Fenomena Aneh Pada Otak Yang Sulit Dijelaskan

Otak merupakan sebuah organ yang ada di kepala sebagai pengendali semua fungsi tubuh manusia. Termasuk mengendalikan pergerakan, perasaan sensai, dan pikiran. Otak juga membuat manusia dapat berpikir dan memecahkan masalah. (di kutip dari laman https://www.alodokter.com/otak)

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak, sampai sekarang ini masih sangat banyak misteri yang belum terungkap dari salah satu organ tubuh kita yang satu ini. Ilmuwan memang bisa menjelaskan arti dari beberapa fenomena pada otak, tetapi mereka juga tidak tahu fenomena tersebut berasal dari mana, dan mengapa terjadi. Mari kita bahas beberapa fenomena aneh dan unik pada otak, apa saja sih?

  • Deja Vu

Déjà vu (already seen) adalah fenomena yang terjadi ketika seseorang yakin pernah mengalami atau melihat sebuah situasi yang dialami saat itu juga. Mereka akan memiliki perasaan familier yang kuat dan bercampur dengan perasaan aneh. Namun biasanya “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengan mimpi, tapi kadang juga muncul perasaan yang sangat yakin kalau kejadian itu emang udah pernah terjadi sebelumnya.

  • Deja Vecu

Deja Vecu merupakan perasaan yang lebih kuat lagi dari Deja Vu. Saat mengalaminya, seseorang bisa mengetahui peristiwa, lingkungan sekitar, bahkan bau serta suara-suara dalam kejadian tersebut dengan sangat detail. Déjà vécu bahkan memungkinkan orang yang mengalami tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Wah seperti bisa meramal masa depan ya!

  • Deja Visite

Déjà visité memiliki karakteristik yang hampir sama dengan déjà vécu. Orang yang mengalami fenomena ini bisa mengetahui lokasi geografis di sebuah kota yang tidak pernah mereka datangi.

Pernah ngerasa kalo kamu udah pernah ngunjungin suatu tempat, sudah familiar banget, padahal kamu gak pernah sama sekali kesana? Itulah Deja Visite. Fenomena satu ini berhubungan dengan sebuah tempat atau geografis. Nathaniel Hawthorne dalam bukunya yang berjudul “Our Old Home” menuliskan waktu dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil, tiba-tiba dia ngerasa kalo dia udah sangat mengenal layout dari kastil yang baru pertama kali dia datangi itu. Dan setelah dalam waktu lama, dia baru sadar kalo bertahun-tahun sebelumnya dia pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan secara detail kastil tersebut.

  • Deja Senti

Sedangkan Deja Senti ini fenomena ketika kamu “pernah merasakan” sesuatu. Contohnya kayak kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan ‘Oh iya aku ngerti!’ atau ‘Oh iya aku ingat!’, tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalo kamu gak ada ngomong apa-apa. Agak serem sih ya? Hahaha..

  • Jamais Vu

Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Ini merupakan kebalikan Deja Vu. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.

Contohnya saja jika kamu membaca atau mengatakan “pintu” berulang kali, maka lama kelamaan kamu akan merasa aneh bahwa “pintu” adalah sebuah nama benda. Ya, orang yang merasakan fenomena Jamais Vu akan mengalami hal tersebut.   Contoh lainnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata- kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yang dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yang disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik, 68 orang mengalami gejala Jamais Vu, yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata.

  • Presque Vu

Presque Vu adalah perasaan yang kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany itu sendiri seperti sebuah “penglihatan” dan sangat jarang terjadi. Istilah Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan anehdapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang susah tidur dibuatnya. Fenomena ini erat kaitannya dengan keyakinan & rohani seseorang. Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, “serasa sudah di ujung lidah” merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang.

  • L’esprit de l’Escaller
L’esprit de l’escalier adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi. Sebuah kata dari bahasa Jerman treppenwitz digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah “being wise after the event” atau menjadi bijaksana setelah kejadian.
Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri. Contohnya kayak gini: Kamu melakukan tendangan penalty pada sebuah pertandingan sepakbola. Kamu menendang kiri, ternyata kipper musuh berhasil blok tendangan kamu dan kemudian kamu membatin, “ah! Andaikan tadi aku tending di sisi kanan, pasti gol!”. Intinya, fenomena satu ini saat kamu merasa bisa melakukan sesuatu yang lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi.
  • Capgras Delusion

Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka.
Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda. Aneh banget ya? Jadi kayak cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa.
  • Fregoli Delusion

Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya.
Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini “mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya”. Cukup bahaya nih, nanti orang yang kamu tuduh malah merasa kalo kamu orang yang aneh, lho! Haha..
  • Prosopagnosia

Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul “The man who mistook his wife for a hat atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.”

Hingga saat ini, sebab dari fenomena-fenomena di atas masih belum bisa dijelaskan secara lebih detail oleh para ilmuwan. Ini karena pikiran manusia sangat kompleks, sehingga belum ada teknologi yang bisa menjangkau keseluruhannya.
Cukup banyak ya fenomena aneh pada otak manusia? Dan 10 fenomena di atas hanya sebagian kecilnya saja, karena masih banyak misteri lainnya di tubuh kita yang tidak bisa dijelaskan oleh manusia itu sendiri. Sungguh luar biasa ciptaan Sang Maha Pencipta ya,

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

gandesdwia
gandesdwia

gadis kecil yang memiliki prinsip hidup seperti dandelion, menebar kebaikan dan kebermanfaat untuk sesama manusia. Sedang mengenyam pendidikan antropologi budaya☺️

Artikel: 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *