Mengenal Bagaimana Menjadi Pribadi yang Kreatif dan Inovatif

Selama ini, kita seringkali mendengar bahwa kreativitas adalah bawaan dari lahir. Kreativitas adalah bakat bawaan yang sudah ada dalam diri sejumlah orang yang ditakdirkan untuk memilikinya. Persepsi ini merupakan persepsi yang salah karena sejatinya setiap orang itu berjiwa kreatif. Selain itu, kreativitas juga dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kita dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi tanpa batas dalam kehidupan.

 

Sumber gambar: Pixabay

Kreativitas tanpa batas sangat dibutuhkan di zaman ini

Sulit bagi seseorang untuk menjadi kreatif jika ia berpikir bahwa dialah yang paling memahami persoalan. Ia tidak mau mengembangkan pola pikirnya, tidak memiliki kemauan untuk mempelajari hal-hal baru, dan selalu menjadikan dirinya sebagai tokoh utama setiap kali menyelesaikan persoalan. Seseorang yang pikirannya terus berkembang akan terbiasa untuk selalu melakukan inovasi dalam hidupnya. Inovasi bukanlah sebuah proses yang dapat diprediksi hasilnya. Seseorang mampu berinovasi saat ia terbiasa menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang ada.

Dalam dunia kreatif, setiap orang harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri untuk terus membaca situasi dan menemukan permasalahan serta mencari solusinya. Apple bukanlah produsen telepon genggam yang pertama. Namun, ia mampu membaca permasalahan yang ada dari produk yang sudah ada. Ia pun mampu memberikan solusi melalui produknya sendiri. Itulah yang disebut dengan inovasi.

Saat ini, kita hidup dalam dunia yang begitu dinamis. Ada begitu banyak perubahan dan perkembangan yang terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Menjadi kreatif bukanlah sebuah pilihan melainkan sesuatu yang harus dilakukan. Oleh karena itu, mulai saat ini sangat penting untuk memulai belajar dan memenuhi rasa ingin tahu sehingga akan menemukan betapa kreatifnya diri kita.

Kreativitas dapat ditumbuhkan dan dikembangkan

Kita mungkin pernah mendengar bahwa kemampuan kreatif seseorang berhubungan dengan warisan genetis dari orangtuanya. Pendapat ini sama sekali tidak terbukti. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Harvard Bussines Review mengungkapkan bahwa hanya 20% saja kreativitas yang diwariskan, sedangkan 80% sisanya dipelajari.

Kreativitas dan inovasi akan muncul dari orang-orang yang memiliki keyakinan dalam diri, dan memiliki energi yang cukup untuk bekerja lebih keras. Sejumlah orang juga percaya bahwa sebuah proses bisa disebut kreatif jika ide yang ia miliki adalah ide baru dan orisinil. Padahal sejarah telah membuktikan bahwa sebuah ide baru, pada prinsipnya adalah penggabungan dari ide-ide lama yang telah ada sebelumnya. Sebuah ide tidak harus selalu orisinil untuk dapat disebut kreatif.

Pendapat populer lain mengatakan bahwa kreativitas juga berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki seseorang. Pendapat ini jelas keliru karena sejumlah penelitian justru menemukan bahwa kreativitas sering kali muncul karena adanya masalah. Masalah justru menjadikan seseorang lebih gigih dalam berkarya. Pandangan ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Albert Einstein. Ia pernah mengatakan: “Bukannya saya ini sangat pintar, hanya saja saya mampu bertahan pada masalah lebih lama”.

Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menjadi kreatif. Pertama, mengikuti rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu dapat mendorong untuk bertanya, dan akan mendapatkan berbagai informasi penting yang bisa jadi dapat memecahkan sebuah masalah.

Kedua, memperkuat ImajinasiTidak ada yang mengira bahwa seekor tikus dapat menginspirasi Walt Disney untuk membangun kerajaan bisnis animasi terbesar di dunia. Sosok tikus manis yang biasa dipanggil Mickey itu mampu membuka celah bisnis baru dalam dunia animasi. Itu semua bermula dari imajinasi. Terakhir, gigih dalam meraihnya. Dalam hidup atau pekerjaan, kita akan bertemu dengan berbagai rintangan. Jika kita mampu bertahan dalam kondisi tersebut lebih lama, ini dapat menjadi penentu sukses di masa depan.

Desain ruang kerja juga berpengaruh terhadap kreativitas

Dapatkah kita bekerja dengan nyaman dalam sebuah bilik ruangan sempit berbentuk kotak? Sebagian dari kita mungkin akan menjawab ‘ya’ karena model ruang kerja itulah yang masih digunakan di kantor saat ini. Namun dalam dunia kerja yang saat ini lebih berfokus pada desain dan penggunakita akan berhadapan dengan arus kerja yang sangat dinamis. Kita harus terus bergerak cepat dan berinovasi dan juga harus berpikir cepat dan menemukan inspirasi. Hal ini sulit didapatkan dari balik-bilik kerja berwarna krem berukuran sempit.

