Fimela.com

Perayaan Hari Valentine : Dari Sejarah Hingga Larangan

Setiap manusia memiliki cara untuk mengekspresikan kebahagian dengan dibuatlah acara perayaan. Manusia biasanya merayakan atau memperingati hari yang begitu istimewa dalam kehidupannya walaupun caranya berbeda – beda. Biasanya perayaan dibuat setiap bulan, setiap tahun maupun perayaan khusus lainnya. Salah satu perayaan yang dirayakan setiap tahun dan merupakan hegemoni budaya adalah hari Valentine. Perayaan yang dimaknai sebagai perayaan hari kasih sayang untuk mengekspresikan perasaan cinta kepada keluarga, teman maupun pasangan yang dirayakan oleh manusia dari berbagai penjuru dunia.

“Love is our true destiny. We do not find the meaning of life by ourselves alone. We find it with another” – Thomas Merton

Hari Valentine sudah menjadi budaya global. Pemberitaan tentang hari Valentine membanjiri media dari seluruh dunia menjelang dan saat tanggal 14 februari. Pernak – pernik bernuansa pink mulai dari kartu ucapan, aksesoris, pakaian, tas, makanan, tempat penginapan hingga tempat liburan yang ditawarkan untuk merayakan hari Valentine termasuk di Indonesia.

Perayaan hari Valentine menjadi kontroversial tidak hanya di Indonesia. Melainkan juga terjadi di Malaysia, Saudi Arabia dan Pakistan. Kebanyakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam yang melarang perayaan hari Valentine. Masyarakat melarang perayaan hari Valentine bahkan mengharamkan hari Valentine dikarenakan bertentangan dengan agama islam. Larangan merayakan Hari Valentine terjadi di beberapa kota dan dari berbagai organisasi Islam di Indonesia. Larangan tersebut terjadi berdasarkan doktrin agama yang tidak “Un-Islamic” dan berhubungan dengan kristiani menurut beberapa ulama dan masyarakat yang konservative.

Perayaan hari valentine dianggap sebagai huru – hara para pemuda yang belum menikah dengan dibumbui pergaulan bebas dan terjadi seks bebas. Budaya barat yang melegalkan seks bebas bertentangan dengan budaya Indonesia. Perayaan hari Valentine dinilai dapat mendegradasi moral bangsa. Di Indonesia, keperawanan fisik menjadi hal yang sangat penting terutama bagi perempuan.

Alasan lain dari larangan perayaan hari Valentine dikarenakan sejarah hari Valentine yang berkaitan dengan perayaan salah satu pendeta romawi. Hari Valentine juga disebut sebagai Hari St. Valentine. Hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 februari merupakan hari kematian St. Valentine.

St. Valentine merupakan pendeta romawi pada abad ke 3 di Roma. Gereja Katolik Roma mengenal ketiga Santa berbeda yang bernama Valentine atau Valentinus. Ketika Emperor Claudius II memutuskan bahwa pria bujangan lebih baik menjadi tentara dan melarang pernikahan pria muda, Valentine menyadari bahwa keputusan itu adil. Setiap pasangan baik muda maupun tua berhak menentukan jalan hidup mereka untuk mengikat hubungan dalam ikatan pernikahan. Valentine tetap menikahkan pasangan muda secara rahasia. Ketika perbuatan Valentine terungkap, Cladius meminta Valentine dihukum mati.

Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa ada Santa lagi yang bernama Valentine di era yang sama, Seorang Uskup dari Terni yang melakukan perbuatan yang sama yaitu melakukan pernikahan rahasia dan kepalanya dipenggal pada tanggal 14 februari. Ada kisah lain yang menyatakan bahwa Valentine telah dibunuh karena mencoba untuk membantu Christian keluar dari penjara Roman yang kejam. Banyak tahanan yang dipukul dan disiksa di dalam penjara Roman. Masih ada kisah lain yang menyatakan bahwa saat Valentine dipenjara, dia menyembuhkan mata anak sipir penjara. Sebelum meninggal, Valentine mengirim surat kepada seorang perempuan yang di duga anak sipir penjara dengan tanda “from your Valentine” 

Meskipun kebenaran dibalik legenda St.Valentine itu suram dan memiliki kisah yang sama, sosoknya digambarkan sebagai sosok yang simpatik, pahlawan dan sosok yang romantis. Maka dari itu, untuk menghomati St.Valentine, hari festival Roman atau biasa disebut Lupercalia yang dirayakan setiap tanggal 15 februari diubah menjadi tanggal 14 februari dan diganti menjadi hari St.Valentine.

