Mengenal Hormon Kebahagiaan Untuk Mencegah Segala Penyakit

Hormon merupakan kurir yang bertugas mengantarkan informasi di otak. Ada sekitar 100 sampai 200 macam hormon yang telah dikenal. Salah satunya adalah endorphin atau hormon kebahagiaan. Saat endorphin dihasilkan tubuh, efek yang ditimbulkannya adalah peningkatan suasana hati, perlambatan proses penuaan dan penyembuhan diri.

Kemudian, bagaimana cara mengaktifkan atau melepaskannya? Kuncinya ada di dalam pikiran. Jika kita bereaksi terhadap permasalahan dengan takut, stres dan penolakan, di dalam tubuh akan muncul hormon yang berbahaya, antara lain noradrenalin. Efek buruk dari hormon tersebut sangat bervariasi, mulai dari gangguan pada sistem pencernaan, kerusakan pada hati, ginjal, jantung, sampai dengan terjadinya stroke dan kanker. Sebaliknya, apabila respon yang diberikan positif, bersabar dan penuh bersyukur, tubuh akan memproduksi hormon kebahagian yang membuat Anda awet muda dan sehat.

 

Sumber gambar: Pixabay

 

Pengobatan dari timur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan barat

Di dunia pengobatan Timur dahulu, jika pasien yang sakit mendatangi tabib/ dokter, maka tabib/ dokter harus membungkukkan diri di depan pasien dan meminta maaf. Alasannya, dokter hendaknya bertanggung jawab mencegah orang yang sehat menjadi sakit, bukannya malah menjadi pahlawan kesiangan yang mengobati setelah penyakit timbul.

Namun sebagian dokter pada jaman sekarang lebih suka memberikan obat- obatan yang pada kenyataannya memiliki efek samping yang berbahaya bagi pasien di kemudian hari. Padahal, apabila pasien dapat mencegah penyakit sebelum datang maka biaya perawatan kesehatan pun akan dapat dihemat secara drastis. Kedokteran ala Barat masih terjebak dalam metode pengobatan simtomatis (penanganan gejala penyakit saja). Padahal obat yang diberikan untuk penanganan gejala memiliki efek samping. Kedokteran ala Barat hanya merawat orang sakit saja, namun belum fokus untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Umumnya masyarakat juga kurang peduli pada masalah kesehatan. Mereka lebih suka mengobati saat sudah benar-benar merasa sakit alih-alih mencegahnya. Padahal, bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? Kadang gaya hidup juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan. Untuk menanganinya jelas membutuhkan pengobatan yang berbeda dengan pengobatan seseorang yang menderita sakit organ tubuh biasa. Dalam menangani penyakit gaya hidup dan kelelahan, pengobatan timur lebih ampuh.

Hormon kebahagiaan bekerja paling optimal saat manusia berada pada tingkatan kebutuhan yang tertinggi

Otak manusia terdiri dari tiga strata yang terus berkembang. Strata pertama adalah otak purba atau reptilia, yang mengendalikan lima F yaitu Fucking (seks), Feeding (rasa lapar), Flocking (sosialisasi), Fighting (berkelahi) dan Fleeing (menyelamatkan diri). Lima F ini muncul sebagai dorongan primitif yang muncul secara naluriah.

Strata kedua adalah otak paleomamalia yang berupa sistem limbik. Strata ketiga, yang paling luar, adalah korteks serebrum atau disebut otak neomamalia. Manusia dikatakan memiliki derajat lebih tinggi daripada mahluk lain karena memiliki korteks serebrum ini. Ironinya, 95 % penggunaan otak hanya berkutat pada pemuasan kebutuhan- kebutuhan naluriah saja seperti apa yang harus dimakan, bagaimana cara memenangi persaingan, dan sebagainya.