Ada tiga hal yang dapat dilakukan jika kita ingin mengubah kantor  menjadi ruang kerja yang lebih membuka pikiran dan kreativitas. Pertama, membuka langit-langit setinggi mungkin sehingga tidak lagi terlihat genting di langit-langit ruangan. Kedua, menggunakan kayu atau semen yang dapat dipoles sebagai lantai dan menjauhi penggunaan karpet biasa. Terakhir, memasang mozaik pecah-pecah pada dinding dan menumpahkan beberapa warna cat pada bidang dinding lainnya.

Namun, lebih dari sekedar tempat kerja kreatif, sebuah kantor juga harus membuka jalan bagi pertemuan berbagai ahli dari bidang dan divisi yang berbeda. Hal ini sangat dibutuhkan karena interaksi lintas divisi ini dapat menciptakan solusi dari berbagai permasalahan melalui berbagai perspektif. Dunia psikologi memiliki teori tentang relasi kedekatan dalam pertemanan. Para pakar sepakat bahwa kedekatan dalam pertemanan dipengaruhi oleh nilai dan keyakinan yang diperoleh seseorang sejak kecil. Nilai itu yang akan menjadi landasan sikap mereka dalam berteman di kemudian hari. Mereka berasumsi bahwa nilai dan keyakinan yang sama tidaklah menjadi penentu kedekatan sebuah pertemanan. Sebaliknya, kedekatan pertemanan terbangun lewat intensitas dan jarak interaksi. Seseorang yang lebih sering bertemu dalam jarak dekat akan lebih mudah membangun kedekatan dalam pertemanan.

Berdasarkan teori ini, Google, Pixar dan Facebook membangun sebuah kantor yang tidak hanya menstimulus kreativitas karyawannya, namun juga menjembatani interaksi sesering mungkin antara karyawan dari berbagai lini dan pimpinan perusahaan. Pixar mendesain ulang kantornya dengan sangat baik. Pada awalnya Pixar menempatkan karyawan IT pada sebuah gedung, para animator ditempatkan di bangunan lainnya, dan para editor di bangunan lain yang berbeda. Namun Pixar menyadari bahwa model penempatan seperti ini akan membuat para karyawan berinteraksi dan bertukar pikiran hanya dengan rekan sedivisinya saja. Akhirnya, Pixar membangun sebuah atrium raksasa yang didesain untuk menciptakan kerjasama karyawan antar divisi yang berbeda.

Mengatur waktu kerja sefleksibel mungkin

Sebuah kantor biasanya memiliki jam kerja yang normalnya beroperasi mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 17.00 sore. Siapa yang bisa menjamin karyawan dapat bekerja dengan maksimal pada jam tersebut ? Sementara energi kreatif tidak dapat dipaksakan muncul pada jam yang telah ditentukan tersebut. Jika menginginkan perusahaan terus mendorong produktivitas dan kreativitas untuk karyawannya, maka perlu untuk memberlakukan jam kerja yang fleksibel bagi mereka. Memberikan waktu libur yang tidak terbatas mungkin terdengar gila. Namun Netflix telah menjalankan ide ini dan perusahaan mengalami perkembangan yang luar biasa.

Mereka melihat seluruh pekerja melakukan pekerjaannya secara totalitas dengan semangat juang yang tinggi. Para karyawan memiliki ide-ide yang lebih cemerlang selepas mereka berlibur. Bahkan sebagian besar mereka mendapat inspirasi tentang pekerjaan saat mereka berlibur. Inspirasi memang akan lebih sering datang, saat seseorang berada di luar rutinitas. Seorang pemuda yang senang berselancar sedang menikmati liburannya. Ia mengalami masalah dengan kameranya saat ia mengabadikan gambarnya di atas papan selancar. Ia menemukan ide untuk membuat kerangka mesin yang anti air untuk digunakan pada produk yang sudah ada.

Sepulangnya dari liburan, ia mengkreasikan idenya. Belum berhasil memang, namun ia tidak berhenti untuk berinovasi. Saat produknya sudah berhasil dan berfungsi dengan baik, ia terus melakukan pembaharuan pada produk barunya itu. Hingga saat kini, penjualannya terus merangkak naik dan pembaharuan masih terus dilakukan. Produknya kini sama sekali berbeda dengan produk pertama yang tidak dipandang oleh pasar mana pun. Kini pasar kamera menempatkan produknya bagaikan raja, itulah cerita tentang lahirnya Go Pro yang saat ini menjadi primadona.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Eko Pardiyanto
Eko Pardiyanto

Seorang guru, content creator dan penulis lepas

Artikel: 23

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *