prinsip-belajar-dalam-meningkatkan-efektivitas-pelatihan-atau-diklat

Prinsip-prinsip Belajar yang Harus Dipahami Guna Meningkatkan Efektivitas Diklat

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) merupakan salah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Diklat didefinisikan sebagai suatu kegiatan belajar mengajar jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana para peserta diklat mempelajari pengetahuan dan keterampilan sehingga akan terdorong untuk memperbaiki kinerjanya.

Kegiatan belajar adalah kegiatan yang menyangkut dua proses yang saling berkaitan dan berkesinambungan, yaitu proses belajar dan proes mengajar. Proses belajar adalah proses dimana peserta pelatihan mempelajari sesuatu. Proses mengajar adalah proses dimana pelatih mengerjakan sesuatu untuk membantu terjadinya proses belajar tersebut.

Agar suatu aktivitas belajar mengajar berlangsung efektif, kegiatan belajar mengajar perlu dirancang dengan baik sebelum kegiatan dilaksanakan. Dalam perancangan ini tekanannya harus diletakkan bukan kepada apa yang akan dilakukan pengajar atau pelatih, tetapi kepada apa yang akan dilakukan oleh peserta belajar dalam belajar. Untuk dapat merancang kegiatan pendidikan dan pelatihan atau diklat dengan baik, perlu dipahami lima prinsip pokok dalam proses belajar, yaitu :

1. Prinsip Tujuan Belajar yang Dihayati

Seseorang akan lebih terdorong untuk belajar sesuatu apabila dia benar-benar menghayati alasan mengapa dia harus mempelajari hal itu. Seorang peserta diklat harus dapat melihat dan memahami dengan jelas mengapa dia perlu belajar.

Oleh karena itu, dalam merancang kegiatan diklat pelatih hendaknya selalu memasukan rencana pemberian penjelasan dan motivasi kepada peserta diklat. Misalnya apabila peserta diklat diharapkan belajar cara memimpin kelompok kerja, maka sebelumnya pelatih hendaknya menyiapkan penjelasan apa sebabnya kemampuan memimpin kelompok kerja itu penting, apa kegunaan dan keuntungannya. Karena apabila peserta diklat tidak merasakan kegunaan mempelajari sesuatu maka dia cenderung untuk tidak mempelajarinya.

Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) yang dijabarkan langsung dari adanya Diskrepansi Kompetensi Kerja (DKK) adalah salah satu cara untuk memudahkan peserta diklat memahami alasan mengapa dia perlu mempelajari unit pempelajaran itu.

Berbagai upaya yang dapat ditempuh pelatih untuk mendorong penghayatan terhadap tujuan belajar, yaitu :

  1. Pelatih hendaknya selalu berusaha memperlihatkan segi positif dari bahan pembelajaran yang dibahas.
  2. Pelatih hendaknya berusaha menunjukkan bahwa bahan yang sedang dipelajari benar-benar relevan dengan TPK
  3. Pelatih hendaknya dapat menunjukan bahwa bahan yang dipelajari ada hubungannya dengan kepentingan priibadi peserta diklat atau lingkungan hidup mereka sehari-hari.
  4. Pelatih hendaknya menunjukkan bahwa sessungguhnya peserta diklat akan mampu mempelajari bahan yang sedang dibahas. Dengan perkataan lain, pelatih berusaha membangkitkan rasa percaya diri dan semangat peserta diklat.

Usaha-usaha tersebut diatas dilakukan oleh pelatih sebelum unit pembelajaran dimulai yaitu pada saat melakukan pengantaran, dan diulang-ulang apabila perlu selama proses pembelajaran berlangsung.

2. Prinsip Urutan yang Bertahap

Seseorang akan lebih mudah belajar apabila dia melakukan secara bertahap mulai dari yang paling mudah sampai ke yang paling sulit. Prinsip ini adalah prinsip yang terpenting dalam pendidikan, termasuk diklat. Bila seseorang langsung diminta mengerjakan sesuatu yang sulit, besar kemungkinanan semangatnya akan menurun dan dia akan menyerah sebelum berhasil diselesaikannya.

Salah satu alasan mengapa prinsip urutan bertahap ini penting adalah kenyataan bahwa banyak pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan dengan baik, sebelum seseorang menguasai pengetahuan dasar yang menyangkut pekerjaan itu. Kegiatan diklat hendaknya selalu dimulai dengan meminta peserta diklat mengerjakan keterampilan dasar terlebih dahulu dan baru kemudian keterampilan yang lebih lanjut. Cara lain adalah membiarkan peserta diklat terlebih dahulu mnegrjakan dengan caranya sendiri, baru kemudian membantunya mengerjakan menurut cara yang dikehendaki oleh TPK.