Lupercalia merupakan perayaan festival pastoral Roman kuno yaitu Faunus, dewa pertanian Roman juga penemu Romulus dan Remus yang selamat dari awal kebangkitan agama kristen tapi kemudian dilarang. Festival yang telah ada sejak abad ke 6 sebelum masehi. Selama festival Lupercalia, Pendeta Romawi akan mengorbangkan kambing dan anjing untuk menampar perempuan dengan menggunakan kulit kambing dan anjing yang berlumuran darah sebagai berkah kesuburan. Menurut legenda, semua perempuan muda di kota akan memasukkan nama mereka ke dalam guci besar. laki – laki bujangan akan memilih nama yang diambil dari dalam guci dan dipasangkan dengan wanita pilihannya. Festival ini seringkali berakhir dengan pernikahan. Pada akhir abad ke 5, Pope Gelasius mendeklarasikan 14 februari sebagai hari Valentine, yang diasosiasikan dengan cinta.

Perayaan hari Valentine mulai terkenal setelah tahun 1400 di abad pertengahan yang mulai populer di Inggris dan Prancis yang diawali dengan musim kawin burung yang menambahkan gagasan bahwa tengah hari Valentine harus menjadi hari yang romantis. Valentine menjadi satu dari popular saints di Inggris dan Prancis.

Hari Valentine mulai populer dirayakan Amerika pada abad ke 17.  Orang Amerika mungkin mulai bertukar barang buatan tangan di awal 1700-an. Pada pertengahan abad ke 18, sudah menjadi perayaan umum bagi teman dan kekasih dari semua kelas sosial untuk bertukar tanda kasih sayang atau catatan tulisan tangan kecil. Dalam perkembangan tradisi Hari Valentine di Amerika Serikat, kartu ucapan telah menjadi hadiah Valentine yang paling umum. Kartu Valentine pertama diproduksi secara besar-besaran setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki toko buku dan toko alat tulis yang besar. Howland mendapat ide untuk membuat kartu Valentine setelah menerimanya. Pada tahun 1900 kartu cetak mulai menggantikan surat tertulis karena peningkatan teknologi pencetakan sebagai kontribusi dalam perayaan hari Valentine. Saat ini terdapat berbagai cara untuk merayakan hari Valentine, banyak aksesoris yang dijual, tempat penginapan yang ditawarkan khusus momen Valentine.

Menurut Saras Dewi, dosen filsafat di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, tidak terlalu banyak perlawanan terhadap perayaan hari Valentine di Indonesia karena dianggap sebagai tradisi biasa seperti merayakan Halloween yang juga dilakukan oleh sebagian orang Indonesia. Namun, gelombang penolakan terhadap Valentine kini semakin marak karena alasan ideologis yang dianggap bertentangan dengan budaya dan tradisi Indonesia serta pemahaman agama yang konservatif.

Perayaan hari Valentine telah dirayakan oleh jutaan manusia di seluruh dunia setiap tahun. Masyarakat yang konservatif dan beberapa ulama di Indonesia seharusnya tidak perlu melarang masyarakat untuk merayakan hari Valentine. Seharusnya tidak perlu mempermasalahkan selama tidak melewati batas dan tidak adanya penyimpangan. Pasalnya setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai hari Valentine, memiliki hak untuk memilih. Lagipula perayaan hari Valentine bukan hanya untuk pasangan suami istri dan sepasang kekasih, melainkan untuk keluarga juga teman. Perayaan hari Valentine merupakan perayaan untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang lain. Apalagi masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk pluralistik dan negara demokrasi yang menganut paham kebebasan berekspresi. Merayakan atau tidak merayakan hari Valentine harus menjadi soal pilihan pribadi masing-masing individu.

Referensi :

Rusiyawati, Nurhayati. 2017. Valentine’s Day bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta : dari Sudut Pandang Ekonomi, Sosial dan Religi. Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang.

History.com Editors. 2009. History of Valentine’s Day. A & E Television Networks. https://www.history.com/topics/valentines-day/history-of-valentines-day-2

History.com Editors. 2019. Who Was the Real St. Valentine ? The Many Myths Behind the Inspiration for Valentine’s Day. A & E Television Networks. https://www.history.com/news/real-st-valentine-medieval

Sinaga. 2020. Valentine’s day: to celebrate or not to celebrate, it’s a choice. https://en.antaranews.com/news/141394/valentines-day-to-celebrate-or-not-to-celebrate-its-a-choice

BBC Indonesia. 2019. Perayaan Valentine di Indonesia: Dirayakan sekaligus dikutuk. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47222657

CNN Indonesia Tim. 2020. Sejarah Panjang dan Arti Valentine: Dulu dan Kini. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200214110726-277-474570/sejarah-panjang-dan-arti-valentine-dulu-dan-kini

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Nadia Ahla
Nadia Ahla

Saya menyukai fotografi, menulis, membaca sejarah & gender, menonton film, pecinta kopi. Envision it. Manifest it.

Artikel: 5

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 + = 57