Kafe dan Kedai Kopi Menjadi Pilihan Kalangan Muda Sebagai Tempat Belajar

Beberapa waktu lalu muncul foto tersebut di media sosial Twitter. Foto tersebut diunggah oleh seorang pengguna dari Malaysia, beserta cerita mengenai bagaimana para pelajar yang memilih belajar di restoran cepat saji “McDonald’s” dan menegur anak-anak yang bermain di sekitar mereka akibat kegiatan belajar mereka yang terganggu. Hal tersebut kemudian menimbulkan kritik dari pembaca atas tindakan pada pelajar tersebut, karena suasana yang ramai merupakan konsekuensi dari memilih untuk belajar di tempat umum. Meski begitu, belajar dan mengerjakan tugas di tempat umum seperti restoran, kafe maupun kedai kopi sedang banyak diminati oleh kalangan mahasiswa.

Sekitar tahun 2017-2018, jumlah kafe dan kedai kopi di sekitar kawasan kampus mulai mengalami kenaikan. Kebanyakan dari kafe dan kedai kopi menyediakan fasilitas seperti WiFi dan colokan listrik atau socket yang membantu pada mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan belajar di tempat tersebut tanpa perlu jauh-jauh menuju restoran cepat saji seperti McDonald’s dan KFC maupun kedai kopi ternama seperti Starbucks yang memang sudah terkenal menyediakan fasilitas bagi mereka yang ingin makan dan minum sekaligus belajar dan mengerjakan tugas.

Kafe zaman sekarang juga dimanfaatkan menjadi tempat untuk bertemu dengan klien. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan suasana yang lebih santai daripada melakukan meeting di kantor. Suasana santai inilah yang juga dicari oleh pada mahasiswa saat belajar maupun mengerjakan tugas. Suasana perpustakaan biasanya sangat kaku dengan banyak peraturan yang diterapkan oleh pihak perpustakaan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kafe maupun kedai kopi mennjadi pilihan kalangan muda untuk belajar dan mengerjakan tugas.

Suasana yang Berbeda

Perpustakaan merupakan mencari referensi baik berupa buku, majalah jurnal hingga skripsi dan laporan penelitian terdahulu. Dengan fungsi tersebut, perpustakaan memiliki kesamaan interior dihampir semua tempat. Perpustakaan tentu saja didominasi oleh rak-rak buku yang berjajar, dengan beberapa meja dan kursi. Design interior perpustakaan menjadi terkesan kaku, kuno dan monoton. Selain itu, pencahayaan di perpustakaan juga kurang merata sehingga ruangan terkesan pengap. Hal ini lah yang menyebabkan pengunjung perpustakaan merasa jenuh dengan suasana tempat belajar.

Lingkungan tempat belajar maupun bekerja, dapat mempengaruhi produktivitas seseorang. Keadaan fisik dari desain interior mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi serta mengekspresikan gagasan yang menyertai tindakan. Desain interior juga mempengaruhi pandangan dan suasana hati.

Dibandingkan dengan interior perpustakaan yang terkesan monoton, kafe dan kedai kopi memiliki interior yang lebih beragam. Beberapa kafe dan kedai kopi juga mempunya tema khusus untuk menarik lebih banyak pelanggan. Kreativitas yang dituangkan dalam interior pada kafe dan kedai kopi, memberikan suasana segar yang dapat memberikan inspirasi bagi sebagian orang. Tren desain interior kafe dan kedai kopi saat ini, contohnya kafe dengan bergaya skandinavian dan industrial, serta bernuansa vintage.

Desain interior dengan gaya Skandinavian merupakan desain yang terinspirasi dari iklim dan keindahan Skandinavian yang sederhana, bersih dan indah. Desain Skandinavian sangat lekat dengan alam, sehingga material interiornya banyak menggunakan kayu dengan warna-warna natural ataupun warna serba putih. Selain itu, untuk memberikan kesan luas dan pencahayaan alami, jendela dengan kaca yang lebar menjadi ciri khas Skandinavian. Kafe dan Kedai kopi dengan desain ini juga banyak menempatkan tanaman baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Cafe bergaya Skandavian by Igor Starkov from Pexels

Kafe dan kedai kopi dengan gaya industrial memiliki ciri khas yang menampilkan warna-warna monokrom, natural dan asli apa adanya yang disertai dengan kesan mewah tetapi tetap kasual. Material seperti logam, baja dan kayu banyak digunakan pada perabot seperti meja, kursi hingga lampu-lampu gantung. Tema industrial terlihat dari penampilan interior yang menunjukkan gambaran kondisi bangunan industri seperti adanya pipa-pipa yang terlihat, dinding unfinish semen atau dinding yang dibiarkan  sehingga sususan batu bata dapat terlihat.

Cafe bergaya Industrial by TheFacesISeek (Saptarshi) from Pexels

Selain dua tema desain diatas, tema vintage juga banyak digemari oleh kalangan muda. Nuansa tempo dulu menjadi hal unik yang juga menarik kalangan muda untuk menikmati suasana kafe maupun kedai kopi. Tema ini ditonjolkan dengan penggunaan perabot seperti meja dan kursi, serta dekorasi-dekorasi yang klasik. Adanya kafe dan kedai kopi dengan tema vintage, menjadi pilihan suasana baru bagi kalangan muda yang jenuh dengan suasana perpustakaan hingga kafe dengan tema industrial maupun skandinavian.