Keuntungan dari penerapan prinsip ini adalah bahwa penguasaan bahan yang dipelajari dapat dicapai lebih efisien. Disamping itu peserta diklat lebih bergairah karena dia merasa yakin dapat mengerjakan pekerjaan selanjutnya setelah menguasaai langkah-langkah sebelumnya.
Prinsip urutan bertahap dilaksanakan oleh pelatih dengan cara melatihkannya :

  1. Dari yang sederhana ke yang kompleks.
  2. Dari yang mudah ke yang sukar.
  3. Dari yang sudah diketahui ke belum diketahui.
  4. Dari yang lebih dikenal ke yang kurang dikenal.
  5. Dari yang memerlukan sedikit motivasi ke yang memerlukan banyak motivasi.
  6. Dari pengertian sebagian ke pengertian menyeluruh.
  7. Dari pengertian terpisah ke pengertian yang saling berkaitan.
  8. Dari mengerjakan secara terbimbing ke mengerjakan sendiri.
  9. Dari teori ke praktik.
  10. Dari mendemontrasikan sesuatu pekerjaan ke meminta peserta diklat mencoba sendiri.
  11. Dari melakukan percobaan ke melakukan pekerjaan sesungguhnya.

3. Prinsip Perbedaan Individual yang Dihormati

Apabila seseorang diberi kesempatan untuk belajar menurut cara yang paling baik baginya, maka dia akan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal yang mungkin dapat dicapainya. Dalam kegiatan diklat hal ini harus diperhatikan dengan mengusahakan agar sejauh mungkin setiap peserta diklat mendapat lingkungan dan kesempatan belajar yang terbaik baginya.

Keuntungan dari penerapan prinsip perbedaan individual yang dihormati adalah :

  1. Kebosanan peserta diklat dapat dikurangi. Peserta diklat yang lebih cepat belajar tidak cepat merasa membuang-buang waktu. Sedangkan peserta yang lambat belajar tidak usah khawatir tertinggal.
  2. Gangguan disiplin belajar dapat dikurangi, mengingat setiap peserta diklat akan sibuk dengan tugasnya masing-masing dan tidak memiliki kesempatan untuk mengganggu yang lainnya.

Perbedaan individual seseorang dalam cara dan kemampuannya untuk belajar ditentukan oleh perbedaan-perbedaan dalam :

  • Kemampuan intelegensi.
  • Kecepatan belajar.
  • Latar belakang pengalaman dan pendidikan.
  • Minat bakat.
  • Jenis kelamin.
  • Umur.
  • Kedudukan dalam pekerjaan.
  • Selera.
  • Motif belajar.
  • Kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

Prinsip perbedaan individual yang dihormati dilaksanakan oleh pelatih dalam kegiatan melatih diklat dengan cara :

  1. Membagi peserta diklat dalam kelompok-kelompok menurut perbedaan-perbedaan tersebut di atas.
  2. Membagi peserta diklat dalam kelompok menurut hasil Evaluasi Awal dan kemudian TPK disesuaikan kembali untuk masing-masing kelompok.
  3. Peserta diklat yang lebih cepat diminta membimbing yang lambat.
  4. Peserta yang berhasil baik diminta mendemontrasikan hasil pekerjaannya.
  5. Peserta yang tertinggal diberi perhatian dan bimbingan istimewa.
  6. Peserta yang lemah diberi Pekerjaan Rumah (PR) khusus, dan yang kuat diberi bahan pelajaran tambahan.
  7. Peserta yang cepat diberi kesempatan melanjutkan ke unit pembeljaran berikutnya.

4. Prinsip Kesempatan Berlatih yang Memadai

Setiap orang akan dapat menguasai suatu unit pembelajaran dengan baik manakala diberi kesempatan berlatih dan melakukan pekerjaan itu. Hal ini terutama berlaku bagi latihan-latihan keterampilan.

Di dalam pelaksanaan diklat, paling sedikit setiap peserta diklat mendapat satu kali kesempatan mempraktekan kemampuannya, sebelum ia menjalankan Evaluasi Akhir. Kesempatan berlatih dengan melakukan kegiatan praktek ini tidak boleh disatukan dengan Evaluasi Akhir. Dengan perkataan lain kegiatan praktek tidak boleh dijadikan bahan untuk Evaluasi Akhir.

