Pertanian organik di tengah gaya hidup sehat masyarakat

Tren Gaya Hidup Sehat Masyarakat Meningkat, Pertanian Organik Melaju Pesat

Pandemi Covid-19 yang telah terjadi hampir satu tahun lamanya, membuat perubahan-perubahan yang cukup signifikan bagi tatanan kehidupan masyarakat kita.

Masyarakat kini lebih menjaga kebersihan dan senantiasa menjaga kesehatan salah satunya dengan memperhatikan asupan bahan pangan yang dikonsumsi agar memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Gaya hidup sehat seakan menjadi suatu tren yang semakin lama semakin banyak peminatnya. Sebenarnya jika ditarik mundur beberapa tahun, masyarakat Indonesia sudah cukup banyak yang memilih gaya hidup sehat dengan mulai mengkonsumsi pangan organik karena kaya akan vitamin dan nutrisi serta bebas zat kimia. Akan tetapi, pandemi mendorong lebih banyak masyarakat yang sadar akan produk-produk yang organik.

Gaya hidup sehat yang sedang digandrungi banyak orang yakni ‘back to nature‘ atau kembali ke alam.

Kembali ke alam yang dimaksud ini refleksi dari keinginan masyarakat dalam menginginkan bahan pangan yang benar-benar alami tanpa terkontaminasi oleh zat-zat kimia seperti pestisida ataupun pupuk dengan kandungan kimiawi. Salah satu bentuk pertanian yang terbebas dari penggunaan zat kimia yakni pertanian organik.

Baca: Mewujudkan Pertanian Bebas Limbah dengan Sistem Pertanian Terpadu

Pertanian organik adalah suatu sistem pertanian yang digalakkan untuk melakukan perubahan dari pertanian modern yang dikenal dengan istilah revolusi hijau.

Pertanian organik berusaha merevolusi revolusi hijau karena revolusi hijau ini dianggap menimbulkan dampak negatif bagi alam dan lingkungan serta kehidupan manusia di bumi.

Meskipun revolusi hijau ini sempat membuat Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984 silam, akan tetapi sifat dari sistem ini adalah degrading while using dimana lahan mengalami degradasi atau akibat penggunaan yang tidak tepat.

Terjadinya degradasi lahan atau lingkungan ini dikarenakan revolusi hijau tidak ramah lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan adanya ketergantungan petani kepada pupuk kimia dan pestisida untuk pertaniannya sehingga mengakibatkan tingginya intensitas pemakaian bahan-bahan kimia sintesis yang berdampak pada meningkatnya polusi dan kerusakan lingkungan baik tanah, air, maupun udara.

Itulah yang kemudian ingin dikurangi bahkan kalau memungkinkan ditiadakan oleh para pelopor pertanian organik, sehingga memberikan manfaat yang lebih baik dan besar kepada kehidupan manusia dan lingkungan.

Pertanian Organik Melaju Pesat

Kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat yang diimbangi dengan pemilihan bahan pangan yang sehat dan bergizi tinggi menjadi angin segar bagi para penggiat pertanian organik. Perlu diketahui bahwasanya petani yang mengembangkan pertanian organik ini seringkali mengalami kesulitan untuk memasarkakan produk hasil panennya.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan harga yang cukup besar antara produk organik dengan produk non organik sehingga mayoritas masyarakat tentulah cenderung memilih produk dengan harga yang ramah di kantong meskipun itu adalah produk yang mengandung zat kimiawi.

Merebaknya kasus makanan mengandung formalin dan zat tambahan berbahan kimia seperti pemanis, pewarna, pengawet dan penambah rasa buatan membuat sebagian masyarakat akhirnya tersadar dan memilih bahan pangan organik.

Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membeli produk-produk pertanian yang meskipun pada hakikatnya mengandung banyak nutrisi dan vitamin, apabila dalam budidayanya menggunakan zat-zat kimia maka akan terasa percuma.

Pasalnya, residu dari penggunaan zat-zat kimiawi tadi akan menempel pada permukaan sayur atau buah-buahan yang apabila tidak dilakukan pencucian dengan benar maka akan ikut terkonsumsi oleh tubuh.

Meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat dan perubahan pola pikir di masyarakat umumnya terjadi lebih dulu di kota-kota besar.

Peningkatan status ekonomi serta kemudahan akses informasi dan pengetahuan mengenai gaya hidup sehat membuat masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas lebih memerhatikan kesehatan.