Teori di atas lalu dikembangkan oleh Maslow (1908-1970) dengan mengelompokkan kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan Piramida Kebutuhan Manusia, yaitu: Tingkatan pertama, kebutuhan dasar Jasmani. Misalnya kebutuhan untuk bertahan hidup seperti bernafas, minum, makan dan sebagainya. Tingkatan kedua, kebutuhan rasa aman dari bahaya yang ada di sekitar. Tingkatan ketiga, kebutuhan hubungan sosial. Tingkatan keempat, kebutuhan pengakuan sosial atau segala sesuatu yang berkaitan dengan harga diri dan keinginan untuk diakui oleh orang lain. Tingkatan kelima, kebutuhan aktualisasi diri atau transenden yaitu kondisi mental menuju ranah spiritual.

Perasaan bahagia yang ditimbulkan hormon kebahagiaan akan semakin kuat dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan seseorang. Orang yang mencapai ranah lebih tinggi, biasanya jarang sakit dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Penelitian terhadap hormon kebahagiaan membuktikan bahwa manusia bisa awet muda dan bersemangat jika mereka menjalani hidup dengan benar dan berjuang demi kesejahteraan orang lain.

Manusia memiliki mekanisme pengaturan keseimbangan dalam sistem metabolismenya, yang dikenal sebagai “homeostatis”. Sebagai contoh, pori-pori kulit akan mengerut karena kedinginan untuk menghindari hilangnya kehangatan tubuh. Mekanisme homeostatis ini juga ada pada hormon. Ketika adrenalin dilepaskan, serotonin pasti ikut dibebaskan untuk menghambat pengaruh hormon stres tersebut. Reaksi ini dikenal sebagai “umpan balik negatif atau penghambat”.  Tubuh manusia juga memiliki mekanisme yang bekerja untuk menghindari kemungkinan fungsi yang berlebihan. Untuk mengerem pengaruh hormon kebahagiaan, terdapat senyawa pembawa pesan (neurotransmiter) bernama asam gama-aminobutirat (GABA). Ketika rasa lapar tidak dipenuhi, ia menjadi kebutuhan yang memaksa. Namun, jika perut sudah terisi penuh dan manusia merasa senang dan kenyang, maka senyawa GABA akan dilepaskan. Ini akan membuat makanan yang paling enak tidak menarik minat lagi.

Namun, ada fenomena ganjil yang patut dicermati. Senyawa ini tidak memberi umpan balik negatif saat bagian otak yang paling berkembang pada manusia, yakni lobus frontal, mendapat rangsangan untuk mengeluarkan hormon kebahagiaan. Bagaimana kita menjelaskan bahwa zat pengerem yang biasanya otomatis dikeluarkan, justru tidak dibebaskan saat bagian otak yang paling berkembang itu aktif? Ketika kita berusaha dengan berlebihan memuaskan kebutuhan- kebutuhan yang lebih rendah (yaitu tingkatan 1 hingga 4), pemenuhannya menunjukan ada efek samping yang muncul. Misalnya, kelebihan makanan mengantarkan pada obesitas dan penyakit gaya hidup. Berkembangnya fungsi umpan balik negatif bertujuan untuk menekan kemunculan efek yang tidak diinginkan semacam ini. Namun, ketika kita memanfaatkan bagian otak yang tertinggi untuk memperjuangkan kesejahteraan dunia atau berbuat baik untuk sesama, ternyata tidak ada yang menghalanginya. Bukan hanya bebas bekerja, otak juga mengeluarkan banyak hormon kebahagiaan yang bisa membawa pada puncak kebahagiaan. Maslow menamainya “pengalaman puncak”. Pada kondisi ini, hormon beta-endorfin seolah tidak ada habisnya diproduksi.

Memperkuat otot serta membakar lemak, dengannya semoga kita tidak akan pernah jatuh sakit

Otak manusia mempunyai berat hanya 1,4 kg, proporsinya hanya 2% jika dibandingkan dengan berat tubuh yang rata-rata 70 kg. Meski demikian, otak menyedot 15-20 % darah oksigen dari seluruh kebutuhan tubuh. Sel-sel otak akan benar-benar aktif apabila dipasok dengan banyak oksigen. Ujung-ujungnya, ini akan memengaruhi produksi hormon kebahagiaan. Namun pasokan oksigen yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan produksi hormon endorphin akan terganggu apabila ada penyempitan dalam pembuluh darah. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Ada 2 tips yang dapat dilakukan.

