Memahami Cara Kerja Otak dan Pemanfaatannya

Otak merupakan salah satu organ terpenting pada manusia yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Sayangnya, banyak orang yang tidak memahami cara otak bekerja sehingga potensinya yang sangat dahsyat sering tidak termanfaatkan secara maksimal. Dengan memahami cara kerja otak kita bisa memperoleh hasil yang lebih baik dalam hidup dan pekerjaan kita. Berikut merupakan beberapa hal penting yang perlu diketahui dan dipahami tentang cara kerja otak serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Gambar: Pixabay

Olahraga dapat melancarkan siklus darah ke otak sehingga fungsinya bisa lebih optimal

Perubahan yang terjadi pada alam membuat manusia harus beradaptasi agar bisa bertahan. Salah satu cara nenek moyang kita untuk beradaptasi adalah dengan bergerak dan melakukan perjalanan. Menurut para antropolog, zaman dahulu nenek moyang kita melakukan perjalanan sampai sejauh 19 kilometer setiap harinya. Dalam menempuh perjalanan yang jauh dan penuh ketidakpastian ini, mereka harus menghadapi berbagai tantangan dan ancaman seperti perubahan cuaca ekstrim, bahaya binatang buas, kekurangan makanan dan lain-lain yang menuntut otak mereka untuk selalu berpikir dan waspada. Ini berarti, bergerak dan berjalan membuat otak manusia semakin berkembang.

Berbeda dengan makhluk lainnya yang mengandalkan fisik, manusia beradaptasi dan bertahan terhadap berbagai macam kondisi lingkungan dengan mengandalkan otak. Selain itu, otak manusia juga mampu menyimpan berbagai pengetahuan dan mengimprovisasi pengetahuan tersebut. Hal ini yang membuat manusia menjadi makhluk yang pintar dan mampu bertahan sejauh ini. Memiliki dua kaki dan berjalan tegak juga merupakan kelebihan lain yang dimiliki manusia sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini memungkinkan manusia menggunakan lebih sedikit kalori dan memanfaatkan kelebihan energi untuk “memperkuat” pikiran karena otak manusia menyerap 20 persen energi dari makanan yang dikonsumsi.

Salah satu kegiatan yang menuntut untuk bergerak di zaman ini adalah olahraga. Orang yang rutin berolahraga memiliki kecenderungan untuk hidup lebih sehat dan berusia lebih panjang. Berolahraga juga dapat meningkatkan kemampuan kognisi otak Anda karena dapat melancarkan aliran darah ke otak. Aliran darah yang lancar ke otak akan membantu pembentukan memori dan pertumbuhan sel-sel baru.

Mengintegrasikan olahraga dengan pekerjaan dapat menjadi salah satu ide kreatif untuk memaksimalkan kekuatan otak di tempat kerja. Salah satu contohnya adalah dengan bekerja sambil berjalan di atas treadmill  atau berolahraga pada jam istiarahat. Boeing adalah salah satu perusahaan yang menyadari pentingnya olahraga terhadap produktivitas dan kreatifitas para karyawannya. Karena itu Boeing menjadikan olahraga sebagai salah satu pertimbangan dalam mengatur jam kerja.

Otak manusia berbeda satu sama lain dan tidak tertarik pada hal-hal yang membosankan

Setiap orang memiliki susunan otak yang berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Susunan otak ini juga berubah dari  waktu ke waktu. Perbedaan dan perubahan pada susunan otak ini dipengaruhi oleh apa yang dilakukan dan apa yang dipelajari. Seperti halnya dengan pertumbuhan fisik manusia yang berbeda satu sama lain meski memiliki umur yang sama, otak manusia juga demikian. Orang yang berusia sama mengalami perkembangan otak yang berbeda dengan tingkatan yang juga berbeda. Masing-masing orang juga tidak menyimpan informasi yang sama di otaknya. Selain memiliki keunikan dari segi susunan otak, masing-masing manusia juga memiliki ragam dan tingkat intelegensi yang berbeda.