Keuntungan dari penerapan prinsip kesempatan berlatih yang memdai adalah :

  1. Pelatih mudah melihat apakah hasil pekerjaan telah benar-benar sesuai dengan TPK.
  2. Bahan pembelajaran dan metode melatih dapat segera disesuaikan untuk memperbaiki hasil yang ingin dicapai.

Prinsip kesempatan berlatih yang memadai diterapkan oleh pelatih dalam melatih diklat dengan cara :

  1. Memberikan kesempatan yang cukup kepada setiap peserta diklat untuk berlatih sesuai dengan yang dikendaki TPK. Kesempatan berlatih ini diberikan selama proses pembelajaran berlangsung dan sebelum Evaluasi Akhir dilakukan.
  2. Memberikan kesempatan yag sama dan merata bagi seluruh peserta diklat.
  3. Kesempatan berlatih yang diberikan harus cukup untuk mempraktikkan seluruh langkah secara lengkap. Tidak benar asumsi yang menyatakan apabila peserta diklat dapat mengerjakan A maka dia pasti dapat mengerjakn B, karena B adalah kelanjutan dari A.
  4. Hanya diberikan praktik untuk perilaku yang berkaitan dengan TPK. Perilaku diluar TPK tidak perlu dipraktikkan. Contohnya, menurut TPk peserta diklat harus dapat memimpin kelompok kerja, maka tidak perlu dia diberi kesempatan berlatih membuat proposal kerja.

5. Prinsip Hasil Diketahui dengan Segera.

Sesorang akan lebih lancar belajar apabila dia setiap saat mengetahui bahwa dia mampu belajar dengan hasil yang betul dan tidak melakukan kesalahan. Prinsip mengetahui hasil dengan segera berarti memberi tahu peserta diklat setiap saat apakah dia telah mengerjakan sesuatu dengan benar atau salah. Apabila benar apa sebabnya, dan apabila salah juga apa sebabnya. Demikan pula apabila sebagian salah, apa yang salah, apa sebabnya, dan bagaimana seharusnya.

Keuntungan dari penerapan prisnip mengetahui hasil dengan segera adalah :

  1. Peserta diklat menjadi yakin bahwa dia maju di jalan yang benar dan bahwa dia benar-benar telah menguasai unit pembelajaran sebelumnya pada saat dia hendak melanjutkan ke unit pembelajaran berikutnya.
  2. Pelatih mendapatkan informasi untuk memperbaiki bahan pelajaran dan teknik pembahasannya.

Prinsip hasil dikethui dengan segera diterapkan oleh pelatih dalam melatih dengan cara :

  1. Perlakuan dikenakan sama kepada seluruh peserta diklat.
  2. Memberikan hasil pekerjaan peserta diklat dengan cara :
    a) Mengatakan benar atau salah.
    b) Mengatakan benar atau salah disertai dengan penjelasannya.
    c) Memberitahukan jawaban atau cara yang benar.
    d) Memberitahukan jawaban atau cara yang benar disertai dengan penjelasannya.
  3. Memberitahukan kesalahan harus dengan segera setiap peserta diklat melakukan kekeliruan
  4. Pada saat pelatih melihat suatu kesalahan, arahkanlah agar peserta diklat sendiri yang berusaha lebih dahulu menemukan kesalahan itu.
  5. Apabila banyak peserta diklat yang melakukan kesalahan, pelatih memberitahukan jawaban yang benar bagi seluruh kelas.
  6. Apabila ada peserta diklat yang melakukan pekerjaan dengan betul dan baik, dia dapat diminta untuk memberitahu peserta diklat lain yang alah atau mengemukakan di depan kelas untuk seluruh peserta diklat. Pelatih kemudian menjelaskan lebih jauh apa sebabnya pekerjaan itu benar.
  7. Memberi kesempatan untuk berkonsultasi yaitu apabila ada peserta diklat yang merasa ragu boleh datang berkonsultasi dengan pelatih.
  8. Apabila pekerjaan merupakan bagian yang berurutan maka pemberitahuan hasil dapat dilakukan baik untuk setiap bagian maupun setelah seluruhnya diselesaikan.

Kelima prinsip proses belajar tersebut di atas harus menjadi perhatian pelatih dalam merancang kegiatan pelatihan. Apabila kelima prinsip belajar tersebut digunakan dengan baik, maka akan dapat membantu meningkatkan efektivitas metode melatih yang digunakan oleh pelatih dalam diklat.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Reva Almalika
Reva Almalika

Seorang mahasiswa Agribisnis yang sedang berada pada tahun terakhir perkuliahan. Suka menuangkan pemikiran ke dalam suatu tulisan.

Artikel: 27

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 50 = 55