Pertama, mempertahankan bentuk otot yang baik sebagai “jantung kedua”. Kondisi otot memengaruhi kelancaran peredaran darah dalam tubuh. Apabila peredaran darah kurang lancar, maka fungsi jantung dalam memompa darah akan menjadi lebih berat. Itulah mengapa otot harus terus dilatih. Otot yang sehat bukan berarti otot yang sangat besar sebagaimana atlet binaraga. Melatihnya pun tidak harus seberat latihan atlet tersebut. Dengan mengoptimalkan kerja otot dalam aktivitas keseharian pun sudah cukup. Lebih baik lagi kalau secara rutin melatih otot menggunakan alat-alat fitness, dengan porsi latihan yang sesuai kondisi tubuh. Namun ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan masyarakat dalam olahraga.

Kesalahan pertama, berhenti mendadak setelah berolahraga. Hal ini akan memicu pembentukan oksigen aktif. Oksigen aktif akan terbentuk dalam jumlah yang besar setelah aliran darah sesaat tersendat dan kembali mengalir lancar. Hal ini berlaku untuk segala bentuk aktivitas fisik berat dan seharusnya dihindari dengan merelaksasi otot-otot yang lelah. Kesalahan kedua, olahraga berat setelah usia 25 tahun. Pada usia muda sampai 25 tahun, kita memproduksi jumlah superoksia dismutase (SOD) yang cukup untuk menghadapi keracunan akibat oksigen aktif (radikal bebas). Namun Untuk membentuk otot pada usia diatas 25 tahun, dibutuhkan latihan yang cukup keras dan berat yang pada gilirannya akan semakin meningkatkan pembentukan oksigen aktif. Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi yang berusia diatas tiga puluh tahun untuk melakukan peregangan. Peregangan, semisal senam, bermanfaat untuk melatih otot-otot yang biasanya jarang digunakan. Melalui peregangan akan didapatkanperedaran darah yang lebih lancar. Hal-hal yang penting diperhatikan saat melakukan peregangan adalah: 1) tidak Berlebihan, 2) selalu berada dalam keadaan tenang dan santai, 3) bernafas dengan normal dan 4) meregang /senam dengan merasa nyaman.

Kedua, untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah adalah dengan membakar lemak. Sebagaimana disinggung sebelumnya, keberadaan lemak dalam tubuh dan darah akan sangat merugikan kesehatan badan. Selain sebagai cadangan energi, lemak yan8 berlebih hampir tidak bermanfaat sama sekali. Kita dapat mengetahui lemak yang tertimbun dan otot yang mengendur dari perut yang menonjol. Perut yang membuncit mengindikasikan penimbunan lemak, berkurangnya massa otot, peredaran darah yang memburuk, jumlah sel otak yang mati, tingkat penuaan dan risiko penyakit kronis yang ada.

Cara membakar lemak yang efektif tidak harus seperti atlet yang melatih fisiknya. Karena olahraga berat terutama yang tidak rutin dilakukan hanya akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Olahraga yang sangat disarankan adalah olahraga ringan, namun konsisten dijalankan. Olahraga ringan tersebut adalah lari santai selama 30 menit atau berjalan 5000 langkah perhari. Sedangkan untuk program penurunan berat badan, dianjurkan berjalan 13.000 langkah perhari. Berlari santai atau berjalan kaki lebih membakar lemak daripada olahraga berat. Hal tersebut karena latihan yang berat justru tidak membakar lemak karena membutuhkan banyak oksigen.

Mengatur pola makan, maka kita akan semakin awet muda

Untuk mengatur pola makan dengan sehat, penting untuk mengingat  3J.

J pertama adalah Jumlah. Makan terlalu banyak tidak akan membawa manfaat apa-apa bagi tubuh. Makan berlebihan sama dengan mengambil sisa umur kita. Artinya, semakin banyak kita makan, semakin cepat juga kemungkinan kita menggerogoti umur yang tersisa. Orang yang mempunyai usia yang panjang mempunyai kebiasaan hanya makan sampai lambung terisi 80 %.