Seorang psikolog ternama bernama Howard Gardner menyebutkan bahwa manusia bisa memiliki tujuh macam kecerdasan yaitu kecerdasan linguistis, matematis, ritmis, spasial, kinestetis, interpersonal dan intrapersonal. Sedangkan pakar bedah saraf meyakini adanya milyaran kecerdasan, sebanyak populasi manusia yang ada di dunia. Kelas dengan jumlah murid yang lebih kecil dapat menjadi salah satu cara untuk mendalami keunikan otak setiap orang. Kelas semacam itu bisa membantu guru untuk memahami kemampuan masing-masing orang sehingga bisa memberi umpan balik yang sesuai dengan perkembangan otaknya. Selain itu, guru juga bisa lebih mudah membuat pengajaran yang unik bagi masing-masing orang sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

Selain susunannya yang unik pada setiap orang, otak manusia juga hanya tertarik pada hal-hal yang menarik dan tidak membosankan. Otak pun hanya mampu menaruh perhatian terhadap sesuatu selama 10 menit saja. Konsep ini sangat penting dalam merancang sebuah pembelajaran.

Untuk memaksimalkan kekuatan otak dalam proses pembelajaran, membagi waktu mengajar menjadi 10 menit per segmen merupakan salah satu cara untuk menciptakan kondisi belajar efektif yang sesuai dengan cara kerja otak.  Setelah momen 10 menit berlalu, berikanlah sebuah cerita atau hal lain yang relevan dengan materi yang diajarkan sehingga mampu menggugah sisi emosional audiens agar tetap tertarik dengan materi yang sedang disampaikan.

Otak manusia terdiri dari memori kerja dan memori jangka panjang

Otak manusia terdiri dari dua sistem memori, yaitu memori yang melibatkan kesadaran dan memori yang tidak melibatkan kesadaran. Memori yang melibatkan pengetahuan sadar disebut dengan memori deklaratif. Jenis memori ini bekerja melalui empat tahap yaitu mengodekan, menyimpan, mengingat dan melupakan. Proses mengingat sangat berhubungan dengan kemampuan memori pada tahap pertama, yaitu pengodean. Proses pengodean ini sangat penting terhadap kelangsungan berbagai informasi agar bisa disimpan di berbagai wilayah otak.

Ada beberapa karakteristik pengodean yang dapat dimanfaatkan dalam konteks pembelajaran. Pertama, kerumitan dalam pengodean informasi pada tahap awal akan membuat memori tersebut semakin kuat. Kedua, memori disimpan di tempat yang sama dengan tempat awal memori tersebut dikodekan. Ketiga, menciptakan kondisi yang mirip dengan kondisi ketika memori tersebut dikodekan dapat meningkatkan kapasitas ingatan.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ingatan berdasarkan cara kerja pengodean di atas. Pertama, pastikan bahwa memahami makna dari informasi yang dipelajari atau diajarkan. Kedua, memberikan sebuah pengantar yang menarik dan berkesan ketika memberikan pelajaran. Terakhir, menggunakan konteks yang sudah dikenal oleh pembelajar.

Berdasarkan durasi penyimpanan, memori juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu memori jangka pendek yang juga disebut dengan memori kerja dan memori jangka panjang. Memori kerja berperan dalam mengolah berbagai informasi yang masuk ke dalam otak dan hanya bersifat sementara, sedangkan memori jangka panjang berperan untuk menyimpan informasi dalam waktu yang lama, bahkan selamanya.

Untuk mengubah informasi yang masuk ke dalam memori kerja menjadi memori jangka panjang, kita membutuhkan pengulangan dalam rentang waktu tertentu secara teratur. Bagian otak yang berperan dalam proses perubahan memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang ini adalah korteks dan hippocampus. Informasi yang sudah tersimpan di memori jangka panjang ini dapat dimunculkan lagi melalui proses pemanggilan kembali atau mengingat. Terdapat dua model dalam proses pemanggilan ini yaitu model pasif seperti halnya mencari sebuah buku dalam perpustakaan dan model agresif seperti proses rekonstruksi sebuah kejadian di tempat kejadian perkara. Masing-masing model ini dapat digunakan tergantung jenis informasi yang ingin dipanggil.

