Hal yang Perlu Diperhatikan dan Diketahui Para Orang Tua Peserta Didik Ketika Sekolah Tatap Muka Diberlakukan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. Salah satu alasan pertimbangan akan diberlakukannya PTM adalah adanya dampak sosial negatif bagi peserta didik yang kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dampak sosial negatif tersebut antara lain penurunan capaian belajar (learning loss), peserta didik yang putus sekolah, hingga kekerasan pada anak.  Hal tersebut diungkapkan Mendikbud pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Sebelumnya pemerintah telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 telah berlaku tidak perlu menunggu sampai bulan Juli 2021

Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/ kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, ada opsi PTM secara terbatas dapat dilakukan bagi satuan pendidikan yang  guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi di daerah tersebut. Kemendikbud pun sedang berupaya mempercepat vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di bebagai daerah di Indonesia.

Mendukung dikeluarkannya SKB Empat Menteri ini, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono, mengatakan pentingnya SKB Empat Menteri ini adalah tetap fokus pada aspek kesehatan dan keselamatan yang diutamakan, untuk itu semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya perlu mempersiapkannya sebaik mungkin.

Beberapa daerah sudah ada yang menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan PTM secara terbatas dan secara resmi melakukan uji coba belajar tatap muka, dan memastikan setiap guru dan tenaga pendidik yang melakukan uji coba belajar tatap muka sudah dilakukan vaksinasi Covid-19.

Dilain sisi para orang tua peserta didik perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai mekansime dan tata kelola penyelenggaraan pembelajaran tatap muka bagi putra/putri nya selama proses belajar mengajar tatap muka ini berlangsung. Sebelum memutuskan untuk menyetujui pembelajaran tatap muka, orang tua harus memastikan kesiapan sekolah dalam mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Sekolah harus memenuhi standar protokol kesehatan yang berlaku.

Berdasarkan pengalaman di beberapa negara, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Oleh karena itu, hal pertama yang sebaiknya dilakukan orang tua adalah tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian maupun sepenuhnya.

Peran dan Perhatian Orang Tua

Orang tua juga perlu mempertimbangkan apakah partisipasi anak dalam kegiatan pembelajaran tatap muka lebih bermanfaat atau justru dapat meningkatkan risiko penularan pada anak. Dengan kata lain kesiapan (fisik-psikis-kesehatan-kedisiplinan) anak perlu mendapat perhatian orang tua seperti misalnya :  1). Apakah anak sudah mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik atau belum? 2). Apakah anak masih sangat memerlukan pendampingan orang tua atau tidak saat sekolah? 3). Apakah anak memiliki kondisi komorbid yang dapat meningkatkan risiko sakit parah bila tertular Covid-19? 4). Pertimbangan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah apakah ada kelompok lanjut usia atau risiko tinggi yang tinggal di rumah dan mungkin tertular bila anggota di rumah banyak beraktivitas di luar rumah?

Setelah memastikan anak dalam kondisi siap untuk melaksanakan PTM, maka selanjutnya adalah persetujuan orang tua atau wali murid merupakan salah satu syarat yang diperlukan dalam penerapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Apabila menyetujui partisipasi anak dalam kegiatan pembelajaran tatap muka, orang tua perlu mempersiapkan beragam kebutuhan penunjangnya, salah satunya adalah rencana transportasi yang aman dari dan ke sekolah.

Beberapa penunjang lainnya yang perlu dipersiapkan adalah bekal makanan dan air minum, masker wajah, dan pembersih tangan, imbau anak untuk memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang mereka konsumsi, dan ajari anak untuk tidak berbagi alat makan yang sama dengan orang lain.

Selain itu, orang tua perlu mempersiapkan rencana tindak lanjut bila mendapat kabar dari sekolah bahwa anak sakit, misalnya, sudah mengetahui fasilitas kesehatan mana yang akan dituju untuk melakukan perawatan selanjutnya, asuransi kesehatan, dan hal-hal penting lainnya.