Kafe bergaya Vintage

Kebebasan

Perpustakaan identik dengan peraturan untuk tidak berisik saat beraktivitas disana. Hal ini membuat mahasiswa merasa aktivitasnya termasuk berdiskusi atau melakukan gerakan-gerakan kecil seperti memindah barang mennjadi terbatas dan hati-hati agar tidak menimbulkan suara keras yang dapat menggangu pengguna perpustakaan lain. Disamping itu, perpustakaan tidak jarang juga memberikan peraturan mengenai cara berpakaian yang harus formal, sehingga dirasa kurang praktis.

Beberapa orang butuh melakukan diskusi dengan teman untuk dapat lebih memahami materi yang dipelajari dan tugas yang sedang dikerjakan. Selama diskusi tersebut, tidak jarang disisipkan candaan yang menimbulkan gelak tawa dan menimbulkan kebisingan. Beberapa orang juga menikmati waktu belajar dan mengerjakan tugas dengan menkmati minuman dan makanan ringan untuk menghilangkan kejenuhan. Sayangnya, hal-hal tersebut tidak dapat dilakukan saat berada di perpustakaan, sedangkan gaya belajar setiap orang atau untuk fokus akan hal yang sedang dikerjakan berbeda-beda.

Gaya belajar adalah karakteristik kognitif, efektif dan perilaku psikososial yang berfungsi sebagai indikator yang relatif stabil tentang bagaimana peserta didik mempersepsikan, berinteraksi dengan, dan menanggapi lingkungan belajar.

Barbara Prashnig menjelaskan bahwa:

  • Setiap orang memiliki gaya belajar, gaya berpikir dan gaya bekerja yang unik seperti sidik jari.
  • Masing-masing orang menerima informasi, menyimpan pengetahuan, dan mengingatnya kembali dengan cara yang berbeda-beda.

Orang yang belajar dan bekerja dengan gaya mereka sendiri dan menemukan lingkungan yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan mereka, akan melakukan kegiatan belajar dan bekerja dengan tingkat stress yang lebih kecil dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan gaya belajar yang berbeda-beda itulah, menjadikan beberapa orang memilih untuk belajar di kafe dan kedai kopi. Kebebasan dan kenyamanan dari aktifitas dilakukan selama belajar maupun mengerjakan tugas, dapat mengurangi tekanan yang membebani sehingga tingkat stress yang dirasakan juga berkurang.

Kafe dan kedai kopi menjadi pilihan karena merupakan tempat yang multifungsi. Tidak hanya menyediakan makanan dan minuman, kafe dan kedai kopi juga menyediakan fasilitas-fasilitas untuk pengunjung seperti wifi, stop kontak, music. Beberapa juga mempunyai tema perpustakaan sehingga tersedia buku-buku bacaan bagi pengunjung. Tujuan pengunjung datang pun menjadi lebih beragam, selain untuk berbincang sembari menikmati kopi dan makanan ringan, pengunjung juga datang untuk belajar, mengerjakan tugas hingga bekerja seperti melakukan rapat dan sebagainya.

Meski begitu, perpustakaan tetap menjadi tempat favorit bagi sebagian orang. Suasana yang tenang, dengan banyak buku bacaan, menjadikan penikmatnya untuk datang sejenak melepas lelah dari aktivitas kesehariannya. Perpustakaan pun sudah banyak melakukan perubahan pada interior sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia misalnya, dengan bentuk bangunan yang tinggi dan luas, pengunjung dapat menikmati waktu belajar dengan leluasa sembari menikmati pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian.

Perpustakaan Nasional RI

Kondisi lingkungan belajar dan bekerja memang sangat mempengaruhi kinerja kita. Suasana yang santai dan kondisi tempat yang luas akan memberikan kenyamanan bagi kita karena kita merasa leluasa melakukan aktivitas kita. Penataan interior juga memberikan pengaruh bagi kita untuk dapat melihat pemandangan hijau atau ornament unik yang dapat memberikan kesegaran pada pikiran kita saat belajar dan mengerjakan tugas di suatu lokasi.


Sumber.

Ardian, Damaya. 2019. Kafepedia. Yogyakarta: Laksana.

Azis, Aslam, dkk. 2017. Diluar  Jam Kuliah: Catatan Kecil Kehidupan Masyarakat Sekitar Unhas. Makassar: Penerbit SIGn.

Prashnig, Barbara dan Fauziah, Nina. 2017. The Power Of Learning Styles: Memacu Anak Melejitkan Prestasi dengan Mengenali Gaya Belajarnya. Bandung: Kaifa.

Sasmita, A.O.W. 2014. Pengaruh Design Interior terhadap Produktivitas Kerja Pustakawan di Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Surabaya. Jurnal Libri-Net Vol. 3 No. 2, Janusari 2014.

Tambunan. H., Silitonga, M., Sidabutar, U. B. 2020. Blended Learning dengan Ragam Gaya Belajar. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

intanrnt
intanrnt

Menempuh pendidikan dengan jurusan Pendidikan Geografi di Universitas Sebelas Maret. Pendidikan, lingkungan dan sosial adalah topik yang saya gemari.

Artikel: 6

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 1 =