Kurangnya waktu tidur dan stres dapat mengakibatkan disfungsi pada otak

Kurangnya waktu tidur dan gangguan stres dapat menyebabkan menurunnya kemampuan otak seperti kurangnya daya tangkap dan lemahnya daya ingat. Bahkan juga berisiko mengalami stroke dan serangan jantung. Otak kita sejatinya tidak pernah beristirahat, meski sedang tertidur pulas. Ketika tertidur, otak tetap bekerja seperti mengulang dan mengingat berbagai informasi yang dipelajari pada hari itu. Walaupun demikian, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa tidur sangat berpengaruh terhadap kinerja otak.

Setiap orang memiliki jadwal dan porsi tidur yang berbeda-beda. Kebanyakan orang beristirahat pada waktu malam hari, namun ada sekitar 20% orang lainnya yang beristirahat pada waktu pagi hari dan beraktivitas pada malam hari. Kebutuhan tidur masing-masing orang pun berbeda karena dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah usia. Meskipun terdapat perbedaan dari segi waktu dan porsi tidur, setiap orang membutuhkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Porsi tidur yang cukup akan memghindarkan dari disfungsi otak yang mengganggu dalam proses belajar.

Selain kurangnya porsi tidur, stres juga dapat mengganggu fungsi otak kita. Stres berat dalam waktu yang lama berdampak buruk pada otak sehingga membuat tidak dapat berkonsentrasi, melemahnya daya ingat dan tidak dapat mencerna informasi dengan baik. Stres dalam jangka panjang juga dapat menghambat aliran darah menuju otak sehingga mengakibatkan stroke.

Stres dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang sedang berkonflik akan mengalami stres secara emosional sehingga  berdampak buruk terhadap proses pembelajaran di sekolah dan prestasi akademisnya. Stres juga rentan terjadi kepada para karyawan. Beban dan tuntutan pekerjaan  dapat  meyebabkan seorang karyawan mengalami gangguan stres yang berdampak pada menurunnya intelejensi otak, kemampuan pemecahan masalah dan memori otak. Hal di atas akan membuat seorang karyawan kehilangan kreativitas, menurunnya produktivitas dan rentan terkena penyakit yang akan berdampak buruk bagi kesehatannya.

Rangsangan yang melibatkan banyak indra dapat memaksimalkan kinerja otak

Masing-masing indra kita saling bekerja sama dalam menanggapi berbagai rangsangan baik berupa gambar, suara, sentuhan atau pun bau. Berbagai rangsangan yang diterima indra ini diubah oleh otak menjadi sinyal-sinyal listrik yang kemudian disebarkan ke berbagai tempat terpisah dalam otak. Informasi dari berbagai indra ini kemudian dikumpulkan dan disusun ulang dalam korteks asosiasi yang menghubungkan antara bagian sensoris dan motoris. Di bagian otak inilah persepsi dari berbagai informasi itu terbentuk.

Persepsi yang dibentuk otak melibatkan pengalaman masa lalu sehingga sebuah informasi yang diterima oleh orang yang berbeda akan dipersepsikan secara berbeda. Pelibatan banyak indra dalam waktu yang bersamaan sangat dibutuhkan otak untuk menyederhanakan persepsi yang berasal dari berbagai bentuk informasi, mulai dari visual, suara, bau dan lain-lain.

Salah satu ide penerapan konsep otak ini adalah dengan memberikan input multisensoris di awal sebuah  pelajaran. Kita dapat memberikan beberapa alat peraga di awal pelajaran seperti visual, auditori dan kinestetis. Selain itu, juga dapat menambahkan aroma tertentu dalam ruang kelas.

Di antara semua indra yang dimiliki, indra penglihatan merupakan indra yang paling unggul dan juga dominan. Indra penglihatan menyerap sebagian besar dari energi otak karena prosesnya yang sangat kompleks. Dalam konteks pembelajaran, penggunaan gambar sebagai media pembelajaran jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan kata-kata. Media visual berupa gambar dapat dengan mudah dikenali dan diingat oleh otak dalam waktu yang lama.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Eko Pardiyanto
Eko Pardiyanto

Seorang guru, content creator dan penulis lepas

Artikel: 23

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 + = 55