dan jarak tempuh. Bagi Nike, Nike+ akan memberikan data yang lengkap dari pengguna produk mereka.

Ada tiga cara untuk menerapkan teknik penyatuan tugas. Pertama adalah pengalihdayaan. Perusahaan yang sukses menerapkan metode ini adalah, Iphone dari Apple yang mengalihkan fungsi pembuatan aplikasi oleh pihak internal ke pihak eksternal.

Kedua, memanfaatkan sumber daya internal. John Doyle adalah salah satu orang yang sukses menerapkan metode ini. John Doyle menemukan ide berupa penyatuan tugas antara pemain teater dengan pemain musik, sehingga satu orang memiliki dua peran sekaligus.

Ketiga, luar-dalam. Metode ini diterapkan dengan membuat suatu komponen internal dapat menjalankan fungsi suatu komponen eksternal.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar teknik ini berjalan dengan efektif:

  • Jangan memberikan suatu tugas baru kepada suatu komponen yang memang cocok dengan tugas tersebut.
  • Pastikan setiap komponen berada dalam dunia tertutup.
  • Jangan samakan antara penggabungan fungsi dengan pemberian fungsi baru.
  • Terapkan tiga teknik yang ada pada suatu produk secara sekaligus.

Membuat produk inovatif dengan menciptakan sifat baru bersyarat

Gambaran yang paling jelas dari teknik ini adalah bunglon. Bunglon menyesuaikan warna kulit berdasarkan warna lingkungannya. Teknik ini merupakan teknik yang paling rumit dibandingkan teknik yang lainnya.

Ada enam langkah yang bisa diterapkan saat ingin menggunakan teknik ini:

  • Buatlah daftar variabel-variabel dari produk yang ingin dikembangkan.
  • Susun variabel tersebut kedalam baris dan kolom.
  • Isi semua kotak yang mempertemukan baris dan kolom dengan angka 0.
  • Berikan angka 1 pada poin-poin yang mungkin dibuat inovasi ketergantungan sifatnya.
  • Bayangkan apakah produk tersebut akan benar-benar memberikan keuntungan baru.
  • Bayangkan apakah produk tersebut bisa direalisasikan.

Ada banyak produk yang menerapkan teknik ini, salah satunya adalah Nestea. Nestea merupakan salah satu produk dari Coca-cola Company dan memiliki saingan bernama Lipton.

Untuk menyaingi Lipton yang memiliki umur lebih tua, Nestea menciptakan suatu inovasi baru yang menarik dan menjawab kebutuhan konsumen, yaitu teh dengan rasa yang menyesuaikan musim. Pada setiap musim, Nestea mengeluarkan rasa teh yang berbeda-beda.

Agar teknik ini dapat digunakan secara efektif, maka yang perlu diperhatikan adalah:

  • Mampu membedakan antar variabel dengan komponen. Komponen bersifat kualitatif sedangkan variabel bersifat kuantitatif.
  • membuat tabel sebaik mungkin.
  • Berani untuk membuat ketergantungan sifat yang berseberangan. Maksudnya, ketika suatu variabel meningkat maka sifat yang dihasilkan akan menurun.
  • Fokus pada variabel-variabel yang dikuasai.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Eko Pardiyanto
Eko Pardiyanto

Seorang guru, content creator dan penulis lepas

Artikel: 23

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 70 = 71