J kedua adalah Jenis. Asupan karbohidrat dan gula harus dikendalikan. Sedangkan lemak, terutama lemak hewani, harus benar- benar dikontrol dengan ketat. Kelebihan karbohidrat dan lemak akan terus disimpan dalam tubuh, sehingga menimbulkan obesitas, kolesterol, asam urat, gula darah dan kelainan darah lainnya. Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena pada akhirnya mengakibatkan bermacam-macam penyakit. Makanan yang harus diprioritaskan adalah protein.

Makanan dari kedelai dan segala olahannya adalah sumber protein terbaik yang sangat disarankan. Protein dalam tubuh sangat bermanfaat untuk peremajaan sel tubuh dan pembentukan otot. Asam amino yang terkandung dalam protein juga sangat berguna bagi peremajaan sel, terutama sel otak. Hal tersebut dikarenakan protein termasuk bahan-bahan pembentuk enzim superoksida dismutase (SOD) yang berfungsi menetralkan oksigen aktif. Selain protein, makanan yang dapat meremajakan kita adalah makanan yang mengandung anti oksidan seperti sayuran hijau, vitamin A,C dan E, tumbuh-tumbuhan, makanan laut serta royal jeli.

J ketiga adalah Jam. Jam adalah kebiasan waktu ketika makan. Apabila kita langsung tidur selepas makan, maka noradrenalin dan adrenalin akan dilepaskan. Selanjutnya, pankreas akan memproduksi glucagon dan menaikkan gula darah.

Sehatkan otak, maka manusia seharusnya bisa hidup hingga usia 125 tahun.

Manusia adalah makhluk yang sejatinya dilahirkan untuk hidup sehat. Kondisi kesehatan manusia bergantung pada pikirannya sendiri. Otak manusia, sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya, diproduksi bermacam macam hormon. Hormon tersebut ada yang bermanfaat untuk kesehatan, namun tidak sedikit yang sangat merugikan kesehatan.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menyehatkan otak manusia.

Tips pertama, aktivasi otak kanan. Cara yang paling efektif dalam aktivasi otak adalah dengan berfikir positif. Orang yang berumur panjang adalah orang yang tidak pernah khawatir. Waktu yang paling efektif untuk berfikir positif adalah di fase sebelum tidur. Sebelum tidur, penting untuk membiasakan melepaskan diri dari realitas keseharian, lalu telusuri impian serta rencana yang akan dicapai, atau meyelami kenangan yang menggembirakan.

Tips kedua adalah berpuasa. Berpuasa merupakan cara efektif untuk mengaktifkan otak kanan. Ketika berpuasa, pada awalnya akan merasakan sedikit menderita. Namun ada satu titik dimana tubuh akan merasa nyaman, disitulah titik aktivasi otak kanan bekerja.

Tips ketiga adalah kontemplasi atau perenungan. Aktivitas ini dimaksudkan untuk menciptakan ketenangan dalam otak, sehingga otak mampu memproduksi hormon kebahagian dalam jumlah melimpah. Kontemplasi yang dianjurkan tidak harus berupa meditasi. Bisa mengerjakan hal yang sederhana seperti dengan berjalan kaki, sambil berjalan kaki juga merenungkan hal yang indah-indah. Sebagaimana yang banyak disampaikan para ahli, otak kanan adalah otak yang berisi impian, fantasi, jiwa seni, rasa humor dan kreativitas. Berbeda dengan otak kiri yang memikirkan fakta dan data yang eksak. Bila otak kiri bisa mengakibatkan stress, maka aktivasi otak kananlah penangkalnya. Intinya, kontemplasi dapat  dilakukan dimanapun dan kapanpun, asal kita melakukannya dengan tenang, senang dan nyaman.

Tips keempat adalah teknik relaksasi nafas dalam. Biasanya kita selalu bernafas dengan otomatis. Dengan teknik relaksasi nafas dalam kita akan merasakan perasaan bahagia dan ketenangan sehingga hormon kebahagian dapat dikeluarkan. Prostalgandin yang berkumpul dibagian bawah paru akan dikirimkan dalam aliran darah. Senyawa ini dapat menetralkan oksigen aktif dan melebarkan pembuluh darah.

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Eko Pardiyanto
Eko Pardiyanto

Seorang guru, content creator dan penulis lepas

Artikel: 23

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 21 = 25