Kini banyak orang mulai mengkonsumsi pangan organik untuk mencegah ataupun mengurangi semua penyakit yang dapat ditimbulkan akibat dari mengkonsumsi bahan pangan yang terkontaminasi oleh zat kimia.

Ini tentunya menjadi momentum bagi para petani pertanian organik untuk dapat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan peluang pasar yang saat ini terbuka lebar. Bukanlah hal yang mustahil untuk pertanian organik Indonesia dapat mengejar laju pertumbuhan seperti pada negara-negara maju yang telah lebih dulu tumbuh positif.

Prinsip-prinsip Pertanian Organik

Pertanian organik memiliki prinsip-prinsip yang menjadi pedoman yang wajib diperhatikan dan diimplementasikan bagi para penggiatnya. Berikut ini adalah prinsip-prinsip pertanian organik oleh IFOAM (International Federation of Organik Agriculture Movements)

1. Prinsip Kesehatan

Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Pertanian organik pada prinsipnya tidak hanya bermanfaat bagi konsumennya saja, akan tetapi harus dapat melestarikan dan menyehatkan tanah, tanaman, hewan, manusia, dan bumi sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan individu dan komunitas tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem yang ada. Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat sehingga akan memberikan kesehatan bagi hewan dan manusia yang mengkonsumsinya.

Pertanian organik secara khusus dimaksudkan untuk menghasilkan makanan berkualitas dan bergizi tinggi yang akan mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan.

Mengingat hat tersebut maka harus dihindari menggunakan pupuk kimia, pestisida, obat-obatan bagi hama yang dapat merugikan bagi kesehatan.

2. Prinsip Ekologi

Pertanian organik harus didasarkan pada keseimbangan sistem dan siklus ekologi kehidupan di alam semesta ini. Prinsip ekologi menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis.

Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus. Tanaman membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan ekosistem perairan adalah beberapa contohnya.

Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya, dan skala lokal. Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologi melalui pola sistem pertanian dan pemeliharaan keragaman genetik dan pertanian.

Siapa saja yang menghasilkan, memproses, memasarkan, atau mengkonsumsi produk-produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum termasuk di dalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air.

3. Prinsip Keadilan

Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen.

Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan ketersediaan pangan maupun produk lain dengan kualitas yang baik.

Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang.

Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.

4. Prinsip Perlindungan

Pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.

Para penggiat pertanian organik didorong untuk melakukan efisiensi dan produktivitas tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan kesejahteraan. Ilmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik menyehatkan, aman dan ramah lingkungan.

Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi yang tak dapat diramalkan akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic engineering).

Segala keputusan harus mempertimbangkan nilai-nilai dan kebutuhan dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses-proses yang transparan dan partisipatif.

Keunggulan Pertanian Organik

Pertanian organik yang ramah terhadap lingkungan tentunya memiliki keunggulan-keunggulan jika dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional yang masih menggunakan input kimia pada proses budidayanya. Keunggulan-keunggulan tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Terbebas dari pupuk dan pestisida kimia;
  • Mencegah penyakit karena tidak menggunakan input kimia;
  • Melindungi kualitas air, udara dan tanah;
  • Mencegah erosi tanah dan sistem ekologi tanah;
  • Produk organik lebih tahan lama dan rasa pangan lebih enak;
  • Melindungi dan mendukung pertanian ramah lingkungan; dan
  • Turut membantu pencegahan pemanasan global.

Melihat bagaimana meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dengan memperhatikan bahan pangan yang dikonsumsi, penggiat pertanian organik harus pintar-pintar memanfaatkan peluang yang ada.

Keberhasilan pengembangan pertanian organik di Indonesia akan cepat terwujud apabila diikuti dukungan dari Pemerintah baik dalam bentuk pelatihan, modal produksi, ataupun regulasi masing-masing Pemerintah Daerah.

Keberhasilan untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga akan diiringi oleh kecintaan terhadap lingkungan hidup karena dapat menciptakan lingkungan yang sehat, asri, dan alami sehingga akan mendorong perubahan model pertanian menuju pertanian yang ramah lingkungan.

Referensi:

  • Mayrowani, Henny. 2012. Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia. FORUM PENELITIAN AGRO EKONOMI, 30(2): 91 – 108.
  • Lumbanraja, Parlindungan. 2013. Pertanian Organik. FAPERTA-UHN.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Reva Almalika
Reva Almalika

Seorang mahasiswa Agribisnis yang sedang berada pada tahun terakhir perkuliahan. Suka menuangkan pemikiran ke dalam suatu tulisan.

Artikel: 27

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

32 + = 34