Bagi para orang tua yang putra/putrinya masih duduk dibangku sekolah dasar dan atau sekolah lanjutan pertama ada baiknya orang tua dapat memberikan pemahaman dan penjelasan perihal penggunaan/manfaat masker selama masa pandemi ini dengan memberikan contoh  membiasakan dan melatih anak-anaknya menggunakan masker setidaknya empat jam tanpa dilepas setiap hari sehingga anak dapat terlatih menggunakan masker di rumah dan terbiasa menggunakan masker ketika di sekolah nanti.

Anak-anak yang sudah belajar tatap muka, kalau sudah selesai belajar harus langsung pulang, begitu anak keluar dari lingkungan sekolah maka harus menjadi tanggung jawab orang tua. Orangtua tidak boleh menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua dan murid itu tidak diperbolehkan. Artinya, kondisi dan situasi belajar tatap muka ini bukan kembali ke sekolah seperti normal biasanya.

Jika pada akhirnya anak-anak diharuskan untuk belajar di sekolah secara langsung, persiapan lain yang tidak kalah pentingnya adalah buatlah jadwal dan pastikan anak-anak tidur malam yang cukup sebelum bersekolah, berikan pencerahan kepada anak-anak bahwa ada perubahan tentang kegiatan sekolah tatap muka di tengah pandemi, dan perubahan tersebut dilakukan demi menjaga anak dan semua orang di sekitarnya agar tetap sehat

Beri pengertian dan diskusikan dengan anak mengenai informasi yang beredar tentang Covid-19, dan dorong anak untuk bercerita dengan Anda atau gurunya perihal perasaan mereka selama menghadapi pandemi. Ajarkan anak untuk tidak merendahkan orang lain yang sakit di masa pandemi Covid-19.

Secara umum, selalu imbau anak untuk mengikuti protokol kesehatan di luar rumah, khususnya di sekolah. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60%, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain.

Yang terpenting, pastikan orang tua selalu memantau kesehatan anak di rumah. Jika anak menunjukkan gejala penyakit tertentu, biarkan anak tinggal di rumah dan tidak pergi ke sekolah. Bila perlu, bawalah anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peran dan Persyaratan Sekolah Pada Saat PTM

Untuk diketahui, bahwa sekolah yang dinyatakan siap dan diizinkan untuk menerapkan kegiatan belajar secara langsung maka sekolah tersebut harus memenuhi enam persyaratan dalam daftar pemeriksaan berikut:

  1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan yang layak, seperti toilet bersih, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan;
  2. Kemampuan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan;
  3. Kesiapan sekolah untuk menerapkan wajib masker;
  4. Sekolah memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun);
  5. Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang: memiliki komorbid tidak terkontrol tidak memiliki akses terhadap transportasi yang aman memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri; dan
  6. Persetujuan komite sekolah atau perwakilan orangtua/wali

Mengakhiri tulisan ini, bila sekolah anak Anda memenuhi keenam daftar pemeriksaan di atas, sekolah anak Anda mungkin akan dibuka untuk kegiatan belajar tatap muka. Namun, bila ada salah satu poin, misalnya persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orangtua/wali yang tidak terpenuhi, maka kemungkinan besar anak Anda akan tetap melanjutkan kegiatan belajar dari rumah.

Tidak ada salahnya kita mengingat kembali imbauan Mas Menteri Nadiem Makarim untuk melaksanakan SKB empat menteri ini agar bisa sukses “Seluruh pemangku kepentingan harus mendukung untuk ini menjadi sukses, baik pemerintah pusat, satgas, masyarakat sipil, sekolah, dan orangtua ini luar biasa pentingnya peran mereka dalam melakukan monitoring (pengawasan) dan evaluasi untuk menjaga keamanan siswa siswi kita, guru-guru kita, orangtua, dan tentunya nenek kakeknya anak-anak yang tinggal di rumahnya mereka juga,” demikian imbauan Mas Menteri.

Referensi: https://edukasi.kompas.com/read/2020/11/20/161556771/mendikbud-januari-2021-sekolah-boleh-tatap-muka-ini-syaratnya?page=all

 

Sudah siapkah Anda berperan serta menyukseskan terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM)?

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Suryana
Suryana

Hobi membaca untuk menambah wawasan. Belajar dan pembelajaran menjadi menu tetap keseharian. Berbagi ilmu dan pengalaman melalui UNIVERSITAS RAHARJA-TANGERANG.

Artikel: 18

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 88 = 93