Cara Birokrasi Menyelesaikan Permasalahan Lingkungan Dengan Efektif

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan memengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Lingkungan mencakup faktor-faktor fisik, biologis, sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Lingkungan memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia, baik sebagai sumber daya alam, tempat tinggal, maupun media interaksi. Namun, lingkungan juga menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan yang dapat merusak keseimbangan dan kesejahteraan lingkungan itu sendiri.

Permasalahan

Permasalahan lingkungan yang sering dijumpai antara lain:

Polusi udara

yaitu pencemaran udara oleh zat-zat berbahaya yang berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, pembuangan limbah industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan lain-lain. Polusi udara dapat menyebabkan gangguan kesehatan, perubahan iklim, hujan asam, dan penipisan lapisan ozon¹.

Deforestasi

yaitu pengurangan atau penghilangan hutan secara besar-besaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti penebangan liar, perluasan lahan pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain. Deforestasi dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, kehilangan keanekaragaman hayati, erosi tanah, banjir, tanah longsor, dan pemanasan global².

Sampah plastik

yaitu limbah plastik yang dihasilkan oleh konsumsi manusia, baik dari kemasan, botol, tas, sedotan, dan lain-lain. Sampah plastik dapat mencemari lingkungan, baik darat, laut, maupun udara, karena sulit terurai secara alami. Sampah plastik dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kematian hewan, dan kerusakan lingkungan³.

Rusaknya terumbu karang

yaitu penurunan kualitas dan kuantitas terumbu karang yang disebabkan oleh faktor-faktor alami atau antropogenik, seperti perubahan suhu air, pencemaran air, penangkapan ikan dengan bom atau racun, pariwisata, dan lain-lain. Rusaknya terumbu karang dapat menyebabkan hilangnya fungsi terumbu karang sebagai habitat, sumber makanan, perlindungan pantai, dan penyerap karbon dioksida.

Solusi Mengatasi Masalah Tersebut

Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah perlu melakukan reformasi birokrasi dalam bidang lingkungan, yaitu proses perubahan dan penyempurnaan sistem, struktur, prosedur, dan perilaku birokrasi pemerintahan dalam bidang lingkungan agar lebih efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Reformasi birokrasi dalam bidang lingkungan dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:

Menyusun dan mengimplementasikan kebijakan lingkungan yang komprehensif, konsisten, dan berkelanjutan

yaitu membuat dan menjalankan peraturan perundang-undangan, rencana aksi, program, dan proyek yang berkaitan dengan pengelolaan, pemanfaatan, dan perlindungan lingkungan, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta antara sektor-sektor yang terkait. Kebijakan lingkungan harus sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang.

Meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan lingkungan yang diberikan oleh pemerintah

yaitu melakukan peningkatan kompetensi dan integritas aparatur lingkungan, maupun melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pelayanan lingkungan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip good governance, yaitu partisipatif, konsensus, akuntabel, transparan, responsif, efektif, efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah

yaitu melakukan keterbukaan informasi, partisipasi masyarakat, maupun pengawasan internal dan eksternal. Pengelolaan lingkungan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip rule of law, yaitu supremasi hukum, legalitas, kesamaan di depan hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan penegakan hukum yang adil dan tegas.

Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran lingkungan yang dialokasikan oleh pemerintah

yaitu melakukan penghematan biaya, waktu, dan sumber daya, maupun melalui peningkatan output dan outcome. Penggunaan anggaran lingkungan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip value for money, yaitu ekonomi, efisiensi, efektivitas, dan dampak.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan lingkungan yang sering dijumpai melalui birokrasi yang efektif. Birokrasi yang efektif adalah birokrasi yang mampu memberikan pelayanan, pengelolaan, dan penyelesaian lingkungan yang optimal dengan menggunakan sumber daya yang minimal.

Sumber referensi:

https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/25/185121969/permasalahan-lingkungan-di-indonesia
https://theconversation.com/empat-tantangan-pemerintah-daerah-dalam-menjalankan-program-lingkungan-dan-pengendalian-perubahan-iklim-172852
https://kumparan.com/tresnaningrahayu31/menilik-upaya-pemerintah-indonesia-dalam-mengurangi-polusi-udara-212DKUSHpCN
https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/25/185121969/permasalahan-lingkungan-di-indonesia
https://theconversation.com/empat-tantangan-pemerintah-daerah-dalam-menjalankan-program-lingkungan-dan-pengendalian-perubahan-iklim-172852
https://kumparan.com/tresnaningrahayu31/menilik-upaya-pemerintah-indonesia-dalam-mengurangi-polusi-udara-212DKUSHpCN

 

Loading

Kunjungi juga website kami di www.lpkn.id
Youtube Youtube LPKN

Tim LPKN
Tim LPKN

LPKN Merupakan Lembaga Pelatihan SDM dengan pengalaman lebih dari 15 Tahun. Telah mendapatkan akreditasi A dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Pemegang rekor MURI atas jumlah peserta seminar online (Webinar) terbanyak Tahun 2020

Artikel: 452

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 84 = 93